Kumpulan Informasi Pelapor Lokal Dari Papua

Mendukung Pembukaan Kantor FWPC NL, Ribuan Rakyat Hadiri Parade Budaya di Jayapura

Mendukung Pembukaan Kantor FWPC NL, Ribuan Rakyat Hadiri Parade Budaya di Jayapura




[caption id="attachment_682" align="alignleft" width="314"]Parade Budaya di Jayapura 15 Agustu 2013 Parade Budaya di Jayapura 15 Agustu 2013[/caption]

KNPB Jayapura: Ribuan rakyat Papua mendukung pembukaan kantor Kampanye Papua Merdeka di Belanda , dan protes atas Perjanjian New York Agreement 15 Agustus 1962 yang dilakukan sepihak demi kepentingan Negara kapitalis dan colonial atas bangsa Papua.


Demo damai tersebut berlangsung kemarin tanggal 15 Agustus 2013, tempat di Expo Waena depan Museum Budaya Papua. Demonstran hadiri dari berbagai sector yang ada antaranya KNPB Kota Madya dan KNPB Sentani dan KNPB pusat bersama ribuan rakyat berkumpul di Expo Waena.


Demonstrasi yang dinamakan dengan Prade Budaya ini dimulai pukul: 08: 12 WP, hingga selesai sore hari. Pidato politik terus bergantian disampaikan oleh Agus Kosai selaku Ketua I KNPB Pusat, Warpo Sampari Wetipo Koordinator Aksi Demo Damai dan Buchtar Tabuni Ketua Parlement West Papua.


Agus Kosai dalam orasinya “Kami ribuan rakyat berkumpul hari ini untuk mendukung pempukaan kantor Free West Papua Campaign di Belanda, dan kami bersama rakyat Papua menyatakan Perjanjian New York Agreement 15/8/1962 adalah tidak sah, karena perjanjian tersebut sepihak tanpa diwakilkan orang Papua”, tuturnya dalam orasi.


Koordinator Demo Damai, “kami KNPB bersama rakyat Papua walaupun teror aparat militer Indonesia dengan melarang melakukan demo damai dan dengan tindakan apapun, perlawanan kami terus lakukan tanpa takut, untuk menuntut hak penentuan nasib sendiri bagi bangsa kami West Papua”, ujara Warpo, dari atas kijang yang merupakan panggung orasi Politik itu.


Sementara itu Ketua Parlement West Papua membacakan pernyataan sikap politik di depan ribuan rakyat yang telah hadir. Pernyataan yang bacakan Buchtar Tabuni dikutip dari rekaman video dibawah ini:




  1. Menyatakan kepada dunia bahwa yang rakyat Papua menuntut adalah pengakuan hak penentuan nasib sendiri rakyat Papua Barat secara adil dan martabat;

  2. Menunjukan indenditas rakyat West Papua sebagai satu masyarakat dari kebuadayaan Melanesia, maka rakyat Papua bukan bagian dari rakyat Indonesia atau Melayu;

  3. Menyampaikan terima kasih kepada pemimpin Melanesia Spheeard Group (MSG) yang telah menyatakan mendukung hak penentuan nasib sendiri rakyat West Papua pada sidang di Noumene 19-21 Juni 2013;

  4. Menyampaikan selamat datang delegasi Mentri Luar Negeri (MSG) yang telah rencanakan kunjungan ke West Papua;

  5. Menyampaikan kepada MSG untuk dapat menolong West Papua dan menerima West Papua sebagai anggota penuh MSG;

  6. Mendeklarasikan dan mendukung Pembukaan kantor Free West Papua Campaign di Nederland (FWPC NL) yang diresmikan tanggal 15 Agustus 2013 hari ini;

  7. Mendeklarasikan dan mengumumkan tuan Oridek Ap sebagai coordinator Kantor FWPC NL;

  8. Menyatakan bahwa perjanjian yang ditandatangani pemerintah Belanda dan Pemerintah Republik Indonesia pada tanggal 15 Agustus 1962 di New York dengan nama Perjanjian News York Agreement 1962 itu, tidak menjamin pelaksanaan hak penentuan nasib sendiri rakyat West Papua yang tidak secara adil, martabat dan demokrasi;

  9. Menyatakan kepada Pemerintah Kerajaan Belanda, Pemerintah Republik Indonesia, Pemerintah Amerika Serikat Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menghormati, melindungi mengajukan pelaksanaan penentuan nasib sendiri rakyat West Papua;


10. Jurnalis Internasional dan pekerja hak asasi manusia dari PBB sendiri ke West Papua;


11. Menyampaikan terima kasih kepada pemerintah kerajaan Inggris dan Pemerintah Kerajaan Nederland atas sikap politik untuk mendukung perjuangan hak penentuan nasib sendiri rakyat West Papua dan dibukanya kantor OPM di Inggris dan Belanda hari ini.


Setelah akhir dari pembacaan pernyataan politik dari Parlement West Papua dilanjutkan dengan tari-tarian dari budaya masing-masing daerah di Papua.


Akhir dari itu, Seperti dikutip rekaman video ungkapan Buchtar Tabuni, “kepada pihak keamanan untuk membantu mengamankan kita, dan juga saya hanya mau jelaskan bahwa dari kemarin sampai tadi malam kami jaga terus patroli, untuk mejaga hal-hal yang kami tidak inginkan terjadi dan juga itu membantu keamanan sampai kegiatan hari ini aman”, kata Buchtar Tabuni.


Pernyatan Politik Parlemen Nasional West Papua yang baca oleh Ketua Buchtar Tabuni pada 15 Agustus 2013 di Jayapura Papua.








[gallery type="slideshow" ids="685,684,683,682,669" orderby="rand"]
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer

Label

Recent Posts

Featured Post

Papua Merdeka Atau Tidak, Pasti akan Merdek!

Cepat atau lambat Papua pasti merdeka, oleh karena itu komentar murahan yang di sampaikan olh BIN, BAIS, INTELJEN dan orang yang menjadi kak...

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.