Pada akhir September 2013, terdapat 53 orang tahanan politik dalam penjara di Papua. Di Waghete, seorang warga sipil ditembak mati dan empat lainnya ditangkap dalam operasi sweeping oleh aparat khusus Brigade Mobil. Puluhan warga sipil dan aktivis ditangkap terkait dengan demonstrasi merayakan Hari Demokrasi Internasional. Aktivis terkenal menjadi sasaran di Pulau Biak dan Yapen di mana prosesi diadakan untuk menyambut air suci dan abu yang disampaikan oleh Freedom Flotilla dari Australia. Di Waena, seorang warga sipil ditahan sewenang-wenang dan disiksa oleh polisi.
Boas Gombo dan Dipenus Wenda keduanya telah dibebaskan. Terdapat laporan
tentang kekhawatiran bagi kesehatan mental Yohanes Borseren dan Obeth
Kamesrar. Sebuah laporan oleh KontraS Papua mengungkapkan kekhawatiran
serius tentang kesehatan tahanan dan kondisi kehidupan di LP Abepura.
Aplikasi Cuti Bersyarat (CB) oleh kelima tahanan dalam kasus pembobolan
gudang senjata di Wamena telah ditolak, sementara keempat tahanan dalam
kasus pengibaran bendera di Yalengga meminta remisi.
Selengkapnya Klik disini: Orang Papua di balik Jeruji September 2013







Tidak ada komentar:
Posting Komentar