Seorang Mahasiswa dianiaya oleh puluhan anggota Polisi, hingga teliga kiri bocor mengalami kangguan kedengaran. Hal ini terjadi pada tanggal (08/09/2013) di Jln. Kehiran dekat kolam pemancingan Kabupaten Jayapura, Papua.
Penganiayaan ini terjadi karena, awalnya tiga orang asli sentani lantaran Mabuk kejar salah satu orang asal Jawa. Karena itu salah satu ibu yang melihat pengejaran orang asli Jawa itu, menelpon Polisi untuk datang mengamankannya. Tetapi para pelaku pengejaran tiga orang itu, menghilang di semak-semak bagian belakang kolam pemancingan Kehiran Sentani.
Namun korban atas nama ANDARI BAHABOL (24) adalah, seorang mahasiswa Universitas Sains Tegnologi Jayapura (USTJ), pada hari itu Andari setelah mengantar penumpang ojek, di Pasar Baru Sentani, tetapi kakaknya panggil untuk segerah ke rumah, “saya pulang kerumah lewat jalan kehiran, dari dekat kolam pemancingan melihat orang keributan, saya berhenti dan parker motor di pinggir jalan melihat mereka dari pinggir jalan. Tidak lama kemudian puluhan Polisi dari Polsek kota Sentani tiba di tempat dengan satu mobil Patroli. Mereka turun dari mobil tanpa tanya memukul saya dari tiga anggota Polisi yang datang dengan senjata lengkap”, kata Andari ketika menemui media ini pada (10/09/2013) di Sentani.
Lanjut Andari “tiga anggota Polisi itu berturut turut memukul saya dengan rotan, di bagian belakang saya dan kepala sampai telinga saya bocor berlumuran darah. Polisi masih mau pukul saya tetapi satu orang yang melihat saya parkir motor, dia datang berkata kepada Polisi “dia ini bukan pelaku, pelaku sebenarnya tiga orang mabuk sudah lari di semak-semak disana””, kata Andari sambil meniru perkataan orang yang monolong dia dari penganiayaan Polisi. Ketika Polisi mendengar perkataan itu, tidak mengejar pelaku sebenarnya tetapi mereka naik di mobil patrol dan menuju ke arah Pasar Baru, sedangkan korban hanya dibiarkan saja begitu. Andari kembali ke rumah dan pergi ke Apotek untuk rawat luka.
Sebenarnya Andari bukan pelaku pengejaran satu orang Jawa itu, tiga pelaku pengejaran orang asli Sentani telah melarikan diri dan sembunyi. Tetapi ketika Polisi tiba di tempat tanpa tanya melakukan tindakan pemukulan terhadap Andari, hal ini anggota Polisi di Sentani pada umumnya di Papua, dalam menjalankan tugas tidak professional. Artinya intelejen Polisi tidak memastikan pelaku sebenarnya dan melakukan tindakan penganiayaan, terhadap yang tidak bersalah adalah tidak benar.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar