Yahukimo News: Pada bulan ini kekejaman aparat kepolisian meningkat di Yahukimo, setelah tanggal 15 Polisi menembak seorang Pelajar mengalami luka para, tidak lama kemudian kali ini terjadi lagi pemukulan terhadap seorang aktivis KNPB.
[caption id="attachment_279" align="alignleft" width="280"]
Korban mengalami luka para, karena akibat pemukulan dari sejumlah aparat Kepolisan Polres Yahukimo. Anggota dari Polres Yahukimo melakukan patroli di malam hari tanggal 25 Mei 2013, menemui korban di jalan Heluk sekitar pasar lama Yahukimo kota. Pada malam itu, korban hendak pulang ke rumah dari rumah teman tepat pukul, 13:40 wp.
Namun para Polisi datang hentikan truk patroli depan korban, kemudian anggota Polres itu hendak turun dari mobil patroli sambil mengatakan “mengapa kamu malam-malam jalan”, jawab korban “saya dari rumah teman mau pulang ke rumah” tetapi para Polisi itu langsung tanpa pertimbangan memukul korban sampai babak belur pada tubuh korban.
Idenditas Korban:
Nama : Nepsa Sobolim
Jenis Kelamin : Pria
Umur : 21
Pekerjaan : Aktivist KNPB Yahukimo
Polisi pukul korban menggunakan karet mati dan tendangan sepatu laras dan ditinju bagian muka dari tanggan puluhan polisi yang ditugaskan Polres untuk patroli malam itu. Polisi memukul korban babak belur, begitu berlumuran darah mereka membawa korban ke Polres.
Setelah bawa korban di Polres Yahukimo, para anggota melihat korban luka para, sehingga antar di Rumah Sakit Umum Daerah Yahukimo, untuk merawat luka para pada tubuh korban itu. Kemudian para Polisi merencanakan ketika korban di rawat oleh perawat, maka akan di bawa kembali ke Polres.
Oleh karena itu, korban sudah terauma kalau akan bawah kembali ke Polres, maka di sela-sela kecolongan empat pengawal dari anggota Polres yang di tugaskan untuk menjaga korban di rumah sakit itu, korban berhasil meloloskan diri dari tangan empat pengawal dan perawat.
Hingga saat ini koban mengalami luka para, dan sudah melarikan diri dari rumah sakit. Korban setelah lolos dari tangan mereka, melaporkan. Nepsa memberikan keterangan apa yang dialami korban, dan semua yang dilakukan Polisi kepadanya.
Misi Negara untuk membunuh masyarakat dan semua aktifis yang berjuang bagi kemerdekaan Papua terus diancam, dengan tindakan yang tidak manusiawi seperti kali ini dialami Nepsa. Selain itu penembakan terhadap satu pelajar pada 15 Mei di Yahukimo, bahkan pembunuhan merajalela terus terjadi dimana-mana di Papua. Terutama sedang terjadi di Puncakjaya, dan Kabupaten lainnya di Papua.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar