Panglima Komando Daerah Pertahanan Tembagapura Tidak Khwatir, Atas Adanya Isu Menyerang Markas
Komando Daerah Pertahanan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)-Organisasi Papua Merdeka (OPM), Pertahanan Tembagapura Papua, Pimpinan Brigadir Jendral Ayup Agus Waker tidak khwatir dengan isu yang berkembang di wilayah Tembagapura bahwa akan ada penyerangan di Markas TPN-OPM oleh Kelompok Milisi NKRI bersama aparat Keamanan Indonesia.
Isu yang berkembang di wilayah Tembagapura adalah: Pertama, dari hasil rapat bersama, yang dihadiri Polsek Tembagapura, Koramil Tembagapura, Pimpinan Barisan Merah Putih, Tokoh Masyarakat, Kepala Desa Kelurahan Waa dan Kepala Suku Dius Waker. Rapat tersebut dikelar pada tanggal (25/03/2013), di Kampung Kembeli, Distrik Tembagapura.
Dalam rapat bersama ini telah menyepakati dan menandatangani persetujuan, antara Kepala Suku, Tokoh Masyarakat, Kepala Kampung Waa dan Polsek Tembagapura serta Koramil Tembagapura, untuk melakukan operasi Militer di wilayah Markas Komando Daerah Pertahanan TPN-OPM yang dikuasai Brigjend. Ayub Agus Waker di wilayah Tembagapura.
Hal itu disampaikan langsung oleh, Dius Waker selaku Kepala Suku Wilayah Tembagapura dan Yanus Magai Kepala Kampung Kembeli kepada salah satu Prajurit TPN-OPM Pertahanan Tembagapura. Berikut perkataan Yanus Magai, “saya sudah tandatangan perjanjian untuk operasi militer di Markas kamu”. Sambung Dius Waker lagi “saya sudah sepakat dengan Tokoh Masyarakat, Adat dan Gereja, bekerja sama Koramil Tembagapura dan Polsek Tembagapura, untuk tujuan Operasi Militer di Markas TPN-OPM Pimpinan Ayub Waker”, tuturnya kepada Prajurit TPN itu.
Isu yang berkembang di wilayah Tembagapura itu, Brigjen. Ayub Agus Waker menanggapi serius. Karena hal tersebut disampaikan kepadanya, maka Ayub Waker mengatakan “saya dan anggota saya tidak khwatir dengan isu itu”, kata dia. Lanjutnya, ia mengatakan kepada Admin WPNLA dengan nada keras “Kalau mereka masuk operasi, masuk sudah, saya siap lawan. Isu-isu begitu saya tidak khwatir. Kalau bawa jualan saya siap beli”, ujarnya. Akhir dari itu Ayub juga menegaskan, “Jika Operasi Militer terjadi, TNI-POLRI menewaskan masyarakat Sipil, orang-orang yang melakukan perjanjian pihak yang telah bergabung dalam rapat tanggal 25 harus betanggungjawab”, ujarnya Via telepon seluler kepada Admin WPNLA.
Menurutnya, selain itu kami TPN-OPM yang berjuang semua Pertahanan di Papua, sama juga kami di Tembagapura tidak akan pernah menyerah dengan kata-kata komentar seperti yang disampaikan kepala suku dan kepala kampung melalui rapat tanggal 25 itu. Hal itu kami anggap hanya bahasa saja, apalagi dengan tindakanpun kami tidak akan menyerah. Kami yang berjuang dalam komando nasional TPN-OPM tetap berjuang sampai Papua merdeka.
Admin WPNLA 2013-03
Sumber: www.wpnla.net







Tidak ada komentar:
Posting Komentar