Kumpulan Informasi Pelapor Lokal Dari Papua

Mahasiswa Papua Mendukung Sidang Sub-Komite Parlement Eropa

[caption id="attachment_1184" align="alignleft" width="298"]Gerakan Mahasiswa Papua di Depan UNCEN Jayapura (23/1/2014) Gerakan Mahasiswa Papua di Depan UNCEN Jayapura (23/1/2014)[/caption]

Mahasiswa Papua yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Papua (GEMPAR) telah melakukan demostrasi damai di Depan Gapura Universitas Cenderawasih Papua (UNCN) di Jayapura, dilakukan oleh puluhan mahasiswa dari UMEL Mandiri dan UNCEN.



Unjuk rasa tersebut dimulai pada 23 Januari 2014 tepat Pukul: 09:15 hingga selesai pada Pukul:12:00 WIT. Demo dukungan sidang Sub-Komite dan Parlemen Uni Eropa Mahasiswa tutup Pintu masuk utama Universitas Cenderawasih Papua.



Mahasiswa bentangkan sebuah spanduk besar di depan pintu UNCEN, yang dicantumkan beberapa foto pelanggaran HAM yang dilakukan TNI/POLRI terhadap orang penduduk asli Papua. Unjuk rasa dukungan dari mahasiswa ini, lakukan karena Papua serius dialami penggaran HAM dari sejak 1963 dimana Integrasi Papua secara paksa oleh Indonesia sampai pada tahun ini.



Sebab itu, mahasiswa Papua mendukung penuh Sidang Sub Komte Parlement Eropa membahas soal pelanggaran HAM Papua pada tanggal 23 Januari 2014.



Sementara itu, dari Badam Eksekutif Mahasiswa Fisip Uncen Samuel Wamsiwor, mengatakan “ujuk rasa ini kami lakukan untuk dukungan Sidang Sub-Komite Parlemet Eropa, karena kami di Papua adalah korban pelanggaran HAM sejak 1963 sampai hari ini, maka Uni Eropa harus melihat hal ini serius”, kata Samuel ketika temui media ini di Sekretariat Fisip Uncen.



Terkait itu dari tempat yang sama, Alfa Rahmadodo menambahkan “ kami minta pihak Internasional desak pemerintah Indonesia hentikan pelanggaran HAM dan pembungkaman demokrasi di Papua, dan kami mendukung semua Pemerintah Eropa yang akan bahas soal HAM di Papua”, ujarnya.



Tambah dia, “kami harap Parlement Uni Eropa desak Pemerintah Indonesia agar membuka akses Jurnalis Internasional dan Pelapor Khusus PBB ke Papua. Kemudian MSG dalm kunjungan ke Papua, tidak langsung pelanggaran HAM yang terjadi sebenrnya mereka harus lihat sendiri, dari sisi Ekonomi, Pendidikan dan Pembangunan serta kekrasan oleh militer Indonesia, datang langsung ke Hotel, Kantor Gubernur dan Bank Papua itu buakan tempatnya yang terjadi pelanggaran HAM di Papua”, kata dia.



Selain itu Badan Eksekutif Mahasiswa Umel Mandiri Donatus Pombai, Mengatakan “kami harap Uni Eropa bahas soal HAM Papua serius jangan seperti, Negara-negara Melanesia seperti PNG, Fiji, dan Salomon, mereka bisnis atas isu Papua Merdeka, denga kujungan mereka itu Indonesia Bayar dan demi kepentingan ekonemi mereka, macam itu tidak boleh”, Ungkap Donatus.



“Jangan Negara-negara diluar isu Papua Merdeka sebagai lahan Bisnis, sedikit mengangkat isu Papua dibayar oleh Indonesia dan untuk kepentingan Ekonomi Negara, kami harap jika Negara-negara mendukung kemerdekaan Papua harus serius seperti Negara Vanuatu”, tegas Donatus.

Share:

1 komentar:

  1. […] a demonstration at UNCEN in support of the hearing, blocking entry into the campus. The students highlighted human rights violations and the silencing of democracy in Papua , calling for access to Papua to be opened for […]

    BalasHapus

Entri Populer

Label

Recent Posts

Featured Post

Papua Merdeka Atau Tidak, Pasti akan Merdek!

Cepat atau lambat Papua pasti merdeka, oleh karena itu komentar murahan yang di sampaikan olh BIN, BAIS, INTELJEN dan orang yang menjadi kak...

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.