Intelijen Negara Kesatuan Republic Indonesia (NKRI) saat ini tersebar di seluruh tanah papua, dengan tujuan menghilankan nyawa orang papua. Terbukti bahwa kembali terjadi di Kabupaten Sorong Aimas. Seorang Guru dipukil oleh Intelijen Negara yang berada di Sorong.
Kejadian ini terjadi pada hari senin 02 September 2013 lalu, sekitar pukul 02:17 malam WP, sala seorang guru yang bertugas di SUPM Negeri Sorong dalam perjalanan dari Modan menuju ke Tempat tugas, namun di tengah perjalanan antara Modan dan Kab Sorong Aimas ada sekelompok orang yang perkumpul di pingkiran jalan di tempat kesepian. Lalu korban tersebut tiba di tempat itu dengan menggunakan motor, namun ada sekelopok orang tersebut datang menghampiri dia lalu dipukul Guru tersebut tanpa alasan yang tidak jelas, lalu pelaku tersebut menghilang dari Tempat Kejadian sehingga korban tersebut tidak bernyawa di Tempat.
Kejadian Perkara TKP. di sekitar Kab Sorong Aimas. Namun korban tersebut ditemui oleh warga setempat di Sorong Aimas , lalu warga tersebut melaporkan kepada pihak keamanan Kapolres Sorong Aimas, maka mereka diamankan di Kapolres Sorong Aimas. Korban tersebut yang bernama Matan Y. di tahan polisi selama 3 hari 2 malam dengan alasan membawa senyata tajam, tetapi barang bawaan korban pada saat itu adalah 1 buah Leptop, 1 buah tas berisi dompet, satu buah parang untuk mempersikan halaman rumah dan surat-surat penting, namu sebagian barang bawaan korban di kembalikan kepada keluaga korban dalam 2 hari lewat. Namun ini hari Komite Nasional Papua Barat Wilayah Sorong melaporkan kepada kami melaluai via telepon ”bahwa penahana seorang Guru tersebut tidak benar kata Ketua KNPB Wilayah Sorong, karena Parang, Kampak Panah, tompak adalah mata pencaharian orang asli papua. Untuk hidup di Negeri ini” Namun Kapolres Sorong Aimas dan jajarannya di tahan korban dengan alasan membawa alat tajam di dalam kota. Namun sebentara ini, korban tersebut ada dalam tahanan di Kapolres Sorong Aimas Papua.
[caption id="attachment_756" align="aligncenter" width="533"]







Tidak ada komentar:
Posting Komentar