Kumpulan Informasi Pelapor Lokal Dari Papua

  • This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

Anggota TNI Tikam Mahasiswa Kritis, Mahasiswa Palang Kampus Nuntut Pangdam Bertanggungjawab

RIGO WENDA 5JAYAPURA 02 SEBTEMBER 2014. Anggota TNI pos penjagan di Perumnas III waena menikam seorang mahasiswa atas Nama RIGO WENDA ditikam mengunakan pisau sangkur milik TNI hingga kini kritis di rumah sakit dianharapan perumnas III waena.




Penikaman terhadap Rigo Wenda Mahasiswa yang merupakan Anggota KNPB ini ditikam oleh anggota TNI yang bertugas di Pos Waena Perumnas III pada hari ini selasa 02 Sebtember 2014. Korban hingga saat ini kritis di Rumah sakit sedang pasang Infus dan Oksigen karena korban tidak bisa bernafas akibat penikaman tersebut.







Kejadian itu terjadi pada pukul 04.00 (WIT) RIGO WENDA bersama Adik menggunakan motor keluar hendak membeli rokok di Perumnas III waena, namun kios yang di perumnas III tutup sehingga mereka menggunakan motor ke perumnas II. Kemudia setelah beli Rokok Surya 16 satu bungkus mereka kembali, tepatnya di somel Perumnas III korban RIGO WENDA turun dari Motor lalu naik jalan kaki namun tiba-tiba anggota TNI dari Pos Penjagaan itu keluar Koroyok Rigo Wenda dan adiknya, anggota TNI Itu memukul mereka, tanpa alasan Rigo dan adik kaget dan membalas pukulan. Kemudian anggota TNI itu mengambil sanggur dan tikam Rigo Wenda.



TNI melakukan tindakan itu tanpa alasan. Rigo Wenda ditikam di bagian paha, lutut, bagian dada lurus dengan jantung, teliga sobek dengan pisau sangkur dan tikam di bagian perus hingga tali perut keluar. Selain itu korban dipukul dengan popor senjata di bagian otak belakang. Rigo tidak bisa bernafas, dilarikan ke rumah sakit sedang pasang oksigen, masih kritis.




Rigo Wena Adalah Anggota KNPB Pusat dan juga Mahasiswa Uncen yang tinggal di asrama Rusenawa, bukan hanya Rigo Wenda yang Menjadi korban namun Adiknya merupakan mahasiswa Uncen yang bersama –sama dengan Rigo Wenda juga ditikam di kaki sebela kiri menggunakan sanggur oleh anggota TNI di pos penjagaan itu.



Mahasiswa Uncen Nuntut Penukaman Rigo WendaUntuk melihat hal tersebut sejumlah Mahasiswa penghuni asrama Uncen Unit satu sampai Unit Enam dan Penghuni Asrama rusnawa sekitar Pukul 05 memalang jalan Alternatif dari perumnas III menuju Entrop dan kampus Uncen dipalang sehingga Aktibitas Perkuliahan tidak Berjalan sampai saat ini.

Mahasiswa UNCEN bersama Mayarakat yang berdomisili di perumnas III waena sedang melakukan Aksi demo di gapura uncen memita Pangdam XVII Cenderawasih dan Polda Papua hadir untuk mempertanggung jawabkan Perbuatan anggota.



Puluhan masa mahasiswa dan masyarakat palang kampus. ratusan aparat kepulisian dengan turuk dijaga ketat dengan snjata lengkap para demonstran di perumnas III Waena hari ini. Mereka menuntut agar Pangdam XVII Cenderawasih harus bertanggung jawab. Namun saat ini belum ada respon pihak Pangdam atau pun Polda Papua. Polda hanya menririm anggota dengan kekuatan penuh dengan senjata lengkap untuk menjaga para demonstran.



sumber: Ones Nesta Suhun fb


Share:

KRONOLOGI LENGKAP: Aparat Keamanan Negara, Menculik Ketua KNPB Sorong Papua Barat

Aparat Keamanan Negara, Menculik  Ketua KNPB Sorong Papua Barat



Martinus Yohame 1Kunjungan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Papua, membawa malapetaka bagi rakyat Papua. Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB), atas nama Martinus Yohame telah diculik Aparat Keamanan Negara Republik Indonesia di Sorong Papua Barat hingga tewas. Seluruh anggota KNPB wilayah Sorong sebelumnya mencari Almarhum setelah hilang selama 6 hari lamanya telah temukan mayat.



Penculikan diduga demi pengamanan kedatangan Presiden RI di Papua, selain itu di wilayah Papuab Barat semua aktivis kemerdekaan lebih khusus KNPB menjadi sasaran Aparat Keamanan Negara Republik Indonesia, demi kepentingan atas nama penjajahan wialayah Papua dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Share:

APARAT KEAMANAN INDONESIA, PELAKU ATAS PENCULIKAN MARTINUS YOHAME

Penculikan atau Pembunuhan orang tidak bersalah, oleh aparat keamanan negara terhadap suatu kelompok atau masyarakat adalah Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Pembunuhan atas misi negara dengan berbagai cara terhadap kelompok atau ras adalah pemusnahan atau yang sering kenal dengan nama (genosida). Papua Barat sedang menuju genosida, atas pembunuhan dan penculikan terhadap pemimpin aktivis kemerdekaan Papua Barat serta rakyat, terus terjadi. Namun pelaku tidak pernah terungkap oleh pihak berwajib Kepolisian Negara Republik Indonesia di Papua.

Penculikan Ketua KNPB Sorong, Martinus Yohame pada 20 Agustus 2014, di Sorong Papua Barat adalah penculikan dalam misi negara oleh aparat Keamanan Negara Indonesia. Hasil fisum dokter membuktikan bahwa ada luka tembak di bagian dada almarhum Martinus Yohame. Penculikan ini perlu ada investigasi Independen segera.
Share:

Proposal untuk Penyelesaian Sengketa Belanda-Indonesia atas West New Guinea

Sebuah surat Rekomendasi untuk pembentukan perwalian PBB atas wilayah sengketa West New Guinea.  Pengajuan Proposal untuk perwalian oleh Kedutaan Amerika Serikat. Karena kedua negara Indonesia dan Belanda mempertahankan prinsip atas West New Guinea, maka proposal Amerika Serikat  telah diabaikan.

Apabilah West New Guinea pada waktu itu bentuk perwalian PBB, kemungkinan nasib sekarang seperti negara merdeka, tak lagi berjuang untuk merdeka. Tetapi karena kepentingan indonesia untuk menguasai wilayah ini, maka hingga saat ini atas nama penjajahan pembunahan merajalela terus terjadi diatas tanah yang kaya raya di Papua Barat.

untuk selengkapnya lihat surat proposal dibawah ini:
Share:

PBB Abaikan Hak Penentuan Nasib Sendiri Papua Barat, Yang di Jamin Piagam PBB

PBB Abaikan Hak Penentuan Nasib Sendiri Papua Barat, Yang di Jamin Piagam PBB



Mengingat 14 Juli 2014 hari terbentuknya Piagam Atlantic, artikel ini ditulis agar PBB dan Negara anggota PBB dapat mengingat kemabli persoalan Papua, korban dari pada Piagam Atlantic tetapi karena Indonesia kelaim atas Papua Barat. Sampai saat ini nasib orang Papua dibawah jajahan Pemerintah Indonesia, sedang mengalami penderitaan, Pembunuhan, Penculikan, pemenjaraan dan perampasan hak kekayaan alam leluhur orang Papua.



Sangat buruk betapa jahat Indonesia terhadap rakyat bangsa Papua. Tuntutan rakyat Papua untuk penentuan nasib sendiri diabaikan, oleh PBB dan Indonesia.

Share:

Mei 2014: Kebebasan berkespresi terancam oleh agenda korporasi dan institusi

Ringkasan



Pada akhir bulan May 2014, setidaknya terdapat 76 tahanan politik di penjara Papua.



Penggunaan senjata api tidak sesuai dengan prosedur oleh kepolisian Indonesia terus menimbulkan ancaman serius bagi keselamatan orang Papua. Kematian pekerja hak asasi manusia Pendeta Ekpinus Magal dan cedera berat yang  dihadapi oleh tiga orang penduduk setempat di Moanemani, Timika (lihat dibawah), sebagai akibat kurangnya pengendalian diri diantara polisi di Papua. Penggunaan kekuatan yang berlebihan menunjukkan kurangnya pelatihan dan kesadaraan kewajiban di bawah Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia No. 1/2009 tentang Penggunaan Kekuatan Dalam Tindakan Kepolisian dan Prinsip-Prinsip Dasar PBB tentang Penggunaan Kekuatan dan Senjata Api oleh Petugas Penegak Hukum. Impunitas yang seringkali mengikut tindakan kekerasan terdapat di pelbagai satuan kepolisian di Papua, dari Brigades Mobil (Brimob) ke Polsek dan Polres.



Beberapa kejadian bulan ini memunculkan adanya keterlibatan korporasi dalam pelanggaran hak asasi manusia di Papua. Penangkapan dan pemecatan dua orang yang terlibat dalam protes mengenai tenaga buruh menentang majikan mereka, PT Tandan Sawita Papua, sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kerom, menunjukkan bahwa pekerja-pekerja yang menggunakan hak mereka untuk berkumpul secara damai dan berekspresi  dihukum berat. Mengingat kurangnya  komitmen perusahaan kepada janji-janji masa lalu untuk memperbaiki infrastruktur setempat dan memberikan kompensasi yang memadai, analis HAM setempat mempertanyakan niat penandatanganan mereka kepada UN Global Compact. Pekerja HAM juga mempersoalkan peran perusahaan tambang tembaga dan emas PT Freeport Indonesia dalam konflik yang sedang terjadi di Timika yang mengakibatkan meningkatnya kematian. Laporan setempat menunjukkan bahwa kurangnya persetujuan, prioritas dan pemberitahuan dari pemilik tanah adat adalah factor besar dalam konflik tersebut, memberi sinyal pertanggungan jawab korporasi dalam kerusuhan yang sedang terjadi.

Share:

Pernyataan Oral Bersama ke-26 Sidang Dewan HAM PBB, Kebebasan berekspresi dan Majelis di Papua Barat

Dialog Interaktif dengan Pelapor Khusus tentang Kebebasan berekspresi dan Peaceful Assembly dan Asosiasi
Pembicara: Bapak Budi Tjahjono
Pernyataan Oral Bersama ke-26 Sidang Dewan HAM PBB oleh Asian Legal Resource Centre (ALRC), Franciscans International (FI), Koalisi Internasional untuk Papua (ICP), Tapol, Vivat Internasional, West Netzwerk Papua (WPN)
INDONESIA: Kebebasan berekspresi dan Majelis di Papua Barat

Terima kasih Bapak Presiden,

Share:

Jenewa: Besok Akan Diskusi Kebebasan Berekspresi dan Majelis di Papua Barat

Dear teman-teman,



Mohon untuk meneruskan ini ke jaringan Anda masing-masing, harap perhatikan pemain web video live side event esok di PBB di Jenewa tentang Kebebasan Berekspresi dan Majelis di Papua Barat



---------------
Undangan untuk live webcast dari diskusi panel side event di dewan hak asasi manusia di Palais des Nations, PBB, Jenewa mengenai Papua Barat pada tanggal 12 Juni 2014.



Kebebasan Berekspresi dan Majelis
di Papua Barat

Share:

Jayapura Papua Demo Bebaskan Tapol/Napol Papua

TapolKoordinator Demo untuk pembebasan Tapol/Napol di Jayapura Papua melalui surat elektronik yang diterima Independenceinfo, bahwa demo akan peduli Tapol/napol Papua akan dilaksanakan mimbar bebas di Jayapura pada tanggal 2 April 2014.



Seruan Solidaritas Mahasiswa Peduli Tapo/Napol yang diterima Independenceinfo silakan dibawah ini.

Share:

AS mengirim lebih banyak Marinir ke Australia

2655cd4d22546008c9a42d4c75c21f7e15ded196-19j1us2Washington (ANTARA News) - Amerika Serikat akan mengirim 1.150 marinir ke Australia pada bulan April, memperkuat kekuatan sekitar 200-anggota yang sudah di Darwin, petugas mengatakan Senin.



Bala bantuan merupakan bagian dari penyebaran direncanakan hingga 2.500 marinir AS di Australia oleh 2016-2017, sebagai Washington mengejar strategis "menyeimbangkan" ke Asia-Pasifik.



Share:

Agus Kossay: Jangan Menyual Diri dan Ideologi Kepada Penjajah

Agus Kosay Ketua I Komite Nasional Papua Barat (KNPB), berharap siapapun orang asli Papua tidak boleh menjual diri dan Ideologi kepada penjajah (Republik Indonesia). Harapan itu, sebab akhir-akhir ini sebagian orang Papua yang terlibat dalam partai politik Indonesia, mencalonkan diri sebagai DPRP, DPRD, dan DPRI dinilia menjual dirinya kepada penjajah.

Selain itu juga mereka yang mencalonkan diri DPRI, tentu akan menjual Ideologi bangsa, hal itu kerapkali terjadi oleh calon Bupati, Gubernur dan DPRI. Sebagai tawaran kepada Pemerintah Pusat untuk menjawab posisi dirinya. Tidak hanya itu, untuk mendapatkan pemekaran Kabupaten pun terjadi. Papua merdeka sebagai alat beli para elit politik Papua, Papua Merdeka sebagai uang membeli jabatan dan Pemekaran Kabupaten.

Karena itu, Agus Kossay selaku ketua I KNPB melalui akun Facebooknya hari ini (23/03/2014) "Pejuang Papua merdeka yang kami hormati, jangan menggunakan isu Papua Merdeka lalu menjual harga diri dan idologi kepada penjajah untuk sesuap nasi, itu berarti penjajah yang sesungguhnya adalah kita sendiri karena kita seorang pejuang yang memberikan kelegalan keberadaan Kolonial NKRI di atas tanah Papua Barat".

Lebih khusus lagi Agus Kosay harap kepada semua pejuang kemerdekaan Papua, jangan memberikan kelegahan kepada Penjajah. Artinya keterlibatan seorang pejuang yang mencalonkan diri sebagai calon DPRD atau DPRP itu merupakan, memberikan kelegahan kepada penjajah RI di Papua Barat.

Tegasnya lagi akhir tulisan dari akun facebooknya (Yoka Agus Kossay), "kalo mau berjuang berarti berjuang dengan tegas dan berani tanpa konpromi politik apapun".

Berjuang melawan penjajah, jangan kompromi Politik apapun kepada penjajah. Kompromi politik adalah bagian dari melemahkan perjuangan.
Share:

Polisi Batalkan Demo GEMPAR, Tolak Otsus Plus Papua

Gerakan Mahasiswa Pemuda dan Rakyat Papua (GEMPAR), Demo Tolak Otsus Plus Papua dan Papua Barat telah dilakukan pada 11 Maret 2014 di Jayapura Papua. Tempat pelaksanaan demo damai di depan gapura Uncen Baru Waena Perumnas 3 dan Uncen Lama Abepura Jayapura, dengan tujuan aksi demo di Kantor Gubernur Papua. Namun Aparat kepolisian Polda Papua menghadang demonstran.



Polda Papua turunkan ratusan anggota Polisi untuk batalkan demo damai, tolak otsus plus. Ratusan demosntran tidak dapat melanjutkan ke Kantor Gubernur untuk menyampaikan pendapat.



Polisi adalah ulah batalkan penyampaian pendapat. ini suatu pembungkaman demokrasi, ratusan demonstran membacakan pernyataan sikap depan Uncen, bukan depan Kantor Gubernur.



Mahasiswa Pemuda dan Rakyat Papua bakar 3 jilidan draf Otsus Plus depan gapura Uncen di Waena Perumnas III.



Polisi terus siaga seperti menghadapi militer bersenjata, akhirnya demo selesai pukul: 13: 00 wp. Aksi Demo kelanjutan akan dilakukan pada 12 Maret 2014.



DSCF8314

Share:

Demonstrasi Menuntut Pembebasan Tapol Papua

Demonstrasi Menuntut Pembebasan Tapol Papuatapol_logo



Mari ikut mendukung tapol Papua!



Pada 2 April 2014, TAPOL akan mengadakan demonstrasi di luar Kedutaan Besar Republik Indonesia di London, Inggris untuk memprotes penahanan 76 tapol di Papua Barat dan menuntut pembebasan mereka dengan segera dan tanpa syarat. Amnesty International UK, Survival Internasional dan Free West Papua Campaign juga akan berada di demonstrasi ini.

Share:

Demo Mendukung PM Vanuatu, Polisi Bubarkan Paksa Mahasiswa Papua di Jayapura

???????????????????????????????Jayapura Papua, 04/3/2014, Gerakan mahasiswa Papua (GEMPAR) melakukan demoanstrasi damai, di depan Uncen Waena dan Uncen lama Abepura. Dengan bentangkan sebuah spanduk besar yang bertuliskan “Rakyat Bangsa Papua Barat Mendukung Pemerintah Vanuatu Menggugat Pelanggaran HAM Yang Dilakukan Oleh Pemerintah Indonesia di Papua Barat”.

Share:

Dasar-Dasar Perjuangan Kemerdekaan Papua Barat

Oleh: Ottis Simopiaref



Mengapa rakyat Papua Barat ingin merdeka di luar Indonesia?
Mengapa rakyat Papua Barat masih tetap meneruskan perjuangan mereka?
Kapan mereka mau berhenti berjuang?



Ada empat faktor yang mendasari keinginan rakyat Papua Barat untuk memiliki negara sendiri yang merdeka dan berdaulat di luar penjajahan manapun, yaitu:




  1. hak

  2. budaya

  3. latarbelakang

  4. sejarah

  5. realitas sekarang



1. Hak Kemerdekaan adalah »hak« berdasarkan Deklarasi Universal HAM (Universal Declaration on Human Rights) yang menjamin hak-hak individu dan berdasarkan Konvenant Internasional Hak-Hak Sipil dan Politik yang menjamin hak-hak kolektif di dalam mana hak penentuan nasib sendiri (the right to self-determination) ditetapkan.

Share:

Hentikan Genosida Di Papua Barat

bysteven peyon
bysteven peyon


Firman Tuhan adalah pedang bermata dua yang dapat menikam sampai kedalam jantung hati sehingga dapat memisahkan tulang dan sum-sum, itu sebabnya selalu dapat di gunakanoleh setiap bangsa intuk menjajah bangsa lain. misalnya bangsa Indonesia terhadap bangsa papua barat, di seluruh  mimbar-mimbar, Gereja panggung-panggung KKR, Ibadah-ibadah unsur, di tanah papua barat.



Para hamba Tuhan asal Indonesia selalu mengambil ayat-ayat Firman Tuhan yang hanya berbicaratentang, Ekonomi, Sosiial, keamanan dan keselamatan hidup bangsa indonesia di tanah papua barat dan tidak pernah, mengambil ayat-ayat firman Tuhan yang berbicara tentang, penindasan, pembunuhan, perampokan, penculikan, pelecehan ras, ketidak adilan. penembakan ilegal yang dilakukan oleh aparat Kepolisian dan TNI, Ilegal loging pembatasan berkembangbiakan generasi papua barat lewat program Keluarga Berencana (KB), genosida yang terus menerus terjadi terhadap orang papua barat.



ada tiga topik penekanan kalimat yang selalu di pakai oleh pelayan firmanTuhan di mimbar-mimbar gereja yang ada di seluruh tanah



papua.



1. Kasi Dan Damai Itu Indah, Mari Kita Saling Mengasihi



     Kata ini membuka hati orang-orang papua barat untuk menerima orang-orang indonesia (Amber) untuk masuk di tanah papua baratdan menguasai orang-orang papua barat dari berbagai aspek hidup, misalnya lapangan kerja, ekonomi, pendidikan, kebudayaan, bisnis, serta menguasasi tanah papua barat, laut, sungai, hutan, dengan segala isinya.



2. Kita Manusia Itu Sama



    kata ini membuat orang papua barat untuk meresponi orang pendatang, menghargai mereka, menerima mereka dengan sepenuh hati sebagai manusiaciptaan Tuhan yang sama derajatnya, pada hal di Maluku, Sulawesi, Jawa, Sumatra dll.



orang - orang papua barat sering di panggil, Sobat, (saudara badaki), kribo (kriting bau) yaki (Monyet). wongkete (Manusia Kera) dll.



dimanado kalau satu orang papua barat duduk di bangku Gereja tidak akan ada salah satu orang manado yang duduk di samping orang papua barattersebut, sampai selesai ibadah, bangku itu tetap kosong jadi orang amber datang ke papua barat bagaikan bunga putri malu di papua barat mereka tunduk tapi, coba orang papua barat melangkahkan kaki mereka ke daerah pasti tertusuk.



3. Mari Kita Saling Mengampuni Alias Barang Siapa Menampar Pipi Kirimu  Berkanlah Padanya Pipi Kananmu



Sementara orang papua barat mendengar hal itudan melakukanya, sementara itu juga aparat kepolisian dan TNI terus melakukan penembakan ilegal atau pembunuhan ilegal, meracuni makanan, minuman dan minuman keras, genosida, intimidasi terhadap orang-orang papua barat sampai detik ini. (Steven Peyon)



 



 

Share:

Papua Barat 'dipukuli dan memiliki senjata diadakan untuk kepala' dalam operasi militer





Penduduk desa mengklaim mereka dipukuli dan diinterogasi oleh militer dan polisi Indonesia setelah serangan separatis baru-baru ini









  • theguardian.com , Senin 3 Februari 2014 02.12 EST

    [caption id="attachment_1189" align="alignleft" width="460"]There are claims at least 200 police and army personnel were involved in the alleged operation. Photograph: Andrew Brownbill/AAP There are claims at least 200 police and army personnel were involved in the alleged operation. Photograph: Andrew Brownbill/AAP[/caption]




Penduduk desa di sebuah kota terpencil di Papua Barat telah dijelaskan dipukuli dan memiliki senjata menunjuk kepala mereka selama "menakutkan" polisi dan operasi militer di sebuah gereja lokal.

Share:

Mahasiswa Papua Mendukung Sidang Sub-Komite Parlement Eropa

[caption id="attachment_1184" align="alignleft" width="298"]Gerakan Mahasiswa Papua di Depan UNCEN Jayapura (23/1/2014) Gerakan Mahasiswa Papua di Depan UNCEN Jayapura (23/1/2014)[/caption]

Mahasiswa Papua yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Papua (GEMPAR) telah melakukan demostrasi damai di Depan Gapura Universitas Cenderawasih Papua (UNCN) di Jayapura, dilakukan oleh puluhan mahasiswa dari UMEL Mandiri dan UNCEN.



Unjuk rasa tersebut dimulai pada 23 Januari 2014 tepat Pukul: 09:15 hingga selesai pada Pukul:12:00 WIT. Demo dukungan sidang Sub-Komite dan Parlemen Uni Eropa Mahasiswa tutup Pintu masuk utama Universitas Cenderawasih Papua.

Share:

Surat kepada Ketua dan Anggota Sub-komite Parlemen Eropa tentang Hak Asasi Manusia menjelang Sidang pada situasi HAM di provinsi Papua Barat dan Papua

MEP Barbara Lochbihler, Chair
Sub-komite Parlemen Eropa tentang Hak Asasi Manusia (DROI)
Anggota Sub-komite Parlemen Eropa tentang Hak Asasi Manusia (DROI)
Brussels, 16 Januari 2014



Re: DROI Hearing mengenai situasi HAM di provinsi Papua Barat dan Papua



Sayang Chair,



Anggota Mulia terhormat,



Kami menulis kepada Anda di muka dari DROI sidang yang akan datang pada pelanggaran hak asasi di Papua Barat dan Papua di Indonesia pada tanggal 23 Januari 2014. Kami percaya sidang ini adalah kesempatan penting untuk jujur ​​menilai tren terbaru dalam hak asasi manusia di Papua Barat yang sangat mengkhawatirkan, serta daerah di mana upaya reformasi pemerintah Indonesia ini telah terhenti. Kami mendorong Anda untuk menggunakan kesempatan sidang ini untuk mencari komitmen konkret dari pemerintah Indonesia untuk mengatasi masalah hak asasi manusia ini.

Share:

Kunjungan MSG Ke Papua 47 Aktivis Papua Ditangkap Polisi

Kunjungan MSG Ke Papua 47 Aktivis Papua Ditangkap Polisi



[caption id="attachment_1178" align="alignleft" width="348"]Polsekta Jayapura 47 orang yang ditangkap Polsekta Jayapura 47 orang yang ditangkap[/caption]

Polresta Jayapura tangkap aktivis Papua saat aksi protes di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) Senin 13 Januari 2014 pada pukul: 8:00 WIT. Aksi Protes dilakukan terkait kedatangan Delegasi MSG ke Papua. Awalnya puluhan aktivis berkumpul di Bandara Sentani, namun menurut informasi bahwa delegasi MSG telah tiba pada Pukul: 5: 20 WIT, maka semua menuju ke Kota Jayapura Kantor (DPRP).

Share:

Kedatangan Delegasi MSG, Aparat Gabungan TNI/POLRI Duduki Bandara Sentani

Hari ini terkait kedatangan delegasi MSG ke Papua, lebih khusus di Jayapura situasi keamanan militer Indonesia diperketat, dari bandara Sentani sampai sepanjang jalan menuju kota Jayapura.
















aparat TNI/Polri siaga di bandara dengan Panser 1 dan mobil tahanan 1 truk milik polisi dan TNI saat ini berada di Bandara Sentani.


Sebentara dari Komite Nasional Papua Barat (KNPB) sedang menuju ke Bandara Sentani, walaupun kondisi keamanan tidak memungkinkan di Bandara Sentani.
Share:

Entri Populer

Label

Recent Posts

Featured Post

Papua Merdeka Atau Tidak, Pasti akan Merdek!

Cepat atau lambat Papua pasti merdeka, oleh karena itu komentar murahan yang di sampaikan olh BIN, BAIS, INTELJEN dan orang yang menjadi kak...

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.