-
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.
-
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.
-
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.
-
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.
-
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.
PRD dan KNPB Ngalum-Kupel Mediasi Rakyat Pegunungan Bintang MendukungPernyataan PM PNG
Anggota TNI Tikam Mahasiswa Kritis, Mahasiswa Palang Kampus Nuntut Pangdam Bertanggungjawab
Kejadian itu terjadi pada pukul 04.00 (WIT) RIGO WENDA bersama Adik menggunakan motor keluar hendak membeli rokok di Perumnas III waena, namun kios yang di perumnas III tutup sehingga mereka menggunakan motor ke perumnas II. Kemudia setelah beli Rokok Surya 16 satu bungkus mereka kembali, tepatnya di somel Perumnas III korban RIGO WENDA turun dari Motor lalu naik jalan kaki namun tiba-tiba anggota TNI dari Pos Penjagaan itu keluar Koroyok Rigo Wenda dan adiknya, anggota TNI Itu memukul mereka, tanpa alasan Rigo dan adik kaget dan membalas pukulan. Kemudian anggota TNI itu mengambil sanggur dan tikam Rigo Wenda.
KRONOLOGI LENGKAP: Aparat Keamanan Negara, Menculik Ketua KNPB Sorong Papua Barat
Aparat Keamanan Negara, Menculik Ketua KNPB Sorong Papua Barat
Kunjungan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Papua, membawa malapetaka bagi rakyat Papua. Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB), atas nama Martinus Yohame telah diculik Aparat Keamanan Negara Republik Indonesia di Sorong Papua Barat hingga tewas. Seluruh anggota KNPB wilayah Sorong sebelumnya mencari Almarhum setelah hilang selama 6 hari lamanya telah temukan mayat.
Penculikan diduga demi pengamanan kedatangan Presiden RI di Papua, selain itu di wilayah Papuab Barat semua aktivis kemerdekaan lebih khusus KNPB menjadi sasaran Aparat Keamanan Negara Republik Indonesia, demi kepentingan atas nama penjajahan wialayah Papua dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
APARAT KEAMANAN INDONESIA, PELAKU ATAS PENCULIKAN MARTINUS YOHAME
Penculikan Ketua KNPB Sorong, Martinus Yohame pada 20 Agustus 2014, di Sorong Papua Barat adalah penculikan dalam misi negara oleh aparat Keamanan Negara Indonesia. Hasil fisum dokter membuktikan bahwa ada luka tembak di bagian dada almarhum Martinus Yohame. Penculikan ini perlu ada investigasi Independen segera.
Proposal untuk Penyelesaian Sengketa Belanda-Indonesia atas West New Guinea
Apabilah West New Guinea pada waktu itu bentuk perwalian PBB, kemungkinan nasib sekarang seperti negara merdeka, tak lagi berjuang untuk merdeka. Tetapi karena kepentingan indonesia untuk menguasai wilayah ini, maka hingga saat ini atas nama penjajahan pembunahan merajalela terus terjadi diatas tanah yang kaya raya di Papua Barat.
untuk selengkapnya lihat surat proposal dibawah ini:
PBB Abaikan Hak Penentuan Nasib Sendiri Papua Barat, Yang di Jamin Piagam PBB
PBB Abaikan Hak Penentuan Nasib Sendiri Papua Barat, Yang di Jamin Piagam PBB
Mengingat 14 Juli 2014 hari terbentuknya Piagam Atlantic, artikel ini ditulis agar PBB dan Negara anggota PBB dapat mengingat kemabli persoalan Papua, korban dari pada Piagam Atlantic tetapi karena Indonesia kelaim atas Papua Barat. Sampai saat ini nasib orang Papua dibawah jajahan Pemerintah Indonesia, sedang mengalami penderitaan, Pembunuhan, Penculikan, pemenjaraan dan perampasan hak kekayaan alam leluhur orang Papua.
Sangat buruk betapa jahat Indonesia terhadap rakyat bangsa Papua. Tuntutan rakyat Papua untuk penentuan nasib sendiri diabaikan, oleh PBB dan Indonesia.






