Papua Barat Sorong Selatan TNI/Polri atas intruksi Prabobo untuk menghilangkan nyawa orang Papua, demi keutuhan negara Indonesia untuk mempertahankan Papua bagian dari wilayahnya, sehingga di wilayah Sorong Selatan dua masyarakat Papua di bunuh oleh tim kabungan TNI/Polri Bersama orang asli Papua atau spionase TNI/Polri di Sorong.Ternyata Spionese sebagai pelaku pembunuha liar terhadap orang Papua di Wilayah Sorong, ditangkap oleh masyarakat wilayah sorong selatan distrik Sawiat, Kampung Magablo.
Terkait itu Komite Nasional Papua Barat wilayah Sorong menerima beberapa data dari masyarakat di Tempat Kejadian Perkara, tentang pembunuhan dua warga Papua. Kejadian ini terjadi pada tempat yang berbeda , dan tanggal juga berbeda yaitu atas nama: Daud Milis 30 tahun di kampung Magablo Distrik Sawiat Kabupaten Sorong Selatan,pada tanggal 13 September 2013, pukul 08.00. wpb, pembunuhan ini dilakukan oleh spionase TNI/Polri orang asli Papua di Wilayah Sorong Selatan.
Selain itu, seorang pelajar SMA kelas III (Tiga) atas nama Yoab Saramuk 15 Tahun di kampung Wonsolo Distrik Sawiat, Kabupaten Sorong Selatan. Kejadian ini terjadi pada tanggal 04 September 2013, pukul: 12.45 wpb. Anak tersebut pulang sekolah dari kota menuju Ke kampung dengan sendiri, namun dalam perjalanannya dibunuh oleh seorang yang berpake topeng, setelah membununya buang di pingkiran jalan. Warga di sekitarnya melaporkan korban dibunuh oleh orang Papua yang dibayar oleh TNI/Polri untuk membunuh orang Papua di wilayah Sorong Selatan, aksi ini sedang berlangsung ini buktinya, kemudian masyarakat setempat menemui seorang pelajar itu tidak bernyawa di pingkir jalan.
Niko Karfik seorang warga sawiat, melaporkan kejadian ini kepada aktivis KNPB Sorong 26 September 2013 pukul 04.40 wpb, disertai bukti berupa foto.
Niko mengatakan, “selama ini pembunuhan yang terjadi di sorong selatan ini adalah, orang-orang Papua yang sudah dipake oleh prabobo untuk menghilangkan nyawa orang Papua, dan gaji pokok mereka Rp. 50.000,- Lima Puluh Juta rupiah.). jika mereka menghilangkan nyawa seorang aktivis Papua Rp 100.000,- seratus juta Rupiah” kata dia.
Namun dari beberapa korban tersebut ini, dari pihak Kepolisian, yang seharunya menangani kasus ini tetapi dibiarkan saja, karena sudah kerjasama membunuh masyarakat atas nama misi negara. Ini terbukti dari tindakan dalam penanganan dua kasus pembunuhan ini. Karena tindakan ini membuat masyarakat setempat sangat trauma tidak hidup bebas.
[caption id="attachment_873" align="aligncenter" width="235"]







Tidak ada komentar:
Posting Komentar