
- bysteven peyon
Firman Tuhan adalah pedang bermata dua yang dapat menikam sampai kedalam jantung hati sehingga dapat memisahkan tulang dan sum-sum, itu sebabnya selalu dapat di gunakanoleh setiap bangsa intuk menjajah bangsa lain. misalnya bangsa Indonesia terhadap bangsa papua barat, di seluruh mimbar-mimbar, Gereja panggung-panggung KKR, Ibadah-ibadah unsur, di tanah papua barat.
Para hamba Tuhan asal Indonesia selalu mengambil ayat-ayat Firman Tuhan yang hanya berbicaratentang, Ekonomi, Sosiial, keamanan dan keselamatan hidup bangsa indonesia di tanah papua barat dan tidak pernah, mengambil ayat-ayat firman Tuhan yang berbicara tentang, penindasan, pembunuhan, perampokan, penculikan, pelecehan ras, ketidak adilan. penembakan ilegal yang dilakukan oleh aparat Kepolisian dan TNI, Ilegal loging pembatasan berkembangbiakan generasi papua barat lewat program Keluarga Berencana (KB), genosida yang terus menerus terjadi terhadap orang papua barat.
ada tiga topik penekanan kalimat yang selalu di pakai oleh pelayan firmanTuhan di mimbar-mimbar gereja yang ada di seluruh tanah
papua.
1. Kasi Dan Damai Itu Indah, Mari Kita Saling Mengasihi
Kata ini membuka hati orang-orang papua barat untuk menerima orang-orang indonesia (Amber) untuk masuk di tanah papua baratdan menguasai orang-orang papua barat dari berbagai aspek hidup, misalnya lapangan kerja, ekonomi, pendidikan, kebudayaan, bisnis, serta menguasasi tanah papua barat, laut, sungai, hutan, dengan segala isinya.
2. Kita Manusia Itu Sama
kata ini membuat orang papua barat untuk meresponi orang pendatang, menghargai mereka, menerima mereka dengan sepenuh hati sebagai manusiaciptaan Tuhan yang sama derajatnya, pada hal di Maluku, Sulawesi, Jawa, Sumatra dll.
orang - orang papua barat sering di panggil, Sobat, (saudara badaki), kribo (kriting bau) yaki (Monyet). wongkete (Manusia Kera) dll.
dimanado kalau satu orang papua barat duduk di bangku Gereja tidak akan ada salah satu orang manado yang duduk di samping orang papua barattersebut, sampai selesai ibadah, bangku itu tetap kosong jadi orang amber datang ke papua barat bagaikan bunga putri malu di papua barat mereka tunduk tapi, coba orang papua barat melangkahkan kaki mereka ke daerah pasti tertusuk.
3. Mari Kita Saling Mengampuni Alias Barang Siapa Menampar Pipi Kirimu Berkanlah Padanya Pipi Kananmu
Sementara orang papua barat mendengar hal itudan melakukanya, sementara itu juga aparat kepolisian dan TNI terus melakukan penembakan ilegal atau pembunuhan ilegal, meracuni makanan, minuman dan minuman keras, genosida, intimidasi terhadap orang-orang papua barat sampai detik ini. (Steven Peyon)