Posted at 07:19 on 21 Juni 2013 UTC
Seorang aktivis kemerdekaan Papua Barat mengatakan bentrokan dan vandalisme di tambang Freeport di provinsi Indonesia yang dipicu oleh penduduk setempat yang kelaparan.
Saksi mata mengatakan, sekitar 70 orang merusak fasilitas tembaga terbesar di dunia dan tambang emas.
Yasons Sambom mengatakan lima bus dibakar bersama dengan dua mobil, dan seorang pria 29 tahun meninggal karena kelaparan.
Alex Perrottet laporan.
"Awal pekan ini kerumunan warga setempat turun di fasilitas tambang di kota terpencil Papua Tembagapura. Mereka melakukan pembakaran dan kendaraan hancur. Seorang aktivis, Yasons Sambom, kata motivasi mereka adalah bahwa orang-orang yang kelaparan. Dia mengatakan fakta bahwa tambang tidak beroperasi berarti orang tidak punya uang atau akses ke makanan dan akan lapar. Mr Sambom mengatakan warga tergantung pada pekerjaan di tambang untuk hidup dan telah ditutup untuk minggu karena runtuhnya terowongan pada 14 Mei yang menewaskan 28 pekerja. Dia mengatakan seorang pria bernama Jemi Beanal meninggal Selasa lalu karena kelaparan, dan sesuatu perlu dilakukan segera. Pemerintah mengatakan laporan mereka menjadi bencana bisa selesai akhir pekan ini. Beberapa dari para pengacau ditangkap dan dibawa ke tahanan Polisi Tembagapura, dan itu masih belum diketahui berapa banyak kerusakan ditopang oleh perusahaan tambang. "
Konten Berita © Radio Selandia Baru Internasional
PO Box 123, Wellington, Selandia Baru
Sumber: http://www.rnzi.com/pages/news.php?op=read&id=76997







Tidak ada komentar:
Posting Komentar