Kumpulan Informasi Pelapor Lokal Dari Papua

  • This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

Ini Pesan Goliath Tabuni Untuk Kapolda Papua dan Pangdam XVII/Cenderawasih

Jenderal Goliath Tabuni, Panglimat Tertinggi TPN-PB (Foto: Ist)

Jenderal Goliath Tabuni, Panglimat Tertinggi TPN-PB (Foto: Ist)

PAPUAN, Puncak Jaya — Panglima Tertinggi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB), Jenderal Goliath Tabuni berpesan kepada Kapolda Papua dan Pangdam XVII/Cenderawasih agar dapat memberikan pendidikan yang baik kepada anak buah mereka di wilayah tanah Papua.

“Harap Kapolda Papua dan Pangdam XVII/Cenderawasih dapat berikan pendidikan yang baik kepada anggota, agar mereka tidak melanggar aturan perang dan hukum Internasional, terutama konvensi Jenewa IV soal perlindungan orang sipil di waktu perang,” ujar Jenderal Goliath, seperti ditulis website resmi TPN-PB, www.wplna.net, kemarin.

Dalam rilis tersebut, Jenderal Goliath juga mengaku bertanggung jawab atas tewasnya dua anggota TNI dari Yonif 753 Nabire, yang ditembak anak buahnya atas perintah dirinya, pada 25 Juni 2013 lalu di Distrik Ilu (baca: Goliath Tabuni Bertanggung Jawab Atas Tewasnya Dua Anggota TNI).

“Saya siap layani TNI/Polri jika ada yang melakukan pengejaran terhadap anggota saya, dan kemarin kami sudah ambil senjata milik anggota itu, sekarang justru kekuatan kami semakin banyak, jadi kami tidak ragu lagi kalau ada pengejaran terhadap kami, asalkan jangan terhadap masyarakat sipil Papua,” tegas Jenderal Tabuni.

Jenderal Goliath juga meminta kepada media local, nasional, dan internasional agar tidak menyimpang dalam pemberitaan, sebab pelaku penembakan, dan yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut adalah dirinya selaku panglima tertinggi TPN-PB.

Share:

OPM Claims Responsibility for Fatal Shooting of TNI Soldier in Papua

[caption id="attachment_580" align="alignleft" width="314"]Indonesian Military (TNI) soldiers arrive at Tanjung Emas Port in Semarang after a six-month assignment in the restive Papua province in this Feb. 28, 2013 file photo. (JG Photo/Dhana Kencana) Indonesian Military (TNI) soldiers arrive at Tanjung Emas Port in Semarang after a six-month assignment in the restive Papua province in this Feb. 28, 2013 file photo. (JG Photo/Dhana Kencana)[/caption]

Jayapura. The Free Papua Movement (OPM) has claimed responsibility for the fatal shooting of an Indonesian Military (TNI) soldier, which also left a civilian dead in the Papua district of Puncak Jaya on Tuesday.


Second Lt. I Wayan Sukarta, the head of the TNI station in Puncak Jaya’s Ilu subdistrict, was traveling in a car along with two lower-rank soldiers when a group of armed men attacked them with rifles in Jigonikme village in Ilu.


They managed to contact the station for help, but Sukarta and the civilian driver of the car, who has been identified as Tono, were already dead as more soldiers arrived in the location on Tuesday afternoon.


“There were, more or less, seven attackers who carried riffles,” Papua Police spokesman Sr. Comr. I Gede Sumerta Jaya said on Tuesday.


On Wednesday, Goliath Tabuni, the commander of the OPM’s National Liberation Army (TPN), claimed responsibility for the attack.


“The shooting was done by my members, on my order,” Goliath told Suara Pembaruan. “If the TNI and the National Police wish to hunt for the shooters, then come look for me or my members, not Papua civilians.”

Share:

New ICP Report Details Extent of Violations in Papua

International Colition for Papua


New ICP Report Details Extent of Violations in Papua


Human Rights and Peace for Papua, the international coalition for Papua (ICP) of faith-based and civil society organisations is publishing its third report on the human rights situation in Papua together with Franciscans International. The 2013 report has now been released and is available for download at www.humanrightspapua.org. The report covers cases of violations of civil, political, economic, social, cultural as well as indegenous peoples' rights. It was prepared by a group of human rights organisations based in Papua, Jakarta and abroad and covers events between October 2011 and March 2013.

The report shows that the level of human rights violations has not been reduced while impunity widely prevails. Jakarta's approach to address the problem with accelerated economic development has caused a widening of the social gap in Papua. Frustrations over continued violence and injustice angers indigenous Papuans. Download PDF: http://www.humanrightspapua.org/images/docs/HumanRightsPapua2013-ICP.pdf

Share:

West Papuan independence fighter claims he killed Indonesian soldiers

rnziPosted at 07:04 on 26 June, 2013 UTC


A West Papua rebel leader has claimed responsibility for the killing of three Indonesian soldiers.


The claim was made by a General of the National Liberation Army of West Papua, Goliath Tabuni.


The rebel group says General Tabuni gave the command to his forces to shoot two members of the military, or TNI, in the remote Ilu district in Puncak Jaya.


The attack happened yesterday and initial reports said a civilian taxi driver was also killed.


General Tabuni says the man was not a taxi driver but a military intelligence officer.

Share:

Jendral Goliath Tabuni Bertanggungjawab atas Penembakan 2 Anggota TNI di Puncakjaya

[caption id="attachment_570" align="alignleft" width="300"]West Papua National Liberation Army West Papua National Liberation Army[/caption]

Jendral Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Goliath Tabuni Bertanggungjawab atas penembakan 2 anggota TNI di Kampung Jigonikme, Distrik Ilu,Kabupaten Puncak Jaya.


Goliath Tabuni melaporkan pagi ini via telpon kepada Admin WPNLA bahwa, saya bertanggungjawab atas penembakan 2 anggota TNI dari satuan 753 Nabire di Ilu Kabupaten Puncakjaya.


Penembakan terjadi pada Selasa (25/6/2013) sekitar pukul 14.00 WP. Goliath mengatakan, penembakan itu dilakukan dari anggota saya, dan atas perintah saya. Kemudian  terkait yang dilansir beberapa media bahwa seorang masyarakat sipil yang adalah sopir taksi yang menumpang anggota TNI, tegas Goliath tadi via telpon, itu bukan sopir taksi, tapi itu intelejen dari TNI 753 yang biasa antar-antar mereka.

Share:

TPNPB-OPM TEMBAK ANGGOTA TNI TEWAS

TNIJayapura, 25/6 (Jubi) – Penembakan kembali terjadi di wilayah Puncak Jaya, Papua, Selasa (25/6). Korban adalah seorang anggota TNI dari Yonif 753 Nabire, Letnan Dua I Wayan Sukarta bersama seorang warga sipil yang berprofesi sebagai sopir, Tono ditembak kelompok bersenjata, Selasa (25/6) sekitar pukul 14.00 WIT.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol I Gede Sumerta Jaya peristiwa penempakan tersebut terjadi di Kampung Jigonikme, Distrik Ilu,Kabupaten Puncak Jaya.

“Penembakan dilakukan oleh kelompok bersenjata. Diperkirakan pelaku kurang lebih tujuh orang dengan menggunakan senpi laras panjang. Akibat insiden itu Letda I Wayan Sukarta anggota Yonif 753 mengalami luka tembak di bagin kepala, tulang kering kaki kanan, luka bacok di bahu kanan, luka bacok di paha kanan dan luka iris di pipi kiri. Korban meninggal dunia di TKP,” kata I Gede kepada tabloidjubi.com, Selasa malam (25/6).

Share:

Seluruh Kota di Papua diwarnai Tulisan “West Papua Freedom”

[caption id="attachment_558" align="alignleft" width="300"]Wamena Wamena[/caption]

Tulisan “West Papua Freedom” hampir semua kota di Papua tertulis pada tembok-tembok pagar dan rumah serta gedung-gedung umum bertuliskan “West Papua Freedom” tidak hanya tulisan ini. Namun beberapa tulisan dengan cat warnah merah, diantaranya “Referendum Yes, Papua Merdeka, We Want To be Free dan Indonesia no West Papua Yes”.


Wamena Kota Kabupaten Jayawijaya, di beberapa jalan raya tembok besar tertulis tulisan “West Papua Freedom”. Tulisan ini ditulis oleh Masyarakat Papua sendiri, keinginan mereka sampaikan kepada pemerintah Indonesia dan kepada public dengan cara seperti ini.


Kemudian untuk saat ini Polda Papua membatasi semua ruang demokrasi, untuk menyampaikan pendapat rakyat kepada pemerintah Indonesia maupun Internasional melalui demokrasi terbuka, tetapi karena saat ini bungkam semua demokrasi di seluruh tanah Papua oleh Polda Papua, maka jalan satu-satunya rakyat menyampaikan tuntutan pendapat mereka dalam hal ini, (Self-Determination) Penentuan Nasib Sendiri Bangsa Papua dengan cara menulis di Tembok-Tembok dengan cat berwarna.

Share:

Pembakaran Kantor Polres Pegunungan Bintang, adalah bentuk membelah diri dari Masyarakat

[caption id="attachment_530" align="alignleft" width="150"]Satpol PP dan Polisi Serang Masyarakat Satpol PP dan Polisi Serang Masyarakat[/caption]

Oksibil, Pegunungan Bintang  pada hari  minggu tanggal 16 Juni tahun 2013  pukul: 08.00 WP, telah beradu mulut antara salah seorang  anggota Polres Pegunungan Bintang dengan seorang  pemuda yang bernama  LEO ALMUNG, pada saat itu mengkonsumsi minuman beralkohol bersama–sama dengan salah satu anggota Polres Pegunungan Bintang. Namun seorang anggota Polres ini tidak terima akhirnya menembaki kaki kiri pada betis Leo Almung, sehingga Leo berlumuran darah dan  di larikan ke Rumah Sakit Oksibil untuk mendapatkan  perawatan  intensif dan  sampai sekarang masih  rawat di Rumah Sakit Oksibil.


Sedangkan dari media Bintang Papua edisi 17  Juni 2013  yang menulis penaggapan terhadap bandar togel sehingga terjadi penyerangan itu sangat tipu, sedangkan warga penduduk asli orang Oksibil tidak ada yang bandar togel di Oksibil, kecuali orang pendatang yang nota bene tidak punya tanah yang datang tempel seperi benalu itu yang bandar togel, maka informasi yang diterima Koran bintang Papua oleh Kabid. Humas Polda adalah, sangat tipu pembohongan public.

Share:

The Biak Massacre – A Citizens Tribunal 6 July 1998 – 6 July 2013

seeking justice after fifteen years…


1000161Shortly after Indonesia’s President Suharto was forced out of office by a popular uprising in May 1998, the people of West Papua began channeling this democratic energy in a new direction.  Hundreds of peaceful West Papuans took to the streets in July 1998, demanding that the Indonesian government give them the opportunity to vote on the issue of independence.  On the island of Biak demonstrators occupied the harbor, refusing to leave until the government met their demands.  Indonesian security forces surrounded these unarmed protesters at dawn and began firing into the crowd.  Scores were killed.  Many survivors of this initial assault were loaded onto boats, brought into open ocean, and dumped overboard to drown.  Investigations by national and international human rights organizations were thwarted by Indonesian authorities.  Calls for a formal inquiry by the government and relevant international bodies have been ignored.

Share:

Somare says MSG must serve the region – West Papua roadmap approved

[caption id="attachment_524" align="alignleft" width="425"]Westpapua-MSG-protest-425wide West Papauans raise the banned Morning Star flag with a message for the MSG at an undisclosed location. Image: Free West Papua Campaign[/caption]

Pacific Scoop:
Report – By Nic Maclellan in Noumea


As a guest of honour at this week’s summit of the Melanesian Spearhead Group, Grand Chief Sir Michael Somare praised the MSG as a “vibrant and successful” organisation.


In a wide-ranging speech at the Jean-Marie Tjibaou Cultural Centre in Noumea, the former Papua New Guinea Prime Minister spoke of the founding of the MSG and future challenges facing the organisation.


Somare called on MSG member states to employ their size and strength to the service of the region: “An MSG without the Pacific is the weaker, just as a Pacific without the MSG is the poorer.”


The five members of the MSG include the largest states of the islands region, Papua New Guinea, Fiji, Solomon Islands and Vanuatu, together with the Front de Liberation Nationale Kanak et Socialiste (FLNKS), the coalition of parties calling for independence in New Caledonia.


Somare’s speech was part of events to mark the 25th anniversary of the Spearhead Group, which was founded in March 1988. Following anniversary ceremonies in each Melanesian capital from the start of the year, the FLNKS is currently hosting the 19th MSG summit in New Caledonia’s capital.

Share:

Aktivis Papua Barat mengatakan kerusuhan tambang termotivasi oleh kelaparan

Aktivis Papua Barat mengatakan kerusuhan tambang termotivasi oleh kelaparan

Posted at 07:19 on 21 Juni 2013 UTC


Seorang aktivis kemerdekaan Papua Barat mengatakan bentrokan dan vandalisme di tambang Freeport di provinsi Indonesia yang dipicu oleh penduduk setempat yang kelaparan.

Saksi mata mengatakan, sekitar 70 orang merusak fasilitas tembaga terbesar di dunia dan tambang emas.

Yasons Sambom mengatakan lima bus dibakar bersama dengan dua mobil, dan seorang pria 29 tahun meninggal karena kelaparan.
Share:

Pemimpin Melanesia merilis komunike dari pertemuan Noumea

Para pemimpin Melanesia Spearhead Group telah ditandatangani pada komunike pada akhir pertemuan mereka, mengangkat isu-isu pelanggaran hak asasi manusia di Provinsi Papua, Indonesia Barat.


Pemimpin Melanesia merilis komunike dari pertemuan Noumea (Credit: ABC)


Mereka juga menerima undangan dari Indonesia untuk tim menteri dari organisasi untuk mengunjungi provinsi.


Komunike tersebut mengatakan para pemimpin telah menerima permohonan untuk menjadi anggota dari aktivis kemerdekaan Papua, tetapi belum disetujui.


Untuk lebih lanjut, kita bergabung dengan Australia Network Pacific koresponden Sean Dorney di Kaledonia Baru, yang memiliki salinan baru-baru ini merilis komunike.

Share:

Sir Michael Somare menyerukan MSG menjadi 'inventif' atas masa depan Papua Barat

08:55 21 Juni 2013 0 comments


 newcal-praises-msg_425wide


The Melanesian Spearhead Group pertemuan di Noumea kemarin. Gambar: Fiji Minfo


Pasifik Scoop:
Laporan - Dengan PACNEWS Editor Makereta Komai di Noumea


Salah satu pendiri Grup ujung tombak Melanesia (MSG), Grand Kepala Sir Michael Somare, mengatakan pemberian keanggotaan Papua Barat dari blok sub-regional harus dilakukan atas dasar bahwa itu adalah sebuah komunitas Melanesia dan bukan karena itu adalah berdaulat negara merdeka.


"Sebuah pengaturan tidak terlalu berbeda dapat ditemukan di Asia Pacific Economic Co-operation (APEC) di mana Taiwan dan Hong Kong, dianggap oleh banyak orang sebagai bagian dari Cina, berpartisipasi dalam pembangunan dengan negara berdaulat independen.

Share:

Pemimpin MSG menyetujui Papua Barat roadmap

Pemimpin MSG menyetujui Papua Barat roadmap

Posted at 07:19 on 21 Juni 2013 UTC

Melanesia pemimpin Spearhead Group mengatakan bahwa untuk kemajuan aplikasi untuk keanggotaan dalam kelompok oleh Koalisi Nasional Papua Barat untuk Pembebasan, penting untuk terus terlibat dengan Indonesia.

Pada akhir KTT pemimpin MSG 19 di Noumea, para pemimpin memutuskan untuk melakukan dialog dengan Jakarta meningkat atas masalah Papua Barat.

Laporan Johnny Blades dari Noumea:

Share:

Aparat Gabungan Indonesia Nyaris Culik Mahasiswa di Yahukimo

[caption id="attachment_508" align="alignleft" width="251"]NOBERTH MAGAYANG NOBERTH MAGAYANG[/caption]

Misi Negara Indonesia Untuk membunuh rakyat Papua terus dilakukan di Kabupaten Yahukimo dan darah lain di Papua.

Sebelumnya insiden penculikan ini terjadi, polisi dari satuan Polres Resort Yahukimo telah menembak salah seorang pelajar  (SMA) Carles Suhun 18, di Kali Biru Dekai dan pemukulan terhadapan Nenepsa Sobolim, maka kali ini kiliran Nobeth Magayang. Nobeth Magayang di culik oleh orang bertopeng. Siapa mereka dan bagaimana terjadi penculikan? Berikut laporannya.

KRONOLIGIS :

Pada 11 Juni 2103, pukul 22.15 (Waktu Papua Barat) Nobeth Magayang (Korban Penculikan) pulang ke rumah dari rumah keluarganya di Komplek Kwelandua.  Setibanya  di dekat salah satu kios di pertigaan jalan Braza,  200 km dari Koramil Dekai, saya rencana mau beli lilin di kios itu, karena di rumah tidak ada lampu, saya mau beli disitu tapi saya takut tiba-tiba, sedangkan teman saya sama – sama itu dia sudah menjauh jalan turun dekat Koramil Dekai.

Share:

Pembakaran Kantor Polres Pegunungan Bintang, Adalah Bentuk Membelah Diri Dari Masyarakat

KNPBnews: Oksibil, Pegunungan Bintang  pada hari  minggu tanggal 16 Juni tahun 2013  pukul: 08.00 WP, telah beradu mulut antara salah seorang  anggota Polres Pegunungan Bintang dengan seorang  pemuda yang bernama  LEO ALMUNG, pada saat itu mengkonsumsi minuman beralkohol bersama–sama dengan salah satu anggota Polres Pegunungan Bintang. Namun seorang anggota Polres ini tidak terima akhirnya menembaki kaki kiri pada betis Leo Almung, sehingga Leo berlumuran darah dan  di larikan ke Rumah Sakit Oksibil untuk mendapatkan  perawatan  intensif dan  sampai sekarang masih  rawat di Rumah Sakit Oksibil.

Share:

Papua Barat: kesempatan MSG untuk mulai ke kanan yang salah

Oleh Jennifer Robinson


Sebagai Melanesian Spearhead Group (MSG) bersiap untuk mempertimbangkan aplikasi Papua Barat untuk keanggotaan, penting bagi negara-negara anggota untuk mempertimbangkan hukum internasional yang relevan dengan Papua Barat. Papua Barat berhak untuk menentukan nasib sendiri di bawah hukum internasional, hak yang ditolak kepada mereka pada tahun 1969. Seandainya Indonesia memenuhi kewajiban internasional kemudian, Papua Barat akan - seperti Papua Nugini - menjadi negara merdeka dan anggota MSG hari ini. Itu pelanggaran hukum terus - dan merupakan sumber kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia di provinsi bergolak. Negara anggota MSG memiliki kesempatan untuk mulai benar salah dengan memberikan keanggotaan Papua Barat.

Share:

MSG untuk mengirim misi ke Jakarta dan Papua Barat, menteri memutuskan

Pasifik Scoop:
Laporan - Dengan Nic Maclellan di Lifou, Kaledonia Baru


The Melanesian Spearhead Group (MSG) akan mengirim misi ke Jakarta dan Jayapura akhir tahun ini, untuk membahas masalah Papua Barat dengan pemerintah Indonesia.


Rekomendasi kepada para pemimpin MSG datang pada pertemuan Melanesia menteri luar negeri, diselenggarakan pada Lifou di Loyalty Islands Kaledonia Baru, sebagai bagian dari KTT ke-19 MSG.

Share:

ANAK –ANAK DAN SUAMI KAMI BUKAN UNTUK DI BUNUH

(75% Perempuan Papua Janda, Karena Suaminya di Bunuh Oleh Militer NKRI)


Aku sudah tidak mau melahirkan lagi anak..! Buah dadaku tidak dapat menghasilkan lagi asi.  Lagi pula aku sudah tua. Usia  produktifku telah lewat bersama   mereka yang telah gugur dalam medan perjuangan.  

Share:

Karena Anda Jual, Saya Beli

Seringkali kita bertanya dalam hati bahwa : Sahabatku yang masuk rumah sakit kemarin kenapa keluar mayat? padahal sakit yang di deritanya  tidak terlalu para.


Istilah “Karena anda jual,  saya beli” adalah sebuah  kata yang digunakan oleh para kerja sosial di Papua. Sesudah dan sebelum terjadi ada satu pesan bahwa: “Saya secara pribadi secara organisasi maupun  kapasitas sebagai anak negeri bangsa ini mohon kepada setiap orang Papua bahwa “Jangan mengikuti program keluarga berencana KB, jangan bawa istri-suami-anak-keluargamu ke rumah sakit milik kapitalis yang ada di atas tanah ini.  Ibu hamil jangan di operasi, dan sebagainya adalah suatu pesan yang di sampaikan oleh A. Yosua Kossay dalam ibadah umum jemaat Haleluya Yahim pada tahun 2012 silam.

Share:

Papua Barat Laporan Mei 2013

Siaran Pers - Tim Advokasi Papua Barat

Papua Barat Laporan Mei 2013 ini adalah 109 dalam serangkaian laporan bulanan yang fokus pada perkembangan mempengaruhi orang Papua. Seri ini diproduksi oleh non-profit Tim Advokasi Papua Barat (WPAT) menggambar pada laporan media, penilaian LSM lainnya, ... Papua Barat Laporan Mei 2013

Share:

Ini kemenangan diplomasi kami atas Indonesia

Ini kemenangan diplomasi kami atas Indonesia

Akhir April lalu, pemerintah Indonesia dikejutkan oleh pembukaan kantor Kampanye Papua Barat Merdeka (FWPC) di Kota Oxford, Inggris. Komentar miring pun langsung muncul soal lemahnya diplomasi Indonesia.

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan langsung menggelar rapat membahas persoalan itu. Kementerian Luar Negeri memanggil duta besar Inggris di Jakarta buat menyampaikan nota protes dan meminta penjelasan.

Share:

Papuan political prisoners reject amnesty

Dozens of Papuan convicts, many of them pro-independence activists who were sentenced to jail for treason, have rejected the proposal for their release under a government clemency or amnesty program, alleging that the move was only part of the government’s efforts to silence their voice.

Share:

Elephant in the room: is Papua the next East Timor?

One issue, above all others, starkly differentiates the jobs of Indonesian President and Australian Prime Minister. When our Prime Minister wakes each morning, the first question she asks isn’t: “Do I still have a whole country to govern today?”

Share:

The continuing infatuation with Papua

Nowadays many of us non-Papuan Indonesians do not hesitate to express how we “love” Papua, especially since we are disturbed by more and more international exposure of the situation in Indonesia’s easternmost province.

Share:

Indonesia tolak tuduhan pembunuhan massal di Papua



Indonesia mengatakan, tudingan pembunuhan massal di Papua oleh satuan anti teror "sama sekali bohong".




Indonesia mengatakan, tuduhan dalam laporan ABC minggu lalu tentang pembunuhan massal di Papua oleh satuan anti teror "sama sekali bohong".

Kedutaan Besar RI di Canberra mengatakan, menurut pihak berwenang di Papua, "rumor" seperti itu tidak benar.
Share:

Skenario Kosovo untuk Papua Merdeka, Mungkinkah?

Medio 2011 lalu sebuah media online lokal di Papua suarabaptis.blogspot.com menurunkan artikel berjudul “Skenario Kosovo untuk Papua Merdeka”. Menurut Hendrajit (Direktur Eksekutif Global Future Institute-GFI) yang menulis artikel  tersebut, ketika Amerika Serikat dipimpin oleh Bill Clinton, ia telah mendukung gerakan Kosovo merdeka lepas dari Serbia, dan bahkan juga mendukung terbentuknya Kosovo Liberation Army (KLA). Seperti halnya ketika Clinton mendukung KLA, Obama sekarang nampaknya hendak mencitrakan OPM (Organisasi Papua Merdeka) sebagai entitas politik yang masih eksis di Papua.

Share:

Papuans Behind Bars: Mei 2013

Papuans Behind Bars: Mei 2013


Ringkasan


Pada akhir Mei 2013, terdapat 76 orang tahanan politik dalam Lembaga Pemasyarakatan di Papua. Dalam minggu pertama setelah 30 April, tampak peningkatan jumlah penangkapan demonstrasi karena aktivitas mereka pada 1 Mei 2013 dalam memperingati 50 tahun Pemindahan Administrasi Papua ke Indonesia. Telah terjadi penggunaan kekuatan berlebihan oleh aparat keamanan berkenaan dengan aktivitas dalam peringatan tersebut. Sebanyak 3 orang aktivis meninggal dunia di Sorong, 36 orang ditangkap – 30 orang diantaranya masih ditahan dan diduga mengalami penyiksaan di Timika dan Jayapura.

Share:

Entri Populer

Label

Arsip Blog

Recent Posts

Featured Post

Papua Merdeka Atau Tidak, Pasti akan Merdek!

Cepat atau lambat Papua pasti merdeka, oleh karena itu komentar murahan yang di sampaikan olh BIN, BAIS, INTELJEN dan orang yang menjadi kak...

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.