Awal kejadian ini seorang bertopeng masuk menyamar sebagai seorang tukang sapi, ke kompleks Aifat di Jalan Pelipis SP2 Aimas sorong, pada pukul 06.00 wpb, namun setelah rakyat di kompleks tersebut mengikuti mereka, ternyata orang tersebut bukan cari ternak, tetapi ia masuk dengan kejahatan. Namun ada dua orang papua mengikuti orang itu sampai dia dengan alasan masuk hutan untuk mencari ternak sapi, lalu dua orang papua tersebut datang memintai keterangan dari dua orang jawa di dalam hutan. Nanum mereka mengatakan kami datang cari ternak sapi yang hilang. Lalu rakyat menyanyakan kepada mereka, “ mana KTP kamu? jawab KTP milik kami tidak sembat bawa pada saat ini. Dan KTP Kami ada di rumah. Lalu dua orang papua tersebut tidak percaya apa yang mereka katakan Dan mereka memukul dua orang Mas jawa itu. dan mengambil tas mereka untuk melihat isinya, ternyata dalam tas tersebut, ada satu buah parang sabit, jeket hitam, dan ada juga satu buah topeng warna putih. Setelah mereka menemui barang-barang tersebut mereka teriak bahwa ini orang topeng. dan mereka memukul dua orang itu ternyata satunya melarikan diri dan yang satunya merek pukul sapai di depan jalan pelipis SP2 depan penjagaan pos polisi sampai tidak bernyawa. Dan hembuskan nafas terakhirnya di tempat kejadian perkara (TKP).
Kejadian ini terjadai pada hari Kamis 10 Oktober 2013, pukul 07.00 wpb di Aimas sorong. Setelah rakyat kembali ke kompleks mereka. Lalu ada sekelompok orang jawa datang dengan menggunakan 8 kendaraan roda dua, dan satu motor di bonjeng dua orang untuk membalas dendam dan mereka datang dengan peralatan lengkap masuk serangan balik ke tempat kejadian perkara.(TKP). Namun rakyat yang ada di kompleks pun tidak mundur dari kedatangan mereka, sampai rakyat menjatukan dua orang jawa dengan motor, dan orang tersebut melarikan diri dari mereka, untuk menyelamatkan diri dari mereka dan rakyat papua tersebut tahan satu buah motor sebagai jaminan. tetapi dari pihak kepolisian datang kepada rakyat papua di tempat kejadian lalu mengambil motor yang di tahan oleh rakyat papua itu.
Setelah satu hari lewat dan hari berikutnya gabungan TNI/Polri bersama pihak korbannya kembali serang ke kompleks Aifat di jalan Pelipis SP2 Aimas sorong. Dan mereka membakar rumah-rumah milik warga papua sebanyak 10 rumah dengan barang-barang milik rakyat di jalan pelipis SP2 dibakar habis oleh orang-orang jawa dan orang-orang jawa tersebut dikawal ketat oleh gabungan TNI/Polri terhadap mas-mas jawa, dan rakyat papua yang ada di tempat kejadian perkara (TKP) semua di tangkap oleh Polisi dan membawa mereka ke polres Aimas Sorong untuk mencari tau, apa akibatnya pembunuhan ini terjadi di sini. Lalu pihak gabungan TNI/Polri pun tidak tersingkung tetang Topeng, tetapi mereka dengan kekerasan mengapa rakyat melakukan pembunuhan ini. Lalu rakyat semua menyatakan bahwa kami bunuh dia karena dia adalah orang yang berpakaian topeng untuk membunuh rakyat papua sehingga kami bunuh dia.
Kejadian kebakaran ini terjadi pada hari jumat 11 Oktober 2013 siang hari pukul 02.00 wpb. Di Aimas Sorong. Dan Juga gabungan TNI/Polri melakukan pemotretan terhadap orang papua dan menangkap mereka untuk pemotretan terhadap rakyat papua. Sampai dengan hari ini rakyat papua yang ada di Kabupaten Aimas Sorong ada dalam ketakutan. Namun kami mohon dukungan kepada semua pihak, untuk melindungi rakyat papua karena situasi di wilayah kepala burung saat ini masih hangat antara rakyat papua dengan Indonesia.
Setelah kami mendapatkan informasi dari kawan-kawan sector KNPB di Aimas Sorong, maka kami KNPB sebagai media rakyat wilayah sorong melakukan pendekatan dengan rakyat Papua yang ada di SP2, lalu kami melakukan wawancara langsung di tempat kejadian perkara (TKP) “bahwa korban tersebut benar-benar orang yang sudah di pasang oleh Prabowo untuk menghilangkan nyawa orang papua, dengan mengunakan Topeng” ujarnya Bpk Tobias Same. maka rakyat papua menewaskan satu orang jawa, dan orang tersebut yang bernama Mas Gusto 40 Tahun. Namun laporan ini merupakan hasil wawancara langsung dari lapangan, dan ada juga kelompok topeng ini tersebar ke seluruh wilayah kepala burung, mulai dari Kota dan Kabupaten Sorong, Raja Ampat, Tambrauw, Maibarat, Sorong selatan, dan seluruh kampung kampung yang ada di wilayah kepala burung. Demikian sebagai bukti kami lampirkan beberapa gambar dibawa ini sebagai data akurat tempat kejadian perkara (TKP).
Jeket milik Korban
Tas milik Korban
Parang Sabit milik Korban
Topeng Milik Korban







Tidak ada komentar:
Posting Komentar