Kumpulan Informasi Pelapor Lokal Dari Papua

Puncak Jaya Kembali Memanas: TNI Menembak 1 Warga Sipil Papua & 2 Wanita Diperkosa

Puncak Jaya Papua kembali memanas, Tentara Nasional Indonesia (TNI) menembak satu warga sipil orang asli Papua, asal Distrik Tingginambut. TNI menembak 1 Warga sipil asal Distrik Tingginambut saat korban melakukan perjajalan di Kampung Yamo. Ia ditembak oleh TNI jarak 100 meter dari Pos TNI Distrik Tingginambut. Korban kena tembak dengan Peluru senapan api (tima panas) tembus paha kanan, dan  sementara korban masih kritis.



Identitas Korban:
Nama                       : Wundiwili Tabuni
Umur                       : 25 tahun
Jenis kelamin        :  Pria
Tanggal Insiden   : 21 Maret 2013
Lokasi Insiden      : Kampung Yamo
Pelaku                     : TNI dari Batalyon 753 Nabire, Papua

Kata sumber kepada WPNLA, “sebelum Wundiwili ditembak, TNI di Distrik Tingginambut di Yamo, ada 1 tank dan naikan bendera merah putih. Mereka bilang kalau orang Papua lewat sini kami akan tembak”, ujarnya.


Sumber mengaku bahwa hal itu disampaikan oleh salah satu prajurit TNI kepada sumber,  yang namanya tidak mau dimuat di WNLA, tetapi diijinkan untuk marganya boleh ditulis yaitu Tabuni.


Selain itu, pada hari Sabtu (23/03/2013), terjadi perkosaan terhadap 2 wanita oleh TNI dari kesatuan 753 Nabire, Pos Distrik Tingginambut. Kedua korban perkosaan yang diantaranya, Regina Murib 25 tahun dan Weresina Tabuni 22 tahun dari Kampung wargam Distrik Tingginambut.


Keterangan singkat tentang kedua Wanita yang telah diperkosa oleh TNI sebagai berikut: Regina Murib diperkosa oleh 5 Prajurit TNI dari kesatuan 753 Nabire, yang ditugaskan di Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, Papua.  Kemudian korban atas nama Weresina Tabuni diperkosa oleh 10 Prajurit TNI 753 Nabire. Hal itu dilaporkan salah satu keluarga korban dari Mulia, setelah ia mendapat informasi peristiwa tersebut, via telpon seluler kepada WPNLA.


Ditanya kepada sumber terkait peristiwa penembakan Wuniwili apakah benar terjadi? Sumber mengatakan “itu betul Wundiwili ditembak oleh TN,I saya juga dengar informasi itu”, ujarnya kepada Admin WPNLA.


Tentara Nasional Indonesia pancing Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, dengan cara menembak masyarakat sipil dan perkosa wanita secara tidak manusiawi. Hal ini TNI melanggar HAM, karena yang melakukan perlawanan terhadap TNI bukan masyarakat sipil, namun TPN-OPM yang menewaskan TNI.


Jika TNI mau balas dendam bukan kepada masyarakat sipil, tetapi carilah TPN-OPM. Apa lagi wanita yang tidak tau apa-apa diperkosa. Hal ini benar-benar melanggar Hak Asasi Manusia dari masyarakat,  oleh TNI dari Batalyon 753 Nabire di Puncak Jaya, Papua.


Sebetulnya, jika para aparat TNI melakukan perlawanan terhadap TPN-OPM tidak salah, jangan terhadap masyarakat sipil. Perlawanan atau perang yang terjadi di Puncak Jaya antara TPN-OPM dan TNI adalah sesuai hukum perang alias Geneva Convention.


Sebab TPN-OPM melakukan perlawanan untuk mempertahankan keutuhan bangsa Papua untuk merdeka dan berdaulat Penuh seperti Negara-negara merdeka di dunia. Sedangkan TNI mempertahankan Papua kedalam NKRI  sebagai bagian yang tak terpisahkan, tanpa dasar hukum yang jelas dari historis dan kultural.


Aparat Keamanan Republik Indonesia juga memaksakan orang pribumi Papua, untuk mengindonesiakan kedalam NKRI berdasarkan kehendak nurani yang terbatas. Namun fakta membuktikan bahwa Indonesia gagal mengindonesiakan Orang Asli Papua kedalam NKRI.


Orang Asli Papua benar-benar tahu dan sadar bahwa Indonesia adalah Pencuri, Perampok, Pembunuh, Pemerkosa, dan sedang melakukan tindakan-tindakan tak terpuji dan keji yang disebitkan ini di atas tanah leluhur Bangsa Papua. Dengan Dasar ini, maka TPN-OPM tetap berjuang terus untuk mengusir penjahat-penjahat Indonesia.


Akhirnya, setelah terjadinya Peritiwa penembakan pada (21/03/2013) dan pemerkosaan terhadap dua wanita (23/03/3013). Situasi di Puncak Jaya memanas saat ini, keluarga korban kesulitan perawatan korban yang ter tembak Wundiwili, dan dua wanita korban perkosaan mengalami sakit. Mohon perhatian atas pelanggaran HAM di Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya. Harap para pembelah HAM menyuarakan hal ini dengan serius.


Demikian, WPNLA mengucapkan terima kasih atas perhatian anda. Tetaplah bersama kami di WPNLA News!


Admin WPNLA 2013-03


Sumber: www.wpnla.net

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer

Label

Recent Posts

Featured Post

Papua Merdeka Atau Tidak, Pasti akan Merdek!

Cepat atau lambat Papua pasti merdeka, oleh karena itu komentar murahan yang di sampaikan olh BIN, BAIS, INTELJEN dan orang yang menjadi kak...

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.