Kumpulan Informasi Pelapor Lokal Dari Papua

Jenewa: Besok Akan Diskusi Kebebasan Berekspresi dan Majelis di Papua Barat

Dear teman-teman,



Mohon untuk meneruskan ini ke jaringan Anda masing-masing, harap perhatikan pemain web video live side event esok di PBB di Jenewa tentang Kebebasan Berekspresi dan Majelis di Papua Barat



---------------
Undangan untuk live webcast dari diskusi panel side event di dewan hak asasi manusia di Palais des Nations, PBB, Jenewa mengenai Papua Barat pada tanggal 12 Juni 2014.



Kebebasan Berekspresi dan Majelis
di Papua Barat

Sebuah side event di dewan hak asasi manusia yang diselenggarakan oleh
Asian Center Legal Resource (ALRC), Franciscans International (FI), Koalisi Internasional untuk Papua (ICP), Yayasan Pro Papua, Tapol, Vivat Internasional, West Netzwerk Papua (WPN), pada



Kamis, 12 Juni, 2014
14:30-16:30 (CET, UTC +2), Kamar XXII
Palais des Nations, Jenewa
Webcast


Papua Barat di Indonesia tetap merupakan wilayah konflik terisolasi yang mekanisme PBB, wartawan asing dan pengamat independen belum akses gratis. Masyarakat adat Papua secara teratur dipenjara karena ekspresi damai opini politik, demonstrasi membubarkan paksa dan wartawan diintimidasi.

Pada akhir April 2014, setidaknya ada 72 tahanan politik di Papua Barat. Ada penurunan besar dalam menghormati hak-hak para tahanan politik selama 2013. Kasus Dilaporkan penyiksaan dan perlakuan buruk dalam tahanan tiga kali lipat sementara jumlah kasus yang melibatkan pengadilan yang tidak adil atau penolakan akses ke pengacara dua kali lipat. Kurangnya akses ke pelayanan kesehatan yang sesuai dan intimidasi terhadap para tahanan dan pengacara mereka juga keprihatinan utama. Para aktivis dan pengunjuk rasa damai secara rutin mengalami pengawasan, ancaman, pelecehan dan pemukulan, dan kadang-kadang dibunuh atau hilang. Situasi ini telah menyebabkan sejumlah besar pengungsi dan pengungsi.

Side event akan langsung dialirkan di http://www.ustream.tv/channel/human-rights-papua
 

Pembicara:

Victor Mambor
Alliacance Jurnalis Independen, Papua Bab, Jayapura, Papua, Indonesia

Esther Cann
Tapol, UK

Budi Hernawan
Franciscans International, New York

Benjamin Joku
Yayasan Papua Pro, Belanda


Moderator: Norman Voß, Koalisi Internasional untuk Papua



Sumber: www.humanrightspapua.org 

Share:

1 komentar:

  1. Even until today , the killing continues to occur and withih 1week 4 #Papuans died on behalf of the stigma of OPM/ Criminal, 1 persn at Puncak Jaya 6/6/2014, 1 person at Angkaisera, Serui 8/6/2014 and 2 person at Timika 9/6/2014. (source : www.detiknews.com)

    BalasHapus

Entri Populer

Label

Recent Posts

Featured Post

Papua Merdeka Atau Tidak, Pasti akan Merdek!

Cepat atau lambat Papua pasti merdeka, oleh karena itu komentar murahan yang di sampaikan olh BIN, BAIS, INTELJEN dan orang yang menjadi kak...

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.