Kumpulan Informasi Pelapor Lokal Dari Papua

Demo Mendukung PM Vanuatu, Polisi Bubarkan Paksa Mahasiswa Papua di Jayapura

???????????????????????????????Jayapura Papua, 04/3/2014, Gerakan mahasiswa Papua (GEMPAR) melakukan demoanstrasi damai, di depan Uncen Waena dan Uncen lama Abepura. Dengan bentangkan sebuah spanduk besar yang bertuliskan “Rakyat Bangsa Papua Barat Mendukung Pemerintah Vanuatu Menggugat Pelanggaran HAM Yang Dilakukan Oleh Pemerintah Indonesia di Papua Barat”.



Demonstrasi dari Gerakan Mahasiswa Papua (GEMPAR), untuk mendukung Perdana Menteri Vanuatu mengangkat isu HAM Papua pada Sidang HAM PBB di Jenewa tanggal 4 Maret 2014.



Sekitar Pukul : 08:30  WIT mahasiswa palang pintu masuk kampus dan orasi-orasi, sambil kumpulkan mahasiswa lainnya, namun tepat pukul: 10:25 WIT  aparat kepolisian dari Polsek Abe dan Polresta Jayapura, ke Uncen Baru Waena membubarkan paksa para demonstran yang hendak orasi-orasi setelah palang pintu masuk Kampus itu.



Para aparat kepolisian yang membubarkan demonstran  di Waena depan Uncen, sekitar ratusan anggota Polisi. Anggota Polisi dimuat  6 truk, 1 Panser dan 1 Mobil strada milik Polisi dengan persenjataan lengkap.



Selain itu di Sentani anggota Polisi dari Polres Jayapura siaga di Lapangan Theis H. Eluai 8 Motor Cros Polisi 1 Truk dan 3 Mobil strada anggutan Polisi. Jumlah anggota sekitar Puluhan dengan senjata lengkap. Demikian di Pos 7 Sentani 1 Truk dan jumlah belasan anggota Polisi persenjataan lengkap, untuk menjaga demonstran yang berkumpul.



Expo Waena terminal taksi, Puluhan anggota Polisi persenjataan lengkap 3 truk polisi dan 1 Truk Tahanan, siaga di Expo. Tindakan ini merupakan aparat kepolisian di Papua melarang para mahasiswa menyampaikan pendapat, melalui demonstrasi.



Kemudian Uncen lama di Abe, mahasiswa dari Umel Mandiri dan Mahasiswa Uncen baru Waena yang dibubarkan, semua kumpul di Uncen Lama untuk menyampaikan pendapat, namun aparat kepolisian melarang mereka untuk berkumpul di Depan gapura Uncen, maka semua unjuk rasa berkumpul di dalam pagar halaman Uncen serta bentangkan spanduk besar, cantumkan bebarapa foto kekerasan aparat Kemanan Indeonesia terhadap Rakyat Papua.



Sementara itu, Akademisi Uncen Set Wambrau, mengatakan dalam orasinya, “Aparat kepolisian, membungkam demokrasi di Papua, ini contoh tidak ada kebebasan untuk mahasiswa menyampaikan pendapat dengan bebas, dari hal ini membuktukan penjajahan di tanah Papua sedang terjadi. Otonomi khusus adalah khusus untuk para pejabat orang Papua, rakyat Papua tidak! Otsus plus pun bukan untuk rakyat Papua tetapi itu khusus untuk para pejabat Papua”.



Demonstrasi yang digelar oleh GEMPAR di halaman Uncen selesai pukul: 14:20 WIT. Pada demonstrasi ini tidak ada penangkapan, hanya pembubaran paksa terjadi di Uncen Waena, namun di Ucen Lama Abe tetap aman sampai selesai.

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer

Label

Recent Posts

Featured Post

Papua Merdeka Atau Tidak, Pasti akan Merdek!

Cepat atau lambat Papua pasti merdeka, oleh karena itu komentar murahan yang di sampaikan olh BIN, BAIS, INTELJEN dan orang yang menjadi kak...

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.