Kumpulan Informasi Pelapor Lokal Dari Papua

  • This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

Setelah situs resmi TPNPB www.wpnla.net di blokir Indonesia kini hadir situs baru www.komnas-tpnpb.net

timthumb



Indonesia Ketakutan (fobia) dengan Website Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), tindakan nyata NKRI telah berhasil memblokir website TPNPB oleh institusi hacker Indonesia. Beberapa waktu lalu Hacker Indonesia memblokir website resmi TPNPB dua kali berturut-turut namun kami aktifkan kembali seperti biasanya, kemudian  ketiga kali benar -benar down peristiwa ini bersamaan dengan pemblokiran website  Angkatan Udara  Australia, rentetan ini www.wpnla.net juga ikut mengalami nasib yang sama di blokir  secara total. Namun TPNPB tidak mundur dari tindakan perang saraf ini. Dengan semangat juang yang tinggi Markas Komando Pusat mengorbitkan Website resmi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat. Sekarang di ganti  nama menjadi www.komnas-tpnpb.net kepanjangannya : Komando Nasional -Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat.

Share:

Noam Chomsky: Papua, Skandal Besar Barat

Negara-negara barat mengamini penindasan karena ingin keruk alam Papua



 233321_noam-chomsky_209_157VIVAnews - Salah satu intelektual terkemuka dunia, Noam Chomsky, angkat bicara mengenai kondisi di Papua. Dalam sebuah wawancara yang muncul di YouTube, profesor emeritus Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat, itu menyebut genosida sedang terjadi di Papua.

“Dukungan Barat terhadap penindasan di Papua Barat adalah skandal besar,” kata Chomsky dalam salah satu video yang merupakan bagian dari serial “The Chomsky Videos”, diunggah pada 8 Desember 2013. Negara-negara Barat, kata Chomsky, mengamini karena ingin mengeruk sumber daya alam Papua.

Share:

Ketua KNPB Wilayah Sorong Ditahan Oleh Polres Kota Sorong

[caption id="attachment_1126" align="aligncenter" width="314"]Masa Aksi KNPB Sedang Mengikuti Orasi Politik Masa Aksi KNPB Sedang Mengikuti Orasi Politik[/caption]

Komite Nasional Papua Barat Wilayah Sorong Raya, dan Parlemen Rakyat Daerah Sorong Raya, bersama Rakyat Bangsa Papua Barat wilayah sorong raya, melakukan aksi demo damai dipusatkan di kota sorong papua barat. Namun dalam aksi tersebut, mendukung Peresmian pembukaan kantor kampanye OPM di Port Moresby. Maka ribuan rakyat west papua ikut terlibat dalam masa aksi, dan masa aksi mulai datang dari kota dan kabupaten sorong yaitu: dari sorong timur, sorong barat, sorong utara, dan kepulauan sorong, untuk mengikuti aksi demo damai yang di selenggarakan oleh Komite Nasional Papua Barat wilayah sorong raya.

Share:

Kepulauan Pasifik Program Pembangunan, East-West Center Dengan Dukungan Dari Pusat Belitung Studies

Vanuatu PM Alamat International Conference ICT
Karkas: Vanuatu tempat terbaik di Pacific untuk berinvestasi dalam TIK

[caption id="attachment_1122" align="alignleft" width="120"]Gambar Bendera Vanuatu Gambar Bendera Vanuatu[/caption]

Vanuatu PM Minta Commonwealth Untuk Mendukung Papua Barat
Karkas mengatakan Papua Barat masih terikat oleh keinginan imperialisme


PORT VILA, Vanuatu (Vanuatu Daily Post, 21 November 2013) - Perdana Menteri Vanuatu Moana Karkas tanpa henti dalam usahanya untuk membawa dugaan penderitaan dan kekejaman sesama Melanesia di Papua Barat menjadi pusat perhatian internasional sehingga penderitaan mereka bisa didengar.


Sekali lagi di Kolombo, Sri Lanka, di mana Commonwealth Kepala Pemerintah berkumpul untuk bertemu selama akhir pekan Vanuatu PM meminta semua anggota Persemakmuran untuk meminjamkan telinga untuk mendengarkan lebih erat dengan tangisan dan sakit hati rakyat Papua Barat.


Dia mengatakan rakyat Papua Barat masih terikat oleh kehendak dari imperialisme dan kolonialisme sehingga "kita tidak bisa terus menyangkal mereka hak-hak mereka sehingga saya sebut pada upaya kita bersama untuk mendukung perjuangan mereka."


Pada tahun 1969 PBB mensponsori Act of Free Choice di mana 1.025 orang yang dipilih oleh Tentara Nasional Indonesia di Papua Barat dan diminta untuk memilih dengan pengibaran tangan apakah mereka ingin Papua Barat menjadi bagian "integral" dari Indonesia.

Share:

KNPB Wilayah Sorong Bersama Rakyat Memperingati Hari Ulang Tahun KNPB Yang Ke 5

[caption id="attachment_1117" align="alignleft" width="423"]Foto Bersama Anggota KNPB Wilauah Sorong Foto Bersama Anggota KNPB Wilauah Sorong[/caption]

KNPB Sorong. Komite Nasional Papua Barat Wilayah Sorong Raya melakukan ibadah syukuran, dalam rangka  hari ulang tahun KNPB yang ke 5. Maka KNPB wilayah Sorong Raya mengundang seluruh anggota KNPB wilayah  sorong dan sector-sektor KNPB  wilayah sorong  untuk merayakan ibadah bersama.


Ibadah tersebut dihadiri dari puluan  anggota KNPB wilayah dan KNPB Sector Sorong serta Parlemen Rakyat Daerah (PRD) Wilayah Sorong Raya untuk merayakan ibadah syukuran.


Namun ibadah tersebut dilaksanakan pada hari selasa 19 November 2013. Pukul 02.15 sampai selesai pukul 04 15 wpb.


Ibadah merayakan hari ulang tahun KNPB di laksanakan di Pulau Buaya, namun Komite Nasional Papua Barat Wilayah Sorong Raya bersama KNPB Sektor mempersiapkan dua buah Motor Laut untuk mengantar jemput dari Kota sorong ke Tempat Ibadah, namun motor tersebut pulang pergi/ antar jemput selama empat kali, karena rakyat yang hadir dalam ibadah jumlahnya cukup banyak.

Share:

Mahasiswa Papua Demo Tolak Otsus Plus

[caption id="attachment_1109" align="alignleft" width="448"]Demonstran di Depan Kantor Pos Abe Demonstran di Depan Kantor Pos Abe[/caption]

Jayapura Papua, Senin 4 November 2013, Gabungan Universitas di Jayapura Papua Demo tolak Otsus Plus dan 33 Pemekaran Kabupaten serta 3 Provinsi di Papua dan Papua Barat. Unjuk rasa penolakan Otsus Plus  yang dihadiri simpatisan Masyarakat Papua, Aktivis Kemerdekaan Papua dan Mahasiswa, Mahasiswi dari UMEL MANDIRI, STIKOM, UNCEN, STT GKI I.S.KIJNE dan USTJ.

Share:

Sembilan Kasus Penculikan dan Pembunuhan dalam Misi Negara RI di Sorong Papua Barat

Aksi Pembunuhan Berkelanjutan Terhadap Rakyat Papua Terjadi  September-Oktober 2013


Sorong Papua Barat Rakyat Papua terjadi korban dalam misi Negara untuk memusnakan rakyat Papua, kemudian untuk menguasai wilayah Papua, ini adalah pemusnahan ras atau Genosida di Papua terjadi terang-terangan. Selain, melalui racun, makanan, racun di rumah sakit kepada pasien, gugurkan anak bayi yang hendak melahirkan di ruang bersalin di setiap rumah sakit, minuman beralkohol, dan berbagai bentuk lainnya upaya genosida di Papua oleh Negara Indonesia.

Share:

Penikaman Tiga Orang Pribumi West Papaua di Sorong

[caption id="attachment_1086" align="alignleft" width="256"]korban Edison Mubalus korban Edison Mubalus[/caption]

Sorong Raya, terkait penikaman tiga warga papua oleh Masyarakat Kokoda yang di sponsor oleh Inteljen Negara Indonesia, Sehingga rakyat papua dengan papua paku musuh. Scenario ini yang dilakukan oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Namun saat ini di wilayah sorong sedang terjadi di kampung-kampung bahkan di kota. Maka rakyat papua di sorong saat ini masi drauma, karena setiap hari ada pembunuhan, penyiksaan, dan pengejaran di setiap kompleks, maka kami minta dukungan oleh semua pihak terutama Oleh Amnesty Internasional, karena semua jiwa rakyat papua semakin habis oleh Militer Indonesia.Awal kejadian ini tiga orang tersebut sedang menunggu penumpang di pangakalan

Share:

Kapolres Sorong Mengelabui Orang Bertopeng

Pembunuhan, penculikan, pengroyokan dan pengejaran yang dilakukan oleh pro Indonesia terhadap rakyat papua mulai dari bulan Agustus lalu hingga saat ini, terus berjalan di wilayah kepala burung (Sorong). Namun saat ini terus berjalan pada siang dan malam hari di sudut- sudut kampung bahkan di kota, sehingga saat ini rakyat papua di sorong dalam keadaan trauma.

Share:

Pembakaran 11 Rumah Warga di Aimas Sorong

ImageSetelah rakyat menewaskan satu orang bertopeng, di Aimas Sorong pada hari jumat 11 Oktober 2013 dan pada hari sabtu, terjadi serangan balik dari korban datang dengan kekuatan masa membakar 11 rumah rakyat papua di Aimas sorong di gawal oleh Polisi, namun setelah  polisi menangap rakyat papua menuju polres Aimas Sorong, lulu masa aksi  korban masuk membakar rumah-rumah warga, hal ini polisi melakukan diluar aturan polisi sebagai pelindung rakyat, namun polisi mementingkan rakyat non popua saja. Sedangkan rakyat papua diangkap tidak penting, pada hal rakyat papua bertahun tahun-tahun korban diangkap soal biasa, pada hal rakyat papua adalah pemilik negeri yang Tuhan Allah berikan untuk orang asli papua.

Share:

Sorong Rakyat Papua Menemukan Dengan Berlumuran Dara Di Halaman Rumah

ImageSorong kembali terjadi penikaman akibat korban tIdak bernyawa di tempat kejadian TKP hal ini yang dilakukan oleh bin bais yang bertugas di sorong, sebelum kejadian ini terjadi, selama tiga hari ada pengejaran seorang bertopeng di beberapa wilayah yaitu di rafidin, dan juga di malanu kampung, namun rakyat berhasil dua orang anggota kopasus oleh sejmlah masa aksi pada pukul 01.00. malam, lalu masa aksi tersebut memukul dua orang itu sampai luka, maka pihak kepolisian mengevakuasi dua orang itu di RSUD sorong Kampung Baru.

Kejadian ini terjadi pada hari minggu 13 Oktober 2013 pukul 01 00. Malam di malanu. Namun pihak korban membalas dendam atas dua orang tersebu, maka kembali terjadi kasus penikaman terhdap rakyat papua di kampung baru sorong.

Kasus penikaman tersebut benar-benar dilakukan oleh Kopasus, karena awal kejadian tersebut korban merupakan dalam keadaan sehat dirumahnya, namun korban tersebut ditikan dengan mengunakan senyata tajam di bagian pungung belakang, namun korban tersebut di efakuasi di RSUD sorong Kampung Baru.

Share:

Demo KNPB di Sentani Polisi Bubarkan Paksa, Namun di Expo Waena Tetap Demo

Jayapura Papua, 16 Oktober 2013, KNPB gelar aksi demo dami walaupun Polda Papua Larang lakukan demo. KNPB sentani pada pagi jam 7:00 wp di Jalan Pos 7 hendak berkumpul masa, namun Polisi dari satuan Polres Jayapura membubarkan Paksa. Tetapi di Jayapura Waena Expo ratusan demonstran tetap bertahan sambil berorasi walaupun Polisi dan TNI kepung para demonstran.

Share:

Soal Papua, Parlemen Semua Partai Inggris Buat Pertemuan Rutin

London, news –IPWP telah memberitahukan tentang peluncuran kembali sebuah grup yang diberi nama ” All Party Parliamentary Group for West Papua”, atau Grup Parlemen dari Semua Partai untuk Papua Barat, yang terdiri dari anggota parlemen Inggris yang diambil dari setiap partai politik. Kelompok ini akan mengadakan pertemuan rutin, membahas dua situasi yakni hak asasi manusia (HAM) dan status politik Papua Barat.


Kelompok Parlemen Partai untuk Papua Barat ini diketuai oleh Rt. Hon Andrew Smith MP, dari Partai Buruh, yang merupakan pendiri Parlemen Internasional untuk Papua Barat (IPWP). Pertemuan pertama kalender Parlemen tahun ini akan berlangsung pada hari Rabu 16 Oktober dari jam  5 sampai 6 sore di Gedung Parlemen Inggris.


Share:

Rakyat Aimas Sorong Menewaskan Satu Orang Bertopeng

ImageAwal kejadian ini seorang bertopeng masuk menyamar sebagai seorang tukang sapi, ke kompleks  Aifat di Jalan Pelipis SP2 Aimas sorong, pada pukul 06.00 wpb, namun setelah rakyat di kompleks  tersebut mengikuti mereka, ternyata orang tersebut  bukan cari ternak, tetapi ia masuk dengan kejahatan. Namun ada dua orang papua mengikuti orang itu sampai dia dengan alasan masuk hutan untuk mencari ternak sapi, lalu dua orang papua tersebut datang memintai keterangan dari dua orang jawa di dalam hutan. Nanum mereka mengatakan kami datang cari ternak sapi yang hilang. Lalu rakyat menyanyakan kepada mereka, “ mana KTP kamu? jawab KTP milik kami tidak sembat bawa pada saat ini. Dan KTP Kami ada di rumah. Lalu dua orang papua tersebut tidak percaya apa yang mereka katakan Dan mereka memukul dua orang Mas jawa itu. dan mengambil tas mereka untuk melihat isinya, ternyata dalam tas tersebut, ada satu buah parang sabit, jeket hitam, dan ada juga satu buah topeng warna putih. Setelah mereka menemui barang-barang tersebut mereka teriak bahwa ini orang topeng. dan mereka memukul dua orang itu ternyata satunya melarikan diri dan yang satunya merek pukul sapai di depan jalan pelipis SP2 depan penjagaan pos polisi sampai tidak bernyawa. Dan hembuskan nafas terakhirnya di tempat kejadian perkara (TKP).

Share:

orang yang berpake topeng

orang yang berpake topeng
Share:

Penculikan Seorang Anggota KNPB Wilayah Sorong

ImageSorong kembali terjadi penculikan terhadap anggota KNPB oleh intelijen Negara Kesatua Republik Indonesia  yang bertugas di kepala burung, untuk membunuh rakyat asli papua. Intelejen tersebut di gaji oleh pusat, sehingga mereka selalu mengejar seluruh orang papua. Namun hal ini terbukti di sorong.

Kejadian ini terjadi pertengahan antara lapangan sepak bola satadion 16 Wombik, sorong papua barat sampai dengan Markas Lanal Sorong. Telah terjadi penculikan anggota KNPB Wilayah Sorong yang bernama (Benny Giban 28 tahun jenis kelamin laki-laki) ia dengan mengunakan motor dari kota menuju KM 17 dengan istrinya, namun ada sebuah mobil Avansa warna putih DS 1513 , mengikuti mereka dari arah kota sampai dengan di tempat Kejadian, lalu mobil tersebut melewati mereka dari KM 15. Lalu Sampai di Km 16 mobil Avansa tersebut melintasi jalan raya sorong Aimas, lalu tiba-tiba mereka menurunkan Benny Giban dari motor dan membawa lari  dia kearah  Aimas.

Share:

Orang Papua di balik Jeruji: September 2013

[caption id="attachment_900" align="alignleft" width="283"]Papua Behaind Bars Papua Behaind Bars[/caption]

Pada akhir September 2013, terdapat 53 orang tahanan politik dalam penjara di Papua. Di Waghete, seorang warga sipil ditembak mati dan empat lainnya ditangkap dalam operasi sweeping oleh aparat khusus Brigade Mobil. Puluhan warga sipil dan aktivis ditangkap terkait dengan demonstrasi merayakan Hari Demokrasi Internasional. Aktivis terkenal menjadi sasaran di Pulau Biak dan Yapen di mana prosesi diadakan untuk menyambut air suci dan abu yang disampaikan oleh Freedom Flotilla dari Australia. Di Waena, seorang warga sipil ditahan sewenang-wenang dan disiksa oleh polisi.

Share:

Dewan Gereja Dunia desak perlindungan HAM di Papua

[caption id="" align="alignleft" width="235"]Dewan Gereja Dunia desak perlindungan HAM di Papua thumbnail Pendeta Socratez Sofyan Yoman[/caption]



30/09/2013- Sebuah forum pembicaraan yang membahas kondisi hak asasi manusia (HAM) di Papua telah diadakan di Jenewa, Swiss, pekan lalu.

Forum menyimpulkan bahwa dialog politik adalah satu-satunya jalan menuju perdamaian dan stabilitas di Papua. Sudah bertahun-tahun hingga sekarang Papua masih dalam ketegangan antara pemerintah dan penduduk asli Papua, dimana terjadi pelanggaran HAM berat.
Share:

PM perlu menempatkan hak asasi manusia di Papua Barat dalam agenda Jakarta

PM perlu menempatkan hak asasi manusia di Papua Barat dalam agenda Jakarta


crop.php29 September 2013
Perdana Menteri Tony Abbott telah didesak untuk menggunakan kunjungan pertamanya ke Indonesia besok untuk menyingkirkan yang disengaja kebutaan Pemerintah Australia sebelumnya telah ketika datang ke pelanggaran berat hak asasi manusia yang terjadi sepelemparan batu jauhnya di provinsi Papua, Indonesia .
Share:

Vanuatu menyerukan penyelidikan PBB pelanggaran hak asasi dugaan di provinsi-provinsi Papua, Indonesia

28 September 2013 - Vanuatu hari ini meminta PBB untuk menunjuk seorang Wakil Khusus untuk menyelidiki dugaan pelanggaran hak asasi manusia di propinsi Papua Indonesia dan status politik mereka, dengan Perdana Menteri yang menyatakan bahwa Papua Barat telah secara konsisten membantah semacam pengakuan oleh badan dunia.

Share:

Spionase TNI/Polri Menewaskan Dua Masyarakat Papua di Sorong Selatan

Korban Atasa Nama Daud MilisPapua Barat Sorong Selatan TNI/Polri atas intruksi Prabobo untuk menghilangkan nyawa orang Papua, demi keutuhan negara Indonesia untuk mempertahankan Papua bagian dari wilayahnya, sehingga di wilayah Sorong Selatan dua masyarakat Papua di bunuh oleh tim kabungan TNI/Polri Bersama orang asli Papua atau spionase TNI/Polri di Sorong.Ternyata Spionese sebagai pelaku pembunuha liar terhadap orang Papua di Wilayah Sorong, ditangkap oleh masyarakat wilayah sorong selatan distrik Sawiat, Kampung Magablo.

Share:

West Papua Report: September 2013

West Papua Report: September 2013


This is the 113th in a series of monthly reports that focus on developments affecting Papuans. This series is produced by the non-profit West Papua Advocacy Team (WPAT) drawing on media accounts, other NGO assessments, and analysis and reporting from sources within West Papua. This report is co-published by the East Timor and Indonesia Action Network (ETAN). Back issues are posted online at http://www.etan.org/issues/wpapua/default.htm Questions regarding this report can be addressed to Edmund McWilliams at edmcw@msn.com. If you wish to receive the report directly via e-mail, send a note to etan@etan.org. Link to this issue: http://etan.org/issues/wpapua/2013/1309wpap.htm

Share:

Prabobo Menjalankan Misi Negara Untuk Membunuh Manusia Di Papua


Pembunuhan terus berjalan berturut-turut selama Empat bulan yang lalu sampai dengan hari ini, di Seluruh tanah Papua, namun pembunuhan ini tidak hanya dari TNI/Polri, tetapi ada juga dari orang asli papua yang sudah dipasang oleh    Prabobo, namun Prabobo menjalankan misi Negara untuk membunuh  Aktivis Papua Merdeka. Namun rakyat papua saat  ini trauma karena rakyat mendengar bahwa, Prabobo dipasang orang ada 8 Tim, dan didalam satu tim sebanyakt ada 15 orang. Namun Prabobo  memberikan perjanjian kepada 8 tim tersebut digaji oleh Prabobo  Rp 50 Lima puluh Juta Rupiah  Perbulan,  dan mereka membunuh satu orang  Aktivis Papua Rp 100,000,- seratus  Juta Rupiah perkepala.

Share:

INDONESIA: The police in Papua arbitrarily arrest protesters and disperse peaceful demonstrations commemorating the International Day of Democracy



September 18, 2013

ASIAN HUMAN RIGHTS COMMISSION - URGENT APPEALS PROGRAMME

Urgent Appeal Case: AHRC-UAC-123-2013



18 September 2013
---------------------------------------------------------------------
INDONESIA: The police in Papua arbitrarily arrest protesters and disperse peaceful demonstrations commemorating the International Day of Democracy

ISSUES: Arbitrary arrest & detention, freedom of assembly, freedom of expression
Share:

KNPB & PRD YAHUKIMO MEMEDIASI RAKYAT PAPUA DI YAHUKIMO MENUNTUT AGAR BUKA RUANG DEMOKRASI DI PAPUA

 KNPB-PRD YAHUKIMO, NEWS : sesuai dengan agenda Komite Nasional Papua Barat (KNPB) maka pada 16 september 2013,  KNPB dan Parlemen Rakyayt Daerah Yahukimo (PRD)  wilayah Yahukimo memediasi Rakyat Bangsa Papua Barat di tujuh suku besar di Yahukimo untuk ???????????????????????????????melakukan demontrasi damai dalam rangka memperingati hari demokrasi internasional yang jatuh pada 16 september.

Ribuan rakyat yang masuk memadati lapangan  kantor Bupati di Dekai, mereka membawa sejumlah   spanduk, pamplet, dan alat perangkat aksi  lain dalam aksi tersebut.  Spanduk utama yang bertulsan “We Full Support  The West Papua Covermen Policy Vanuatu, Mr.  Moana C. Carcasses, Buka Ruang Demokrasi di Papua dan beberapa pamplet lain yang berbau Papua Merdeka.

Dari pantauan Media ini, Aksi demo damai Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan Parlement Rakyat Daerah (PRD) wilayah Yahukimo dalam rangka memperingati hari demokrasi  internasional,  di mulai pada pukul 08.00 dan selesai pada pukul 14.35 WPB itu berlangsung aman.
Share:

Peringati Hari Demokrasi Internasional, Indonesia Penangkapan Terjadi di Papua

[caption id="attachment_810" align="alignright" width="314"]Ketua I KNPB saat Negosiasi dengan Keteika Polisi hadang Demonstran Ketua I KNPB saat Negosiasi dengan Keteika Polisi hadang Demonstran[/caption]

Papua pada tanggal 16 September adalah hari Demokrasi Internasional. Dalam hal ini Indonesia di Papua Barat, rencanakan sebelumnya oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB), bahwa akan melakukan demo damai sebagai memperingati hari Demokrasi Internasional dan mendukung sikap Pemerintah Vanuatu akan mempersoalkan status Politik Papua Barat dalam sidang tahunan PBB pada bulan September 2013 tahun ini, serta mendesak MSG untuk segera menindaklanjuti keputusan dalam KTT MSG pada tanggal 18 Juli yang lalu.


Terkait rencana KNPB memperingati hari demokrasi Internasional ini, Polda Papua melarang melakukan kegiatan dalam bentuk apapuan memperingati hari demokrasi Internasional, melalui Koran cepos edisi 14 September 2013. Tetapi KNPB tetap melakukan demo walaupun Polda Papua melarang, sebelumnya tegas Agus Kosay Ketua I KNPB dan Juru Bicara Nasional KNPB.


Sesuai rencana yang ditargetkan di seluruh daerah Papua lakukan demonstrasi, tetapi di Jayapura dan Sorong Papua Barat terjadi pembubaran dan Penangkapan Aktivis KNPB dan simpatisan rakyat Papua yang turut serta memperingati hari Demokrasi Internasional.

Share:

Polisi Menangkap Demonstran KNPB di Jayapura Papua

Pagi ini jam 7:00 wp, di Sentani Kabupaten Jayapura Papua, Polisi telah tangkap demonstran KNPB dari dua titik kumpul, satu dari Sektor Toladan jalan naik Ifar Gunung pertigaan Jln raya Sentani-Abe, hendak orasi saat mengumpulkan masa rakyat Papua, namun Puluhan anggota Polisi dari satuan Polsek Kota Sentani turunkan untuk menangkap demonnstran.


Sektor Toladan yang dipimpin Noldi Hilka bersama belasan demostran KNPB ditangkap, sebentara untuk saat ini sedang di proses di Polsek Kota Sentani. Kemudian untuk sektor Gunung Merah terjadi penangkapan di Pertigaan Jalan Genyem Sentani, 150 m dari Kantor Bupati Kabupaten Jayapura. Mereka ditangkap Belasan orang demo yang dipimpin langsung ketua KNPB Sentani Alen Halitopo. Ketika dihubungi media ini via seluler, " kami ditangkap polisi dengan belasan demonstran sekarang menuju Polres Jayapura Doyo Baru," kata Allen Halitopo.


Satuan Polres Jayapura puluhan Polisi turunkan menangkap demonstran yang dipimpin Allen Halitopo di Sentani pertigaan jln genyem, Sebentara Allen dan demonstran lainnya yang ditangkap sedang proses di Polres Jayapura, doyo Baru Sentani. kemudian dari Sektor Prodadi hendak menuju pasar lama Sentani, namun Polisi bubarkan demonstran dan Mekapon serta Spanduk disita Polisi.


Hal yang sama di Sektor Sosial Sentani, Polisi Bubarkan Puluhan Demonstran kemudian Mekapon, Bendera KNPB dan Spanduk disita Polisi. sedangkan masa rakyat Papua puluhan orang yang berkumpul di Sektor Sosial disuruh bubar, "sekarang kami lagi cek di sektor lain itu laporan untuk sekarang dan sektor Pos tujuh kemungkinan akan bubarkan juga" kata Esau ketika melaporkan berita ini dari lapangan.


Sama lagi penangkapan terjadi di Imbi Jayapura Kota 12 Orang bersama korlap untuk KNPB sektor Kota Madya, Tony Kobak dan rombongan ditangkap pada jam 07:35 wp. sebentara sedang proses di Polsekta Kota Jayapura. Hal ini dilaporkan langsung Tony langsung via seluler dari Polresta Kota Jayapura pagi ini.


Nama-Nama yang ditangkap:


1. Tony Kobak, 2. Jimi Buruai, 3. Ogram Wanimbo, 4. Nus Wanimbo, 5. Oteka Tabuni, 6. Regi Wenda, 7. Ripka Kobak, 8. Nias Wanimbo, 9. Kipas Tabuni, 10. Soa Mabel, 11. Denius Tabuni dan 12. Mulu Kobak. Tiga spanduk dan mekapon disita Polisi.


Demonstran yang ditangkap dalam rangga gelar demo damai untuk mendukung:




  1. Memberikan dukungan Terhadap kebijakan Negara atau sikap Pemerintah Vanuatu melalui perdana menteri yang menyatakan sikap bahwa pemerintahn Vanuatu akan mempersoalkan status Politik Papua Barat dalam sidang tahunan PBB pada bulan September 2013 tahun ini,

  2. Mendesak kepada Negara – negara MSG untuk segera menindaklanjuti keputusan dalam KTT MSG pada tanggal 18 Juli yang lalu, sekaligus mendukung pernyataan Ketua MSG Mr. Victor Tuturugo yang mendesak para pemimpin MSG tetap mendukung dan mencari penyelesaian pembebasan status Politik West Papua dan Kanaky pada tanggal 26 Agustus 2013 lalu,

  3. Memperingati hari Demokrasi Internasional yang ditetapkan oleh PBB pada tahun 2010,

  4. Menuntut hak Penetuan Nasib sendiri sebagai isu tunggal di Papua Barat sebelum pelaksanaan atau pembukaan Sidang tahunan PBB yang akan dimulai pada tanggal 19 – 20 September 2013 mendatang.

Share:

KNPB Tetap Akan Aksi Demo Damai Hari ini

Seperti direncanakan Komita Nasional Papua Barat (KNPB) sebelumnya untuk melakukan demo damai, hari akan tetap turun jalan, sebentara pagi ini di Jayapura sedang siap-siap untuk demo damai, walaupun Polisi melarang akan demo.KNPB


KNPB gelar Demo damai hari ini menyikapi bebrapa hal diantaraya:





  1. Memberikan dukungan Terhadap kebijakan Negara atau sikap Pemerintah Vanuatu melalui perdana menteri yang menyatakan sikap bahwa pemerintahn Vanuatu akan mempersoalkan status Politik Papua Barat dalam sidang tahunan PBB pada bulan September 2013 tahun ini,

  2. Mendesak kepada Negara – negara MSG untuk segera menindaklanjuti keputusan dalam KTT MSG pada tanggal 18 Juli yang lalu, sekaligus mendukung pernyataan Ketua MSG Mr. Victor Tuturugo yang mendesak para pemimpin MSG tetap mendukung dan mencari penyelesaian pembebasan status Politik West Papua dan Kanaky pada tanggal 26 Agustus 2013 lalu,

  3. Memperingati hari Demokrasi Internasional yang ditetapkan oleh PBB pada tahun 2010,

  4. Menuntut hak Penetuan Nasib sendiri sebagai isu tunggal di Papua Barat sebelum pelaksanaan atau pembukaan Sidang tahunan PBB yang akan dimulai pada tanggal 19 – 20 September 2013 mendatang.


Ketua KNPB keluarkan undangan via SMS kepada seluruh rakyat Papua, untuk hadir demo damai hari ini, ditanya media ini via seluler pagi tadi " kami prinsipnya akan tetap demo walaupun Polisi tidak ijinkan, karena ini hari Demokrasi Internasional dan negara Indonesia adalah negara demokrasi, kami minta buka ruang demokrasi di Papua", kata Agus Kosai Ketua I KNPB.

Hal yang sama disampaikan Wakil Ketua KNPB Sentani Jhon Suhun dari sekretariat KNPB sentani pagi ini, "kami tetap lakukan demo, walaupun polisi mereka bagi surat di gereja-gereja untuk ajak masyarakat tidak boleh ikut demo, tetapi masyarakat Papua semua pro Merdeka jadi mereka tetap bersama kami akan turun  demo dan sekarang siap-siap ini" ujar Jhon.

Share:

Polisi Tangkap Satu Karyawan PT. Freeport Indonesia dan Tiga Masyarakat

Polisi sewenang-wenang menangkapa satu karyawan PT. Freeport Indonesia Departement Securty Risk Management (SRM) dan tiga kepala suku, dituduh memiliki amunisi peluruh senjata, pada 7 Sebtember 2013 pukul 02:00 malam WP, di GBT Tram Area Tambang Lama Tembagapura Papua.

Polsek Tembagapura menangkapa Ivan alias Indius Sambom (33) Pekerjaan Karyawan PT. Freeport Indonesia Departement Securty Risk Management (SRM) area kerja tambang terbuka GRASBERG MINE. Ivan ditangkap saat tidur Barak dan satu kawan kerja saat penjagaan di Pos. 12 anggota Polisi kepung Barak tempat Ivan tidur pada Pukul: 14:00 wp, dengan tuduhan menyimpan amunisi. 

“Polisi Borkol tangan saya, dan bawa saya ke luar mereka periksa semua di lemari dan tempat tidur, tetapi tidak temukan peluru yang Polisi kira saya simpan, trus mereka bawa saya ke Polsek”, kata Ivan via seluler kepada media ini pada (15/09/2013) siang tadi.

Share:

Sentani Papua, Polisi Menganiaya Seorang Mahasiswa

[caption id="attachment_774" align="alignright" width="336"]Andari Bahabol (24) Andari Bahabol (24)[/caption]

Seorang Mahasiswa dianiaya oleh puluhan anggota Polisi, hingga teliga kiri bocor mengalami kangguan kedengaran. Hal ini terjadi pada tanggal (08/09/2013) di Jln. Kehiran dekat kolam pemancingan Kabupaten Jayapura, Papua.


Penganiayaan ini terjadi karena, awalnya tiga orang asli sentani lantaran Mabuk kejar salah satu orang asal Jawa. Karena itu salah satu ibu yang melihat pengejaran orang asli Jawa itu, menelpon Polisi untuk datang mengamankannya. Tetapi para pelaku pengejaran tiga orang itu, menghilang di semak-semak bagian belakang kolam pemancingan Kehiran Sentani.


Namun korban atas nama ANDARI BAHABOL (24) adalah, seorang mahasiswa Universitas Sains Tegnologi Jayapura (USTJ), pada hari itu Andari setelah mengantar penumpang ojek, di Pasar Baru Sentani, tetapi kakaknya panggil untuk segerah ke rumah, “saya pulang kerumah lewat jalan kehiran, dari dekat kolam pemancingan melihat orang keributan, saya berhenti dan parker motor di pinggir jalan melihat mereka dari pinggir jalan. Tidak lama kemudian puluhan Polisi dari Polsek kota Sentani tiba di tempat dengan satu mobil Patroli. Mereka turun dari mobil tanpa tanya memukul saya dari tiga anggota Polisi yang datang dengan senjata lengkap”, kata Andari ketika menemui media ini pada (10/09/2013) di Sentani.


Lanjut Andari “tiga anggota Polisi itu berturut turut memukul saya dengan rotan, di bagian belakang saya dan kepala sampai telinga saya bocor berlumuran darah. Polisi masih mau pukul saya tetapi satu orang yang melihat saya parkir motor, dia datang berkata kepada Polisi “dia ini bukan pelaku, pelaku sebenarnya tiga orang mabuk sudah lari di semak-semak disana””, kata Andari sambil meniru perkataan orang yang monolong dia dari penganiayaan Polisi. Ketika Polisi mendengar perkataan itu, tidak mengejar pelaku sebenarnya tetapi mereka naik di mobil patrol dan menuju ke arah Pasar Baru, sedangkan korban hanya dibiarkan saja begitu. Andari kembali ke rumah dan pergi ke Apotek untuk rawat luka.


Sebenarnya Andari bukan pelaku pengejaran satu orang Jawa itu, tiga pelaku pengejaran orang asli Sentani telah melarikan diri dan sembunyi. Tetapi ketika Polisi tiba di tempat tanpa tanya melakukan tindakan pemukulan terhadap Andari, hal ini anggota Polisi di Sentani pada umumnya di Papua, dalam menjalankan tugas tidak professional. Artinya intelejen Polisi tidak memastikan pelaku sebenarnya dan melakukan tindakan penganiayaan, terhadap yang tidak bersalah adalah tidak benar.






Share:

TV Papua news of August 2013

Siaran Papua TV Bulan agustus 2013:

- Indonesian armed forces involved in several shootings
- Coorperations deny the rights of Indigenous peoples
- FreeWestPapua campaign opens office in The Netherlands
- Cultural Parades commemorate 51st anniversary of the NewYorkAgreement
And
- FreedomFlotilla begins boat journey to West Papua





Share:

Seorang Guru Ditahan Polisi di Aimas Sorong

[caption id="attachment_757" align="alignright" width="133"]Bpk Gr Matan Y Tahanan Kapolres Sorong Di Aimas Bpk Gr Matan Y Tahanan Kapolres Sorong Di Aimas[/caption]

Intelijen  Negara Kesatuan Republic Indonesia (NKRI) saat ini tersebar di seluruh tanah papua, dengan tujuan menghilankan nyawa orang papua. Terbukti bahwa kembali terjadi di Kabupaten Sorong Aimas. Seorang Guru dipukil oleh Intelijen Negara yang berada di Sorong.


Kejadian ini terjadi pada hari senin 02 September 2013 lalu, sekitar pukul 02:17 malam WP, sala seorang  guru yang bertugas di SUPM Negeri Sorong dalam perjalanan dari Modan menuju ke Tempat tugas, namun di tengah perjalanan antara Modan dan Kab  Sorong Aimas    ada sekelompok orang yang perkumpul di pingkiran jalan di tempat kesepian. Lalu korban tersebut tiba di tempat itu dengan menggunakan motor, namun ada sekelopok orang tersebut datang menghampiri dia lalu dipukul Guru tersebut tanpa alasan yang tidak jelas, lalu pelaku tersebut menghilang dari Tempat Kejadian  sehingga korban tersebut tidak bernyawa di Tempat.


Share:

TNI Tewas Diserang TPNPB di Papua





Share:

Puncak Jaya Papua: TPNPB Tembak Satu Anggota TNI, Tiga Senjata Berhasil Rampas

[caption id="attachment_748" align="alignright" width="102"]Jendral TPNPB. Goliath Tabuni Jendral TPNPB. Goliath Tabuni[/caption]

Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat dibawah komando Jendral. Goliath Tabuni, Puncak Jaya Papua kemarin tanggal 31 Agustus 2013 menembak satu anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari batalyon Infantri 753 AVT Nabire.


Puluhan anggota TNI dari Mulia Kota menuju Distrik Tingginambut menggunakan mobil roda 4 Strada. Ketika anggota TNI dalam perjalanan menuju Tingginambut, sudah pantau oleh intelejen Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB).


TPNPB siaga di tengah jalan tunggu TNI pulang kembali ke Mulia, ibu kota kabupaten Puncak Jaya. Pada pukul 04: 00 wp, TNI hendak pulang kembali ke Mulia, TPNPB lepaskan tembakan beberapa kali pada anggota yang duduk diatas mobil strada, saat mobil itu lewat di Kampung Sanoba Distrik Tingginambut.

Share:

Puncak Jaya, TPNPB Tembak Satu Aggota Kopasus

Baku Tembak di Puncak Jaya, Satu Anggota Kopassus Tewas




[caption id="attachment_743" align="alignright" width="314"]Seorang prajurit TNI tewas dalam baku tembak dengan OPM di Puncak Jaya, Papua, Sabtu 31/8/2013 Seorang prajurit TNI tewas dalam baku tembak dengan OPM di Puncak Jaya, Papua, Sabtu 31/8/2013[/caption]

VIVAnews - Aksi baku tembak antara personil TNI dengan kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Goliat Tabuni kembali terjadi di Puncak Jaya, Papua, Sabtu, 31 Agustus 2013.



Baku tembak terjadi di Distrik Tingginambut sekitar pukul 14.00 WIT. Distrik Tingginambut selama ini dikenal sebagai markas OPM. Akibat insiden baku tembak itu satu anggota TNI tewas dan senjatanya dirampas.


Dari data yang berhasil dihimpun, kontak senjata terjadi secara sporadis, anggota sipil bersenjata itu menyerang Pos TNI Tingginambut secara tiba-tiba. Anggota TNI berupaya bertahan sehingga kontak senjata pun berlangsung.

 
Share:

Ketua MSG Serukan Para Pemimpin Tetap Dukung West Papua dan Kanaky

[caption id="attachment_737" align="alignright" width="240"]MSG Ketua Victor Tutugoro berbicara di MSG sekretariat upacara penyambutan pada Senin MSG Ketua Victor Tutugoro berbicara di MSG sekretariat upacara penyambutan pada Senin[/caption]
Ketua baru Melanesia Spearhead Group ( MSG ) , Victor Tutugoro , telah mendesak para pemimpin kelompok sub -regional Melanesia untuk menekan peran utama mereka dalam

kampanye untuk mendukung liberalisasi politik Kanaky - Kaledonia Baru dan Papua Barat .

Tutugoro mengulangi desakan dalam pidatonya pada hari Senin saat upacara penyambutan untuk kunjungan resmi pertamanya ke markas sekretariat MSG di Port Vila, Vanuatu sejak asumsi ketua MSG pada bulan Juni tahun ini .


Para Juru bicara FLNKS juru dan ketua MSG mengunjungi ibukota Vanuatu pekan ini untuk putaran keterlibatan , ini termasuk mengunjungi kursi MSG untuk pertama kalinya dalam kapasitasnya sebagai ketua MSG dan pertemuan dengan pemimpin pemerintahan Vanuatu .


Dalam sambutannya beliau mengatakan ia berencana untuk mengunjungi semua ibukota negara-negara anggota MSG setelah Vanuatu untuk membahas " lima tantangan utama " yang , dalam pandangannya , kelompok Melanesia yang dihadapi saat ini.

Share:

AS Bangun Pangkalan Militer, Pemerintah RI Diminta Waspada

[caption id="attachment_731" align="alignleft" width="163"]Dikhawatirkan pada jangka panjang, tujuan dari penempatan pangkalan militer tersebut tidak sesuai dengan tujuan awal. Dikhawatirkan pada jangka panjang, tujuan dari penempatan pangkalan militer tersebut tidak sesuai dengan tujuan awal.[/caption]

Jurnas.com | PEMERINTAH RI diminta untuk tetap waspada dengan rencana Amerika menempatkan 2500 personel Marinir (USMC) di Robertson Barracks, pangkalan udara Australia yang berada di Darwin.

Pakar Hukum Internasional, Hikmahanto Juwana mengatakan, dikhawatirkan pada jangka panjang, tujuan dari penempatan pangkalan militer tersebut tidak sesuai dengan tujuan awal.

“Kalau menurut saya, kita harus kritis dan selalu waspada. Apa yang diinginkan oleh Pemerintah AS jangan sampai memang betul testing the water, tapi ke depannya nanti ternyata lain karena dia ada kendaraannya di situ,” kata Hikmahanto saat ditemui Jurnal Nasional usai menjadi pembicara Seminar Komisi Kejaksaan RI bertajuk Peran Komisi Kejaksaan RI dalam Meningkatkan Kinerja Kejaksaan, di Hotel Le'Meredian, Jakarta, Rabu (23/11).

Share:

Video Pembukaan Kantor Gratis Kampanye Kemerdekaan Papua Barat di Belanda

[ustream id=37333453 hwaccel=1 version=3 width=480 height=384]
Video streaming by Ustream

[ustream id=37333823 hwaccel=1 version=3 width=480 height=302]
Video streaming by Ustream

[ustream id=37334425 hwaccel=1 version=3 width=480 height=302]
Video streaming by Ustream
Share:

INDONESIA: Polisi di Jayawijaya menembak Papua sakit mental sampai mati

ASIAN HUMAN RIGHTS COMMISSION - PROGRAM SERUAN MENDESAK


Urgent Appeal Kasus: AHRC-UAC-111-2013

20 Agustus 2013
-------------------------------------------------- -------------------
INDONESIA: Polisi di Jayawijaya menembak Papua sakit mental sampai mati

ISU: pembunuhan ekstra-yudisial, kekerasan polisi, hak untuk hidup; impunitas
-------------------------------------------------- -------------------

Dear teman-teman,

The Asian Human Rights Commission (AHRC) telah menerima informasi mengenai penembakan Papua dengan seorang perwira polisi di Jayawijaya, Papua. Dilaporkan bahwa petugas terlibat dalam perkelahian dengan orang yang menderita gangguan mental. Dua orang yang menyaksikan penembakan itu dipukuli dan ditahan di kantor polisi.
Share:

LSM Indonesia kritik kebijakan Australia soal pencari suaka



Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat Indonesia menyampaikan protes kebijakan terbaru dari Pemerintah Australia untuk mengalihkan pencari suaksa ke Papua Nugini dan Nauru.


LSM yang menamakan diri dalam koalisi SUAKA terdiri dari Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia dan Human Rights Working Group menyebut kebijakan Pemerintah Australia itu tidak sejalan dengan prinsip Ham dan Konvensi PBB 1951 mengenai Status Pengungsi


Perdana Menteri Australia Kevin Rudd dan Papua Nugini, Peter Oneil bersepakat untuk menjadikan puau Manus sebagai lokasi proses klaim status pencari suaka menjadi pengungsi.


Kesepakatan serupa juga berlaku dijajaki untuk di Nauru bagi para pencari suaka yang tiba di Australia dengan perahu.


Juru bicara SUAKA, Ali Akbar Tanjung, kepada Radio Australia mengatakan apa yang dilakukan oleh Pemerintah Australia bukanlah sebuah keberhasilan dan melanggar hak asasi para pencari suaka.

Share:

Gratis kantor Kampanye Papua Barat dibuka di Belanda

6 Agustus 2013
belanda officeOn 15 Agustus 2013, kami membuka kantor baru di Den Haag, Belanda. Puluhan orang menghadiri hari bersejarah ini, langkah lain yangnetherlands-office-320x240 sangat penting di jalan menuju Papua Barat penentuan nasib sendiri dan kemerdekaan.


Melalui kantor ini dan cabang-cabang lain di seluruh dunia, kami akan terus mendidik dan menginformasikan masyarakat internasional sehingga semua akan dapat memahami mengapa rakyat Papua Barat yang menangis untuk kebebasan dari colonialism.We Indonesia akan terus berjuang melawan ilegal pekerjaan, penderitaan dan genosida di Papua Barat oleh pasukan keamanan militer dan Indonesia.

belanda kantor office2This adalah jantung dari perjuangan yang sangat sendiri di mana kampanye kebebasan Papua Barat internasional dimulai tepat 51 tahun yang lalu di Den Haag saat pemerintah Belanda menandatangani apa yang disebut "New York Agreement" di bawah tekanan dari Amerika Serikat dan Indonesia dan oleh karena itu bangsa Papua Barat secara ilegal diduduki oleh Indonesia dan perjuangan internasional melawan kolonialisme lahir.
Share:

Mendukung Pembukaan Kantor FWPC NL, Ribuan Rakyat Hadiri Parade Budaya di Jayapura

Mendukung Pembukaan Kantor FWPC NL, Ribuan Rakyat Hadiri Parade Budaya di Jayapura




[caption id="attachment_682" align="alignleft" width="314"]Parade Budaya di Jayapura 15 Agustu 2013 Parade Budaya di Jayapura 15 Agustu 2013[/caption]

KNPB Jayapura: Ribuan rakyat Papua mendukung pembukaan kantor Kampanye Papua Merdeka di Belanda , dan protes atas Perjanjian New York Agreement 15 Agustus 1962 yang dilakukan sepihak demi kepentingan Negara kapitalis dan colonial atas bangsa Papua.


Demo damai tersebut berlangsung kemarin tanggal 15 Agustus 2013, tempat di Expo Waena depan Museum Budaya Papua. Demonstran hadiri dari berbagai sector yang ada antaranya KNPB Kota Madya dan KNPB Sentani dan KNPB pusat bersama ribuan rakyat berkumpul di Expo Waena.


Demonstrasi yang dinamakan dengan Prade Budaya ini dimulai pukul: 08: 12 WP, hingga selesai sore hari. Pidato politik terus bergantian disampaikan oleh Agus Kosai selaku Ketua I KNPB Pusat, Warpo Sampari Wetipo Koordinator Aksi Demo Damai dan Buchtar Tabuni Ketua Parlement West Papua.

Share:

Aparat TNI dan Polisi Upaya Gagalkan Demo KNPB

P1010863Polda Papua dan jajarannya terus lakukan upaya gagalkan demo damai, 15 Agustus 2013 yang sebelumnya rencanakan KNPB, dalam rangga terkait 15 Agustus 1962 Perjanjian New York Agreement, dan Mendukung Pembukaan Kantor Free West Papua Campaign NL di Negeri Belanda.


Upaya aparat kepolisian Polres Jayapura telah melakukan tindakan penangkapan terhadap ketua I KNPB Agus Kosai dan beberapa anggota KNPB lainnya.


Hal itu terjadi Rabu 14 Agustus 2013, sekitar pukul 16:00 wp di pos Polsek kampung harapan, penangkapan terjadi sejak Agus Kosai dan rombongan membawa sound system untuk persiapan kegiatan dari Waena ke lapangan Theys Hio Eluai.

Share:

Anggota Polisi Polres Jayawijaya Wamena, Menembak Seorang Pemuda

[caption id="attachment_661" align="alignleft" width="158"]Irwan Wenda (27) Irwan Wenda (27)[/caption]

Wamena Papua kemarin Polisi menembak pemuda dari Kabupaten Lani Jaya Papua, penembakan itu terjadi di Jln. Ahmad Jani, Depan Warnet Papua.com. Jarak sekitar 15 m


eter dari Polres Jayawijaya antara tempat kejadian. Insiden itu terjadi pada Kamis 8 Agustus 2013, Pukul:10: 30 WP.


Penembakan dilakukan oleh satu anggota Polisi dari lima anggota Polisi di tempat kejadian, Polisi menembak dia ketika korban mengatakan kepada lima anggota Polisi, “Pesawat sudah mendarat jadi menyimpan barang-barang”, kata korban kepada lima anggota Polisi itu.

Share:

Papua activist blames deadly shooting on military firing at ambulance



rnziPapua activist blames deadly shooting on military firing at ambulance


Posted at 06:28 on 08 August, 2013 UTC

An independence campaigner in Indonesia’s remote Papua province says a deadly shooting last week was the fault of Indonesian soldiers, who shot at an ambulance.

Reports from local media say one man, Erik Yoman, was killed, and several others injured, including medical officers.

Yasons Sambom says the ambulance was attending to a pregnant woman when the gunmen opened fire, and local rebels would never shoot at an ambulance.
Share:

Papuans Behind Bars: Juli 2013

Papuans Behind Bars: Juli 2013PapuansBehinBars


Ringkasan


Pada akhir Juni 2013, terdapat 57 orang tahanan politik dalam penjara di Papua.  Sebanyak lima orang ditangkap bulan ini; namun empat yang ditahan telah dibebaskan tanpa tuduhan. Kelimanya ditahan karena keterlibatan mereka dalam demonstrasi atau pertemuan damai.  Informasi baru diterima dari sumber-sumber dan laporan surat kabar setempat menyoroti keparahan akses yang tidak mencukupi ke perawatan medis yang dihadapi oleh tahanan politik.


Vonis untuk kasus perayaan Hari Pribumi di Yapen dan kasus amunisi di Abepura telah disampaikan, sedangkan persidangan untuk Matan Klembiap, dalam kasus penangkapan Depapre, dan penangkapan Sarmi masih diteruskan. Persidangan untuk kasus 1 Mei di Aimas akan dimulai pada bulan Agustus. Informasi baru diterima telah menjelaskan kasus Atis Rambo Wenda yang keliru dilaporan sebagai Athys Wenda di Update Juni kami.

Share:

Pendeta Menolak Usulan Doa Untuk Perjuangan Kemerdekaan Papua dari Mimbar, Akhirnya Terjadi Keributan

[caption id="attachment_648" align="alignleft" width="78"]Yali Bahabol Yali Bahabol[/caption]

Sentani 21 Juli 2013,  Jemaat Bukit Tabor  Dedominasi Gereja GIDI Kelasis Senja tengah Khotbah seorang pendeta terjadi keributan, akibat pendeta dalam khotbahnya menyinggung perjuangan kemerdekaan Papua Barat, yang sangat pertentangan dan merendahkan martabat perjuangan kemerdekaan bangsa Papua. Hal itu dikatakan Yali Bahabol kepada media ini (5/8/2013) dari rumahnya di Sentani Papua.


Yali Bahabol menghentikan khotba dari Pdt. Fredi Ayomi di Jemaat Bukit Tabor Gereja GIDI. Yali menceritakan kejadian itu, kepada media ini. Yali baru 2 kali ikut ibadah hari minggu di Gereja GIDI Jemaat Bukit Tabor, “saya dua kali ikut ibadah itu, semua pendeta di Jemaat itu tidak pernah doakan untuk perjuangan kemerdekaan bangsa Papua, misi penjelamatan umat Tuhan yang dijayah bangsa Indonesia ini” kata Yali.

Share:

Australia tidak bisa mengabaikan pelanggaran hak asasi di Papua Barat

Ad4522661St1Sz170Sq22689926V0Id1Sementara itu terpuji, menteri luar negeri Australia menyerukan penyelidikan atas pembunuhan pemimpin kemerdekaan damai, Mako Tabuni, anggota parlemen masih belum menerima informasi yang memadai tentang penyelidikan ini melalui senat perkiraan permintaan.

Sayangnya, meskipun panggilan Wenda untuk mengakhiri pendudukan ilegal Indonesia dan pelanggaran HAM berat, menteri luar negeri menolak Dukungan Australia untuk kebebasan Papua Barat sebagai 'idealis' dan 'benar-benar tak terbayangkan', takut 'apa biaya dalam hal persahabatan kita dengan Indonesia dan dalam hal anggaran kami dari pengaturan yang berbeda. "

Namun, Jennifer Robinson mengakui ada beberapa hal Australia bisa melakukan, sementara menghormati integritas teritorial Indonesia. Ini termasuk, mendorong akses yang lebih besar bagi wartawan sehingga kita tahu apa yang terjadi di sana, serta meningkatkan sejumlah masalah hak asasi manusia yang tercantum dalam perjanjian PBB yang ditandatangani Indonesia.

Share:

Indonesia menegaskan pembatasan kebebasan berekspresi di Papua kepada Komite HAM PBB

[caption id="attachment_642" align="alignleft" width="337"]HRCtte108sesIndoJul11 Sesi Komite HAM PBB di Jenewa[/caption]

Siaran Pers Bersama oleh Fransiskan International, Hak Asasi Manusia dan Perdamaian untuk Papua (ICP), Imparsial, KontraS, Tapol dan Papua Barat Jaringan


(11 Juli 2013, Jenewa) Pada tanggal 10 dan 11 Maret 2013 Komite Hak Asasi Manusia PBB terakhir pelaksanaan Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik, salah satu hak asasi manusia yang paling penting yang sudah diratifikasi Indonesia dan memiliki kewajiban untuk mengimplementasikan untuk menjamin perlindungan hak-hak di Indonesia.


Komite menyoroti kekerasan yang sedang berlangsung di Papua dan menyesalkan penggunaan kekuatan berlebihan oleh pasukan keamanan Indonesia. Karena tidak ada mekanisme yang efektif yang tersedia untuk menahan anggota militer akuntabel, Komite melihat kembali kejadian pelanggaran seperti kemungkinan sampai Indonesia mengambil langkah-langkah untuk mengembangkan prosedur pengaduan yang efektif. Komite mengacu pada tingginya angka pembunuhan di luar hukum yang terjadi di Papua selama 2 tahun terakhir dan menyesalkan penggunaan kekerasan dalam membubarkan protes damai di Papua.

Share:

Jayapura Papua, Densus 88 Lakukan pengerebekan Rumah David Tarko

 “Tengah Ibadah Minggu Pagi Warga Jemaat GKI ELIM Berap Dikejutkan Dengan  Penggebrekan dan Rentetan Penembakan DENSUS-88 Di Rumah Tuan David Tarko”.


Kapolres Jayapura dan rekan-rekan saat pengobatan masal di Kampung Brab

Kapolres Jayapura dan rekan-rekan saat pengobatan masal di Kampung Brab

Pada tanggal 29 Juni 2013, telah dilakukan Pengobatan Masal oleh Kapolres bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura di Kampung Berab, di Gedung Gereja GKI ELIM Berab. Kegiatan yang pada intinya pengobatan masal terhadap masyarakat dengan membagi-bagi sembako kepada masyarakat setempat. Namun dari pantauan lapangan, masyarakat merasa aneh dengan pengobatan tersebut karena yang ikut hanya setengah dari jumlah penduduk di kampung tersebut.


Pendekatan terhadap masyarakat yang dilakukan TNI/Pori di Papua adalah, bukan untuk niat baik, contohnya kasus ini, bahwa awalnya pengobatan masal oleh Kapolres Jayapura dan Dinas kesehatan Jayapura. Namun tidak lama kemudian terjadi pengerebekan terhadap rumah David Tarko.

Share:

Kebebasan dari rasa takut dan ingin, keharusan pembangunan berkelanjutan

Kebebasan dari rasa takut dan ingin, keharusan pembangunan berkelanjutan





libya_report_intThe Deklarasi Milenium , yang merupakan komitmen para pemimpin politik dunia untuk mencapai perkembangan global, berperan dalam menetapkan delapan tujuan yang akan dicapai pada 2015. Tujuan tersebut bertujuan untuk mengurangi kemiskinan dan kelaparan, mempromosikan pendidikan dan kesetaraan gender, serta meningkatkan kesehatan dan kemitraan global untuk pembangunan.

Sebagai tanggal target 2015 dari Millenium Development Goals (MDGs) alat tenun dekat, masyarakat internasional telah mempersiapkan agenda pembangunan baru yang harus menangani pembangunan yang tersisa tantangan yang dihadapi dunia. Setelah KTT Rio +20 tahun lalu, di mana negara-negara anggota menegaskan kembali pentingnya menghormati dan mempromosikan hak asasi manusia bagi semua, Majelis Umum PBB diperkirakan akan lulus, pada September 2013, resolusi pertama pada kerangka pembangunan yang harus mengikuti MDGs.
Share:

Indonesia menegaskan pembatasan kebebasan berekspresi di Papua kepada Komite HAM PBB

Siaran Pers Bersama oleh Fransiskan International, Hak Asasi Manusia dan Perdamaian untuk Papua (ICP), Imparsial, KontraS, Tapol dan Papua Barat Jaringan


(11 Juli 2013, Jenewa) Pada tanggal 10 dan 11 Maret 2013 Komite Hak Asasi Manusia PBB terakhir pelaksanaan Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik, salah satu hak asasi manusia yang paling penting yang sudah diratifikasi Indonesia dan memiliki kewajiban untuk mengimplementasikan untuk menjamin perlindungan hak-hak di Indonesia.

Komite menyoroti kekerasan yang sedang berlangsung di Papua dan menyesalkan penggunaan kekuatan berlebihan oleh pasukan keamanan Indonesia. Karena tidak ada mekanisme yang efektif yang tersedia untuk menahan anggota militer akuntabel, Komite melihat kembali kejadian pelanggaran seperti kemungkinan sampai Indonesia mengambil langkah-langkah untuk mengembangkan prosedur pengaduan yang efektif. Komite mengacu pada tingginya angka pembunuhan di luar hukum yang terjadi di Papua selama 2 tahun terakhir dan menyesalkan penggunaan kekerasan dalam membubarkan protes damai di Papua.

Share:

Pandangan Hambatnya Perjuangan Kemerdekaan Papua

Artikel ini dipelajari oleh semua pejuang untuk dilanjutkan kepada sesama


Himbauan umum ini ditunjukan kepada seluruh Rakyat, Organ Perjuangan, Intelek dan pejuang kemerdekaan bangsa Papua Barat bahwa: Situasi papua saat-saat ini Badan Intelejen Negara [BIN] Republik Indonesia sedang bermain untuk menghancurkan perjuangan Kemerdekaan bangsa Papua. Hal ini BIN bermain dengan berbagai macam cara adalah, [BIN] hasut memprovokasi organ perjuangan untuk meroba Ideologi perjuangan, dari Proklamasi ke Proklamasi, dan menjadi perubahan Bendera bangsa serta buat bendera bangsa sendiri-sendiri, ini semua adalah permainan Badan Intelejen Negara untuk menghancurkan Perjuangan Kemerdekaan bangsa Papua.
Share:

TNI Khawatir, atas TPNPB-OPM Lahirkan Situs Resmi WPNLA.NET

Separatis pun Bermain di Dunia Maya


REP | 07 March 2013 | 14:16 Dibaca: 246   Komentar: 0   1 bermanfaat


KompasianaBeberapa waktu lalu, penulis pernah mengemukakan opini tentang Sudah Waktunya TNI Memiliki Tentara Dunia Maya atau Cyber Army (http://www.kompasiana.com/darah.pribumi). Mengingat, internet telah mencipta-kan dunia baru dengan segala kemudahan dan pengaruh besarnya, yakni dunia maya atau cyberspace yang merupakan sebuah dunia komunikasi berbasis komputer dan menawarkan realitas berbentuk virtual (secara tidak langsung dan tidak nyata).


Pengaruh besar dari pemanfaatan dunia maya sebut saja diantaranya, kala Timor Leste bergolak menuntut dilaksanakannya referendum, melakukan penggalangan opini masyarakat internasional melalui dunia maya. Kala itu, Agustus 1997, dengan bantuan hackers dari Portugal, berhasil merubah (defaced) tampilan situs resmi dari Mabes ABRI (sekarang Mabes TNI). Mereka melakukan perubahan terhadap isi dari situs tersebut (defaced) serta meluncurkan opini dan pernyataan yang menyudutkan ABRI (TNI) dengan tujuan akhir politisnya kemerdekaan bagi Timor Timur (east timor).

Share:

Papua Merdeka Atau Tidak, Pasti akan Merdek!

Cepat atau lambat Papua pasti merdeka, oleh karena itu komentar murahan yang di sampaikan olh BIN, BAIS, INTELJEN dan orang yang menjadi kaki tangan indonsia atau PAPINDO di wilayah West Papua.



Kita orang Papua jangan takut dan pesimis tetapi kita tetap optimis dan berjuang dengan sekuat jiwa dan raga dan mengutamakan Tuhan Yessus sebagai panglima revolusi dunia yang tidak sama dengan pikiran manusia duniawi karena kami punya pengalaman buruk bagi Indonsia bahwa waktu Indonesia masih menjajah Timor-Timor itu, mereka mengangkap orang Timor2 itu tidak bisa buat korek sendiri jadi tidak biasa merdeka tetapi apa yang terjadi, waktu Tuhan Yesus balikan angkapan orang2 pintar Indonsia itu dan Timor-Timor bisa menentukan nasib sendiri itu bukti nyata bukan hayalan atau dongeng.

Share:

Indonesia akan hadir di depan Komite HAM PBB

[caption id="attachment_612" align="alignleft" width="300"]Dialog Komite HAM PBB dilakukan secara reguler dengan anggota yang meratifikasi Konvensi HAM. Dialog Komite HAM PBB dilakukan secara reguler dengan anggota yang meratifikasi Konvensi HAM.[/caption]

Indonesia akan hadir untuk pertama kali di depan Komite Hak Asasi PBB yang memantau pelaksanaan perjanjian internasional tentang hak sipil dan politik.


Badan HAM PBB yang bermarkas di Jenewa mengatakan kehadiran Indonesia ini pada tanggal 10 Juli pekan depan merupakan proses reguler yang dilakukan oleh organisasi dunia ini terhadap negara-negara yang meratifikasi konvensi tentang HAM.


Indonesia meratifikasi Konvensi Internasional tentang Hak Sipil dan Politik pada 2006.


"Sebagai salah satu dari 167 negara anggota Konvensi Internasional tentang Hak Sipil dan Politik, Indonesia diwajibkan untuk menjalani pemeriksaan reguler tentang catatan hak asasi di depan komite yang bermarkas di Jenewa," kata kantor PBB.

Share:

The Blue King Brown & Benny Wenda in Glastonbury Festival 2013

Dalam video ini fantastis, Benny menyambut ke panggung untuk membuat pidato untuk kebebasan umat-Nya.
Suara Papua Barat mencapai seluruh dunia, kami tidak akan pernah berhenti sampai bendera bintang kejora dapat dinaikkan secara bebas di atas setiap city Papua Barat, village, dan gunung.

Papua Merdeka!




Share:

Socratez Nilai Miring Kepemimpinan Tito

[caption id="attachment_601" align="alignleft" width="143"]SOCRATES YOMAN SOCRATES YOMAN[/caption]

Jayapura - Apresiasi yang diberikan sejumlah Tokoh Papua seperti Ketua LMA Port Numbay George Awi dan Ketua LMA Provinsi Papua Lenis Kogoya, SH, MH, terhadap kepemimpinan Kapolda Papua Irjend (Pol) Drs. M. Tito Karnavian, MA, Ph.D,  yang dinilai telah memberikan banyak dampak positif  bagi Papua, ternyata  mendapat penilaian  berbeda dari salah seorang Tokoh Gereja yang terkenal Vokal Socratez Sofian Yoman.  Ia justru memberikan penilaian yang terbalik.  Socratez  menilai bahwa Kapolda Papua Irjen (Pol) Drs. M. Tito Karnavian, MA, Ph.D adalah pembungkam demokrasi bagi rakyat asli Papua.



“Jadi dengan tegas saya katakan bahwa Kapolda adalah orang yang merusak demokrasi di atas Tanah Papua, orang yang membunuh demokrasi Papua, juga menghancurkan kebebasan bereksperesi Orang Asli Papua (OAP),” tegas Socratez  kepada Bintang Papua, di Toko Buku “Yoman Ninom”, di Jalan Tabi - Tobati, Nomor 001, atau lebih dikenal dengan Jalan Jeruk Nipis - Furia, kemarin sore Kamis (4/7) sekira pukul 16.00 WIT.

Share:

Papuans Behind Bars: Juni 2013

  PapuansBehinBarsPapuans Behind Bars: Juni 2013


Ringkasan


Pada akhir Juni 2013, terdapat 57 orang tahanan politik dalam penjara di Papua. Sebanyak 4 orang ditangkap pada bulan ini, semuanya dibebaskan tanpa tuduhan. Laporan dari sumber HAM setempat telah mengungkapkan rincian baru mengenai penangkapan 4 orang tahanan politik yang telah berada di penjara, baik yang sebelumnya tidak terdaftar atau sedikit diketahui.  Banyak dari laporan-laporan tersebut menjelaskan penyiksaan brutal yang dilakukan terhadap tahanan politik oleh aparat keamanan. Sebanyak 23 orang dilaporkanmendapatkan penyiksaan, termasuk diantaranya 6 orang aktivis KNPB dalam kasus peledakan bom di Timika dan 11 orang pada kasus perayaan 1 Mei di Timika.


Download:


https://www.box.com/s/ok13ymfavgcntjijnv8w

Share:

HISTORICAL FLASHBACK OF WEST PAPUA

HISTORICAL FLASHBACK OF WEST PAPUA
(Kilas Balik Sejarah Papua)


Untuk lebih lengkap silakan download pada link dibawah ini:


Download File:

https://www.box.com/s/ok13ymfavgcntjijnv8w
Share:

Isu Papua di Radio ABC Australia

West Papua advocacy a thorny issue for new minister


Updated 3 July 2013, 17:17 AEST



Australia's new Minister for International Development Melissa Parke has refused to comment on how her appointment would be viewed in Indonesia.








West Papua advocacy a thorny issue for new minister (Credit: ABC)








Last year Ms Parke defied a request from then acting Foreign Minister Craig Emerson to boycott a meeting on the disputed provinces of Papua.

The former United Nations Human Rights Lawyer says her focus is on the aid program.
Share:

Vanuatu mungkin hubungan berat dengan Indonesia atas Papua Barat

Oleh Ricky Binihi




[caption id="attachment_587" align="alignleft" width="240"]Vanuatu Pimpinan dan anggota Kantor Papua Barat di Port Vila memotong kue untuk memperingati ulang tahun 51 dari Morning Star. Vanuatu Pimpinan dan anggota Kantor Papua Barat di Port Vila memotong kue untuk memperingati ulang tahun 51 dari Morning Star.[/caption]

Pemerintah selanjutnya Vanuatu, jika mosi tidak percaya terhadap PM Sato Kilman berhasil di Parlemen, akan bekerja lebih dengan rakyat Papua Barat dan Vanuatu bisa memotong hubungan diplomatik dengan Indonesia.


Itu adalah pesan tokoh dan simpatisan Barat penyebab Papua terdengar saat bendera Bintang Kejora dikibarkan di Markas Vete di Port Vila untuk memperingati Kemerdekaan Papua Barat sejak 1961.


Mantan Kepala Negara Mr Kalkot Matas Kelekele, Melanesia Partai Progresif Presiden dan mantan Perdana Menteri Vanuatu, Barak Sope, Presiden Graon dan Jastis Partai MP Ralph Regenvanu, mantan Menteri Luar Negeri MP Joe Natuman, MPP Malekula MP Sai Esmon, Dr John Ondawame, Papua Barat pemimpin vokal Andy Ayamiseba, dan anggota dari hirarki Vete semua hadir pada tanggal 1 Desember.


Mantan Presiden Matas Kelekele yang dilaporkan mengatakan kepada Presiden Indonesia ia masih berdoa untuk Melanesia di Papua Barat mengatakan "kolonisasi oleh Indonesia dari Papua Barat adalah dosa."

Share:

Ini Pesan Goliath Tabuni Untuk Kapolda Papua dan Pangdam XVII/Cenderawasih

Jenderal Goliath Tabuni, Panglimat Tertinggi TPN-PB (Foto: Ist)

Jenderal Goliath Tabuni, Panglimat Tertinggi TPN-PB (Foto: Ist)

PAPUAN, Puncak Jaya — Panglima Tertinggi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB), Jenderal Goliath Tabuni berpesan kepada Kapolda Papua dan Pangdam XVII/Cenderawasih agar dapat memberikan pendidikan yang baik kepada anak buah mereka di wilayah tanah Papua.

“Harap Kapolda Papua dan Pangdam XVII/Cenderawasih dapat berikan pendidikan yang baik kepada anggota, agar mereka tidak melanggar aturan perang dan hukum Internasional, terutama konvensi Jenewa IV soal perlindungan orang sipil di waktu perang,” ujar Jenderal Goliath, seperti ditulis website resmi TPN-PB, www.wplna.net, kemarin.

Dalam rilis tersebut, Jenderal Goliath juga mengaku bertanggung jawab atas tewasnya dua anggota TNI dari Yonif 753 Nabire, yang ditembak anak buahnya atas perintah dirinya, pada 25 Juni 2013 lalu di Distrik Ilu (baca: Goliath Tabuni Bertanggung Jawab Atas Tewasnya Dua Anggota TNI).

“Saya siap layani TNI/Polri jika ada yang melakukan pengejaran terhadap anggota saya, dan kemarin kami sudah ambil senjata milik anggota itu, sekarang justru kekuatan kami semakin banyak, jadi kami tidak ragu lagi kalau ada pengejaran terhadap kami, asalkan jangan terhadap masyarakat sipil Papua,” tegas Jenderal Tabuni.

Jenderal Goliath juga meminta kepada media local, nasional, dan internasional agar tidak menyimpang dalam pemberitaan, sebab pelaku penembakan, dan yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut adalah dirinya selaku panglima tertinggi TPN-PB.

Share:

OPM Claims Responsibility for Fatal Shooting of TNI Soldier in Papua

[caption id="attachment_580" align="alignleft" width="314"]Indonesian Military (TNI) soldiers arrive at Tanjung Emas Port in Semarang after a six-month assignment in the restive Papua province in this Feb. 28, 2013 file photo. (JG Photo/Dhana Kencana) Indonesian Military (TNI) soldiers arrive at Tanjung Emas Port in Semarang after a six-month assignment in the restive Papua province in this Feb. 28, 2013 file photo. (JG Photo/Dhana Kencana)[/caption]

Jayapura. The Free Papua Movement (OPM) has claimed responsibility for the fatal shooting of an Indonesian Military (TNI) soldier, which also left a civilian dead in the Papua district of Puncak Jaya on Tuesday.


Second Lt. I Wayan Sukarta, the head of the TNI station in Puncak Jaya’s Ilu subdistrict, was traveling in a car along with two lower-rank soldiers when a group of armed men attacked them with rifles in Jigonikme village in Ilu.


They managed to contact the station for help, but Sukarta and the civilian driver of the car, who has been identified as Tono, were already dead as more soldiers arrived in the location on Tuesday afternoon.


“There were, more or less, seven attackers who carried riffles,” Papua Police spokesman Sr. Comr. I Gede Sumerta Jaya said on Tuesday.


On Wednesday, Goliath Tabuni, the commander of the OPM’s National Liberation Army (TPN), claimed responsibility for the attack.


“The shooting was done by my members, on my order,” Goliath told Suara Pembaruan. “If the TNI and the National Police wish to hunt for the shooters, then come look for me or my members, not Papua civilians.”

Share:

New ICP Report Details Extent of Violations in Papua

International Colition for Papua


New ICP Report Details Extent of Violations in Papua


Human Rights and Peace for Papua, the international coalition for Papua (ICP) of faith-based and civil society organisations is publishing its third report on the human rights situation in Papua together with Franciscans International. The 2013 report has now been released and is available for download at www.humanrightspapua.org. The report covers cases of violations of civil, political, economic, social, cultural as well as indegenous peoples' rights. It was prepared by a group of human rights organisations based in Papua, Jakarta and abroad and covers events between October 2011 and March 2013.

The report shows that the level of human rights violations has not been reduced while impunity widely prevails. Jakarta's approach to address the problem with accelerated economic development has caused a widening of the social gap in Papua. Frustrations over continued violence and injustice angers indigenous Papuans. Download PDF: http://www.humanrightspapua.org/images/docs/HumanRightsPapua2013-ICP.pdf

Share:

West Papuan independence fighter claims he killed Indonesian soldiers

rnziPosted at 07:04 on 26 June, 2013 UTC


A West Papua rebel leader has claimed responsibility for the killing of three Indonesian soldiers.


The claim was made by a General of the National Liberation Army of West Papua, Goliath Tabuni.


The rebel group says General Tabuni gave the command to his forces to shoot two members of the military, or TNI, in the remote Ilu district in Puncak Jaya.


The attack happened yesterday and initial reports said a civilian taxi driver was also killed.


General Tabuni says the man was not a taxi driver but a military intelligence officer.

Share:

Jendral Goliath Tabuni Bertanggungjawab atas Penembakan 2 Anggota TNI di Puncakjaya

[caption id="attachment_570" align="alignleft" width="300"]West Papua National Liberation Army West Papua National Liberation Army[/caption]

Jendral Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Goliath Tabuni Bertanggungjawab atas penembakan 2 anggota TNI di Kampung Jigonikme, Distrik Ilu,Kabupaten Puncak Jaya.


Goliath Tabuni melaporkan pagi ini via telpon kepada Admin WPNLA bahwa, saya bertanggungjawab atas penembakan 2 anggota TNI dari satuan 753 Nabire di Ilu Kabupaten Puncakjaya.


Penembakan terjadi pada Selasa (25/6/2013) sekitar pukul 14.00 WP. Goliath mengatakan, penembakan itu dilakukan dari anggota saya, dan atas perintah saya. Kemudian  terkait yang dilansir beberapa media bahwa seorang masyarakat sipil yang adalah sopir taksi yang menumpang anggota TNI, tegas Goliath tadi via telpon, itu bukan sopir taksi, tapi itu intelejen dari TNI 753 yang biasa antar-antar mereka.

Share:

TPNPB-OPM TEMBAK ANGGOTA TNI TEWAS

TNIJayapura, 25/6 (Jubi) – Penembakan kembali terjadi di wilayah Puncak Jaya, Papua, Selasa (25/6). Korban adalah seorang anggota TNI dari Yonif 753 Nabire, Letnan Dua I Wayan Sukarta bersama seorang warga sipil yang berprofesi sebagai sopir, Tono ditembak kelompok bersenjata, Selasa (25/6) sekitar pukul 14.00 WIT.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol I Gede Sumerta Jaya peristiwa penempakan tersebut terjadi di Kampung Jigonikme, Distrik Ilu,Kabupaten Puncak Jaya.

“Penembakan dilakukan oleh kelompok bersenjata. Diperkirakan pelaku kurang lebih tujuh orang dengan menggunakan senpi laras panjang. Akibat insiden itu Letda I Wayan Sukarta anggota Yonif 753 mengalami luka tembak di bagin kepala, tulang kering kaki kanan, luka bacok di bahu kanan, luka bacok di paha kanan dan luka iris di pipi kiri. Korban meninggal dunia di TKP,” kata I Gede kepada tabloidjubi.com, Selasa malam (25/6).

Share:

Seluruh Kota di Papua diwarnai Tulisan “West Papua Freedom”

[caption id="attachment_558" align="alignleft" width="300"]Wamena Wamena[/caption]

Tulisan “West Papua Freedom” hampir semua kota di Papua tertulis pada tembok-tembok pagar dan rumah serta gedung-gedung umum bertuliskan “West Papua Freedom” tidak hanya tulisan ini. Namun beberapa tulisan dengan cat warnah merah, diantaranya “Referendum Yes, Papua Merdeka, We Want To be Free dan Indonesia no West Papua Yes”.


Wamena Kota Kabupaten Jayawijaya, di beberapa jalan raya tembok besar tertulis tulisan “West Papua Freedom”. Tulisan ini ditulis oleh Masyarakat Papua sendiri, keinginan mereka sampaikan kepada pemerintah Indonesia dan kepada public dengan cara seperti ini.


Kemudian untuk saat ini Polda Papua membatasi semua ruang demokrasi, untuk menyampaikan pendapat rakyat kepada pemerintah Indonesia maupun Internasional melalui demokrasi terbuka, tetapi karena saat ini bungkam semua demokrasi di seluruh tanah Papua oleh Polda Papua, maka jalan satu-satunya rakyat menyampaikan tuntutan pendapat mereka dalam hal ini, (Self-Determination) Penentuan Nasib Sendiri Bangsa Papua dengan cara menulis di Tembok-Tembok dengan cat berwarna.

Share:

Pembakaran Kantor Polres Pegunungan Bintang, adalah bentuk membelah diri dari Masyarakat

[caption id="attachment_530" align="alignleft" width="150"]Satpol PP dan Polisi Serang Masyarakat Satpol PP dan Polisi Serang Masyarakat[/caption]

Oksibil, Pegunungan Bintang  pada hari  minggu tanggal 16 Juni tahun 2013  pukul: 08.00 WP, telah beradu mulut antara salah seorang  anggota Polres Pegunungan Bintang dengan seorang  pemuda yang bernama  LEO ALMUNG, pada saat itu mengkonsumsi minuman beralkohol bersama–sama dengan salah satu anggota Polres Pegunungan Bintang. Namun seorang anggota Polres ini tidak terima akhirnya menembaki kaki kiri pada betis Leo Almung, sehingga Leo berlumuran darah dan  di larikan ke Rumah Sakit Oksibil untuk mendapatkan  perawatan  intensif dan  sampai sekarang masih  rawat di Rumah Sakit Oksibil.


Sedangkan dari media Bintang Papua edisi 17  Juni 2013  yang menulis penaggapan terhadap bandar togel sehingga terjadi penyerangan itu sangat tipu, sedangkan warga penduduk asli orang Oksibil tidak ada yang bandar togel di Oksibil, kecuali orang pendatang yang nota bene tidak punya tanah yang datang tempel seperi benalu itu yang bandar togel, maka informasi yang diterima Koran bintang Papua oleh Kabid. Humas Polda adalah, sangat tipu pembohongan public.

Share:

Entri Populer

Label

Arsip Blog

Recent Posts

Featured Post

Papua Merdeka Atau Tidak, Pasti akan Merdek!

Cepat atau lambat Papua pasti merdeka, oleh karena itu komentar murahan yang di sampaikan olh BIN, BAIS, INTELJEN dan orang yang menjadi kak...

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.