Kumpulan Informasi Pelapor Lokal Dari Papua

Seruan Mendesak, atas Penculikan 6 Kepala Kampung dan 1 Masyarakat Sipil Papua

Misi Negara untuk membunuh Masyarakat Papua Terus terjadi di Papua, Bulan ini terjadi lagi di Puncakjaya


Pelantikan Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe mengundang para semua kepala desa Kabupaten Puncakjaya lebih khusus Distrik Tingginambut dan Yembuni adalah, scenario untuk membunuh. Sebelum Pelantikan Gubernur, beberapa kepala kampung ini diundang untuk hadiri acara palantikan di Jayapaura. Korban dan beberapa lainnya ke Jayapura untuk mengikuti acara pelantikan tersebut, namun setelah acara pelantikan hendak pulang kembali, tetapi karena tidak ada ongkos tiket untuk pulang sehingga berminggu-minggu menghabiskan di Jayapura. Karena untuk pulang belum dapat bantuan dari Lukas Enembe dan timnya.




[caption id="attachment_268" align="alignleft" width="300"]Salah Satu dari Lima Korban yang ditemukan Salah Satu dari Lima Korban yang ditemukan[/caption]

Setelah Lukas pulang dari Jakarta, memberikan dana untuk tim korban ini pulang di kampung halamannya. Ketika mereka mendapatkan bantuan dari Tim Lukas Enembe, sejumlah orang dari Puncakjaya bersama korban juga ke Wamena, dari Wamena hendak pulang ke Puncakjaya dan semua korban menggunakan satu Mobil Strada roda 4 dari Wamena mulai jalan pada tanggal 8 Mei 2013 menuju ke Distrik Tingginambut adalah Kampung korban. Namun korban yang ditumpangi satu Mobil ini ditahan oleh Pos TNI di Ilu. Kemudian mereka diperiksa, oleh TNI sambil menyiksa mereka. Para korban ditahan di Pos TNI dan pada tanggal 9 dari Ilu menuju Tingginambut, ditengah jalan mereka dihadang oleh sejumlah Kopasus. Kopasus yang ditugaskan di Punjakjaya untuk membunuh masyarakat secara mafia.


Tanggal 9 Mei 2013 tepat Pukul: 08:00 wp, mereka dihadang oleh Kopasus itu dan suruh mereka semua turun dari Mobil. Kemudian korban jumlah 6 orang ini disiksa sampai dibunuh dengan cara yang tidak manusiawi, korban tembak oleh Kopasus dan potong-potong kaki dan kepala buang di tempat yang berbeda.


Jumlah korban 6 orang, seorang sopir adalah orang pendatang rupanya intelejen Negara yang ditugaskan untuk menjadi seorang sopir, karena setelah insiden ini terjadi tidak tau kabar sopir. Terkait sopir yang membawa mobil itu, “Sopirnya tidak ada kabar sampai saat ini, apakah dia ikut dibunuh atau dia diselamatkan oleh Kopasus setelah kejadian itu terjadi, karena kalau ikut dibunuh oleh Kopasus pasti mayatpun ditemukan tetapi tidak ada”, kata sumber.


Sumber informasi yang melaporkan kepada saya ini adalah seorang warga yang menemukan mayat para korban. Ia tidak mau dipublikasikan namanya. Alasannya karena, takut akan dicari lagi oleh Kopasus kalau berita ini dikeluarkan dari sumber melaporkan berita ini, maka nama sumber saya tidak dapat menulis pada laporan ini.


Korban diantaranya yang disebutkan oleh sumber yang telah ditemukan mayat diantaranya:




  1. Yos Kogoya (40) Mantan Kepala Kampung Mewoluk

  2. Pauwuli Tabuni (35) Kepala Kampung dari Wilayah Distrik Tingginambut

  3. Yaningga Tabuni (37) Kepala Kampung Yembuni Wilayah Distrik Tingginambut

  4. Tepaus Tabuni (40) Kepala Kampung dari Wilayah Distrik Tingginambut

  5. Terius Enumbi (39) Gembala dari Jemaat Kampung Kalome

  6. Yemundan Enumby (35) Masyarakat dari Kampung Yembuni


Sumber menyelaskan, korban kami temukan dalam keadaan tidak bernyawa, mereka dipotong-potong kepala dan kaki serta tangan di tempat yang berbeda, kami kumpul semua tubuh korban itu. Setelah temukan kami kubur semua di satu tempat. Sekarang ini kami sudah selesai duka, dan keluarga terdekat simpatisan yang datang sudah kembali ke kampung mereka masing-masing. “Kami sekarang ini semua masyarakat takut, karena kopasus bunuh lagi kami semua takut”, kata dia.


Terkait Peristiwa ini Jendral. TPNPB Goliath Tabuni menelpon dan mengatakan bahwa, “mereka itu masyarakat dan Kepala Kampung, bukan anggota saya TPNPB-OPM yang tembak tidak”, ujarnya via telepon tanggal 23 Mei Pukul: 10:00 wp. Tambah dia, saya sudah dapat informasi dari intelejen saya tentang kejadian itu. Goliat juga menjebutkan nama-nama korban jumlah enam orang itu.


Menurutnya, “banyak sorotan masyarakat kepada saya, kenapa Goliath diam saja. Tetapi kepala kampung itukan bagian dari pemerintah Indonesia, kenapa harus ditembak mati seperti itu? Saya tidak ada kaitan terkait peristiwa ini. Itu Gubernur tanggungjawab”, tegasnya.


Peristiwa kali ini terjadi sangat tidak manusiawi, hal ini dinilai melanggar hak hidup dan menghilangkan nyawa orang dalam misi Negara. Para Kopasus kesulitan mendapatkan TNPPB-OPM, sasaran masyarakat sipil. Hal ini sebetulnya tidak boleh terjadi, jika para Kopasus memburuh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, buruh saja mereka jangan masyarakat.


Masyarakat sipil dilindungi hukum perang Geneva Convention. Geneva Convention Protokol I, Protokol II dan Protokol III pada bagian V adalah tentang perlindungan masyarakat sipil dalam keadaan angkatan bersenjata. Indonesia adalah Negara yang harus turuti aturan PBB, Papua belum merdeka saja TPNPB lebih turuti aturan itu.


Oleh karena itu, Peristiwa ini adalah pelanggaran HAM serius di wilayah Kabupaten Puncakjaya ini terus terjadi. Kami menyerukan kepada lembaga-lembaga HAM nasional dan Internasional, NGos Internasional, Amnesty Internasional dan Negara-Negara Demokrasi lainnya di dunia untuk mendesak Pemerintah Indonesia agar hentikan aksi militer yang dilakukan di Puncakjaya.


Kopasus yang beroperasi di wilayah Puncakjaya harus segera dalam waktu yang tidak lama tarik kembali, karena jika mereka berada terus disana akan menghabisi masyarakat. Karenanya masyarakat minta kopasus segera pulang kembali ke Jakarta.


Demikian seruan pelanggaran HAM di Puncakjaya, dan harap menjadi perhatian serius dari semua pihak yang peduli Hak-Hak Asasi Manusia Papua.

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer

Label

Recent Posts

Featured Post

Papua Merdeka Atau Tidak, Pasti akan Merdek!

Cepat atau lambat Papua pasti merdeka, oleh karena itu komentar murahan yang di sampaikan olh BIN, BAIS, INTELJEN dan orang yang menjadi kak...

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.