Tulisan “West Papua Freedom” hampir semua kota di Papua tertulis pada tembok-tembok pagar dan rumah serta gedung-gedung umum bertuliskan “West Papua Freedom” tidak hanya tulisan ini. Namun beberapa tulisan dengan cat warnah merah, diantaranya “Referendum Yes, Papua Merdeka, We Want To be Free dan Indonesia no West Papua Yes”.
Wamena Kota Kabupaten Jayawijaya, di beberapa jalan raya tembok besar tertulis tulisan “West Papua Freedom”. Tulisan ini ditulis oleh Masyarakat Papua sendiri, keinginan mereka sampaikan kepada pemerintah Indonesia dan kepada public dengan cara seperti ini.
Kemudian untuk saat ini Polda Papua membatasi semua ruang demokrasi, untuk menyampaikan pendapat rakyat kepada pemerintah Indonesia maupun Internasional melalui demokrasi terbuka, tetapi karena saat ini bungkam semua demokrasi di seluruh tanah Papua oleh Polda Papua, maka jalan satu-satunya rakyat menyampaikan tuntutan pendapat mereka dalam hal ini, (Self-Determination) Penentuan Nasib Sendiri Bangsa Papua dengan cara menulis di Tembok-Tembok dengan cat berwarna.
Hal ini terjadi sama juga di Nabire, Jayapura sekitar Abe Waena, Sentani dan Kabupaten lainnya pun tertulis dengan cat berwarna “REFERENDUM YES” dan tuntutan lain.
Ketika Tito Karnavian menjadi Kapolda Papua sampai hari ini, tidak ada demokrasi bagi rakyat Papua, lebih khusus untuk kebebasan berekspresi tidak berlagi di Provinsi Papua dan Papua Barat.
Oleh Karena itu, rakyat Papua menyapaikan pendapat mereka dengan cara menulis tuntutannya di tembok secara sembunyi-sembunyi dengan cat berwarna.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar