Kumpulan Informasi Pelapor Lokal Dari Papua

Aparat TNI dan Polisi Upaya Gagalkan Demo KNPB

P1010863Polda Papua dan jajarannya terus lakukan upaya gagalkan demo damai, 15 Agustus 2013 yang sebelumnya rencanakan KNPB, dalam rangga terkait 15 Agustus 1962 Perjanjian New York Agreement, dan Mendukung Pembukaan Kantor Free West Papua Campaign NL di Negeri Belanda.


Upaya aparat kepolisian Polres Jayapura telah melakukan tindakan penangkapan terhadap ketua I KNPB Agus Kosai dan beberapa anggota KNPB lainnya.


Hal itu terjadi Rabu 14 Agustus 2013, sekitar pukul 16:00 wp di pos Polsek kampung harapan, penangkapan terjadi sejak Agus Kosai dan rombongan membawa sound system untuk persiapan kegiatan dari Waena ke lapangan Theys Hio Eluai.


Nama-nama yang telah ditangkap diatantaranya, 1. Agus Kosai (26) Ketua I KNPB, 2. Toni Kobak (23) Bendahara KNPB, 3. Wim Rocky Medlama (27) Jubir Nasional KNPB, dan 13 anggota lainnya ditangkap Polisi.


Mereka diinterokasi oleh reskrim Kapolres Jayapura, namun Kapolres intruksikan untuk mereka dilepaskan, tetapi menurut Kapolres “kamu bisa pulang, tetapi alat-alat yang kamu bawa kami tahan”, kata Agus Kosay meniru kata Kapolres ketika di wawancarai, via seluler (15/8) pagi.


Agus menambahkan “kami ditahan adalah upaya Polres Jayapura dan Polda untuk gagalkan demo damai, hal ini pembungkama Demokrasi sedang berlangsung di Papua, walupun begitu kami tetap melakukan demo damai, pagi ini juga kami dari Waena Perumnas III menuju Expo Waena di terminal” ujarnya.


“kami kesal tindakan aparat ini, alat-alat kami spanduk, genset dan speaker, maik dan mekapon semua ditahan, tetapi kami tetap akan lakukan demo apa adanya, bukan berarti karena alat-alat kami ditahan jadi kami tidak jadi demo tidak”, tegas Agus Kosai.


Sementara itu Wamena, Polisi KP3 Bandara udara Wamena menahan 5 Spanduk untuk persiapan demo damai yang dikirim dari Jayapura. Pengurus KNPB konfirmasi kepada pihak kepolisian KP3 Bandara Wamena, namun Kapolres juga tidak mau menyerahkan kepada KNPB. Alasannya “spanduk yang bertulisan berbau separatis kami larang, karena ini menyelang 17 Agustus hari kemerdekaan Indonesia”, kata Teo Loho meniru ungkapan Kapolres.


“Kami di Wamena mengalami tantangan dari aparat untuk upaya gagalkan demo damai, pertama tahan spanduk dan tempat yang direncanakan sebelumnya di lapangan Sinapuk untuk hadirkan demonstran, tetapi tempat tersebut dikuasai TNI satuan 756 Wimanesili dan Kodim serta Brimob, tetapi kami akan lakukan demo di lapangan sebela nanti”, ujar Teo Loho ketika diwawancarai media ini via seluler pagi tadi.


Pagi ini salah satu demonstran melaporkan, kami di Expo Waena Terminal Abe-Sentani tetapi ratusan demostran dalam lingkaran sebuah tali, karena Polisi kurung semua demonstran dengan senjata lengkap, truk polisi 4 dan 1 Panser mobil gas air mata, dan 1 tank-tank sedang parkir di sambing demonstran. Kata Songgolom Bahabol ketika konfirmasi via seluler.


Mabel melaporkan dari Wamena, “demonstran sudah di lapangan Sinapuk sekarang kami sedang berorasi dan demonstran lainnya belum tiba disini sekarang ini hanya ratusan demonstran saja,” ujarnya.

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer

Label

Recent Posts

Featured Post

Papua Merdeka Atau Tidak, Pasti akan Merdek!

Cepat atau lambat Papua pasti merdeka, oleh karena itu komentar murahan yang di sampaikan olh BIN, BAIS, INTELJEN dan orang yang menjadi kak...

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.