Kumpulan Informasi Pelapor Lokal Dari Papua

  • This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

PRD dan KNPB Ngalum-Kupel Mediasi Rakyat Pegunungan Bintang MendukungPernyataan PM PNG

Parlemen Rakyat Daerah (PRD) dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Ngalum-Kupel di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang, mendukung penuh dan menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Papua New Guinea (PNG), lebih khusus Perdana Meneteri Peter O’Neil atas menyatakan sikap untuk mendukung kemerdekaan Papua Barat. Silakan tonton Video disini https://www.youtube.com/watch?v=SvJqAFBnPRo&feature=youtu.be.


Sikap dukungan rakyat Papua wilayah Pegunungan Bintang diadakan pada tanggal 16 February 2015 di Ngalum-Kupel. Pada aksi dukungan tersebut dihadiri ratusan rakyat Papua bersama pegurus KNPB dan PRD wilayah Ngalum-Kupel. Pada pelaksanaan kegiatan dukungan atau ucapan terima kasih kepada Perdana Meteri PNG, berjalan aman saat kegiatan dimulai sampai dengan selesai.


Kesempatan pada aksi dukungan itu, Ketua I KNPB Agus Kosay mengunjungi wilayah itu, dan pelaksanaan kegiatan ikut dilaksanakan bersama. Agus Kosay pidato pada kegiatan yang diadakan PRD dan KNPB Ngalum-Kupel saat itu, “kami KNPB meyampaikan terima kasih kepada Pemerintah PNG, lebih khusus kepada Peter O’ Neil untuk menyatakan sikap mendukung kemerdekaan Papua Barat”, kata dia saat berpidato di Ngalum-Kupel 16 February 2015.
Share:

Anggota TNI Tikam Mahasiswa Kritis, Mahasiswa Palang Kampus Nuntut Pangdam Bertanggungjawab

RIGO WENDA 5JAYAPURA 02 SEBTEMBER 2014. Anggota TNI pos penjagan di Perumnas III waena menikam seorang mahasiswa atas Nama RIGO WENDA ditikam mengunakan pisau sangkur milik TNI hingga kini kritis di rumah sakit dianharapan perumnas III waena.




Penikaman terhadap Rigo Wenda Mahasiswa yang merupakan Anggota KNPB ini ditikam oleh anggota TNI yang bertugas di Pos Waena Perumnas III pada hari ini selasa 02 Sebtember 2014. Korban hingga saat ini kritis di Rumah sakit sedang pasang Infus dan Oksigen karena korban tidak bisa bernafas akibat penikaman tersebut.







Kejadian itu terjadi pada pukul 04.00 (WIT) RIGO WENDA bersama Adik menggunakan motor keluar hendak membeli rokok di Perumnas III waena, namun kios yang di perumnas III tutup sehingga mereka menggunakan motor ke perumnas II. Kemudia setelah beli Rokok Surya 16 satu bungkus mereka kembali, tepatnya di somel Perumnas III korban RIGO WENDA turun dari Motor lalu naik jalan kaki namun tiba-tiba anggota TNI dari Pos Penjagaan itu keluar Koroyok Rigo Wenda dan adiknya, anggota TNI Itu memukul mereka, tanpa alasan Rigo dan adik kaget dan membalas pukulan. Kemudian anggota TNI itu mengambil sanggur dan tikam Rigo Wenda.



TNI melakukan tindakan itu tanpa alasan. Rigo Wenda ditikam di bagian paha, lutut, bagian dada lurus dengan jantung, teliga sobek dengan pisau sangkur dan tikam di bagian perus hingga tali perut keluar. Selain itu korban dipukul dengan popor senjata di bagian otak belakang. Rigo tidak bisa bernafas, dilarikan ke rumah sakit sedang pasang oksigen, masih kritis.




Rigo Wena Adalah Anggota KNPB Pusat dan juga Mahasiswa Uncen yang tinggal di asrama Rusenawa, bukan hanya Rigo Wenda yang Menjadi korban namun Adiknya merupakan mahasiswa Uncen yang bersama –sama dengan Rigo Wenda juga ditikam di kaki sebela kiri menggunakan sanggur oleh anggota TNI di pos penjagaan itu.



Mahasiswa Uncen Nuntut Penukaman Rigo WendaUntuk melihat hal tersebut sejumlah Mahasiswa penghuni asrama Uncen Unit satu sampai Unit Enam dan Penghuni Asrama rusnawa sekitar Pukul 05 memalang jalan Alternatif dari perumnas III menuju Entrop dan kampus Uncen dipalang sehingga Aktibitas Perkuliahan tidak Berjalan sampai saat ini.

Mahasiswa UNCEN bersama Mayarakat yang berdomisili di perumnas III waena sedang melakukan Aksi demo di gapura uncen memita Pangdam XVII Cenderawasih dan Polda Papua hadir untuk mempertanggung jawabkan Perbuatan anggota.



Puluhan masa mahasiswa dan masyarakat palang kampus. ratusan aparat kepulisian dengan turuk dijaga ketat dengan snjata lengkap para demonstran di perumnas III Waena hari ini. Mereka menuntut agar Pangdam XVII Cenderawasih harus bertanggung jawab. Namun saat ini belum ada respon pihak Pangdam atau pun Polda Papua. Polda hanya menririm anggota dengan kekuatan penuh dengan senjata lengkap untuk menjaga para demonstran.



sumber: Ones Nesta Suhun fb


Share:

KRONOLOGI LENGKAP: Aparat Keamanan Negara, Menculik Ketua KNPB Sorong Papua Barat

Aparat Keamanan Negara, Menculik  Ketua KNPB Sorong Papua Barat



Martinus Yohame 1Kunjungan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Papua, membawa malapetaka bagi rakyat Papua. Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB), atas nama Martinus Yohame telah diculik Aparat Keamanan Negara Republik Indonesia di Sorong Papua Barat hingga tewas. Seluruh anggota KNPB wilayah Sorong sebelumnya mencari Almarhum setelah hilang selama 6 hari lamanya telah temukan mayat.



Penculikan diduga demi pengamanan kedatangan Presiden RI di Papua, selain itu di wilayah Papuab Barat semua aktivis kemerdekaan lebih khusus KNPB menjadi sasaran Aparat Keamanan Negara Republik Indonesia, demi kepentingan atas nama penjajahan wialayah Papua dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Share:

APARAT KEAMANAN INDONESIA, PELAKU ATAS PENCULIKAN MARTINUS YOHAME

Penculikan atau Pembunuhan orang tidak bersalah, oleh aparat keamanan negara terhadap suatu kelompok atau masyarakat adalah Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Pembunuhan atas misi negara dengan berbagai cara terhadap kelompok atau ras adalah pemusnahan atau yang sering kenal dengan nama (genosida). Papua Barat sedang menuju genosida, atas pembunuhan dan penculikan terhadap pemimpin aktivis kemerdekaan Papua Barat serta rakyat, terus terjadi. Namun pelaku tidak pernah terungkap oleh pihak berwajib Kepolisian Negara Republik Indonesia di Papua.

Penculikan Ketua KNPB Sorong, Martinus Yohame pada 20 Agustus 2014, di Sorong Papua Barat adalah penculikan dalam misi negara oleh aparat Keamanan Negara Indonesia. Hasil fisum dokter membuktikan bahwa ada luka tembak di bagian dada almarhum Martinus Yohame. Penculikan ini perlu ada investigasi Independen segera.
Share:

Proposal untuk Penyelesaian Sengketa Belanda-Indonesia atas West New Guinea

Sebuah surat Rekomendasi untuk pembentukan perwalian PBB atas wilayah sengketa West New Guinea.  Pengajuan Proposal untuk perwalian oleh Kedutaan Amerika Serikat. Karena kedua negara Indonesia dan Belanda mempertahankan prinsip atas West New Guinea, maka proposal Amerika Serikat  telah diabaikan.

Apabilah West New Guinea pada waktu itu bentuk perwalian PBB, kemungkinan nasib sekarang seperti negara merdeka, tak lagi berjuang untuk merdeka. Tetapi karena kepentingan indonesia untuk menguasai wilayah ini, maka hingga saat ini atas nama penjajahan pembunahan merajalela terus terjadi diatas tanah yang kaya raya di Papua Barat.

untuk selengkapnya lihat surat proposal dibawah ini:
Share:

PBB Abaikan Hak Penentuan Nasib Sendiri Papua Barat, Yang di Jamin Piagam PBB

PBB Abaikan Hak Penentuan Nasib Sendiri Papua Barat, Yang di Jamin Piagam PBB



Mengingat 14 Juli 2014 hari terbentuknya Piagam Atlantic, artikel ini ditulis agar PBB dan Negara anggota PBB dapat mengingat kemabli persoalan Papua, korban dari pada Piagam Atlantic tetapi karena Indonesia kelaim atas Papua Barat. Sampai saat ini nasib orang Papua dibawah jajahan Pemerintah Indonesia, sedang mengalami penderitaan, Pembunuhan, Penculikan, pemenjaraan dan perampasan hak kekayaan alam leluhur orang Papua.



Sangat buruk betapa jahat Indonesia terhadap rakyat bangsa Papua. Tuntutan rakyat Papua untuk penentuan nasib sendiri diabaikan, oleh PBB dan Indonesia.

Share:

Entri Populer

Label

Recent Posts

Featured Post

Papua Merdeka Atau Tidak, Pasti akan Merdek!

Cepat atau lambat Papua pasti merdeka, oleh karena itu komentar murahan yang di sampaikan olh BIN, BAIS, INTELJEN dan orang yang menjadi kak...

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.