Kumpulan Informasi Pelapor Lokal Dari Papua

KRONOLOGI LENGKAP: Aparat Keamanan Negara, Menculik Ketua KNPB Sorong Papua Barat

Aparat Keamanan Negara, Menculik  Ketua KNPB Sorong Papua Barat



Martinus Yohame 1Kunjungan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Papua, membawa malapetaka bagi rakyat Papua. Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB), atas nama Martinus Yohame telah diculik Aparat Keamanan Negara Republik Indonesia di Sorong Papua Barat hingga tewas. Seluruh anggota KNPB wilayah Sorong sebelumnya mencari Almarhum setelah hilang selama 6 hari lamanya telah temukan mayat.



Penculikan diduga demi pengamanan kedatangan Presiden RI di Papua, selain itu di wilayah Papuab Barat semua aktivis kemerdekaan lebih khusus KNPB menjadi sasaran Aparat Keamanan Negara Republik Indonesia, demi kepentingan atas nama penjajahan wialayah Papua dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).



Penculikan merajalelah terjadi di sorong sebelumnya pada tahun 2013, dalam cacatan sembilan kasus dengan motif yang sama. Demikian penculikan Martinus Yohame sama motif dari sembilan kasus pada tahun lalu. Hal ini terjadi pembunuhan secara bertahap dalam misi negara untuk memusnakan penduduk pribumi West Papua di pulau New Guinea Barat, adalah nyata-nyata menuju Genosida.



Pelaku Penculikan Ketua KNPB di wilayah Sorong adalah murni Aparat Keamanan Republik Indonesia, antara lain Kepolisian Republik Indonesia (POLRI), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Badan Intelejen Negara (BIN) dan Komando Pasukan Khusus  (KOPASUS) adalah aktor penculikan ketua KNPB Wilayah Sorong.



Aparat Kepolisian Negara Republik Indonesia, di Papua atas penculikan dan pembunuhan aktivis Kemerdekaan maupun masyarakat Papua, tidak pernah terungkap pelaku. Kepolisian di Papua dalam menjalankan tugas tidak mampu mengungkap kasus seperti ini. Hal ini membuktikan ketidkungkapan kasus seperti ini, maka kepolisian terlibat atas penculikan aktivis kemerdekaan lebih khusus penculikan Martinus Yohame di Sorong.



Sebelum Martinus Yohame diculik pada tanggal 19 Agustus 2014, Martinus Yohame menggelar konfrensi pers terkait kunjungan Presiden SBY di Papua. Dalam pernyataan pers Martnus Yohame menyatakan “Parlemen Rakyat Daerah (PRD) Sorong dan KNPB Sorong Menolak tegas kedatangan SBY di Papua. Apabila SBY datang di Sorong kami akan Palang di Bandara Domine Eduat Osok (DEO) di Sorong” pernyataan tegas itu dikeluarkan beberapa surat kabar harian di Sorong Papua Barat.



Berikut Kronologi Lengkap Penculikan Ketua KNPB Sorong:



Idenditas Korban:



Nama               : MARTINUS YOHAME



Umur               : 27



Jenis Kelamin  : PRIA



Pekerjaan         : ACTIVIS KEMERDEKAAN KETUA KNPB SORONG



Asal Suku        : YALIMO (YALI)



Pada tanggal 19 Agustus 2014, setelah jumpa pers di depan Kantor Wali Kota Sorong, Papua Barat pada pukul: 13: 00 WIT. Selesai jumpa dengan sejumlah wartawan untuk mewawancarai, tidak lama kemudian salah satu wanita menelpon Martinus Yohame pada jam yang sama. Wanita itu mengaku kepada Martinus Yohame, dirinya dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (KOMNAS-HAM) Jakarta. Mereka janjian ketemu di Bandara depan Hotel Meredien, namun tidak jadi. Wanita itu telpon janjian ketemu lagi di depan Gereja Kristen Injili (GKI) Maranatha kota Sorong.



Selanjutnya Martinus dan satu pengawal bertemu di depan Gereja Maranatha, kemudian wanita itu ajak Martinus di Mobil Avanza warna merah. Ajakan wanita itu, Martinus dan pengawal menolak, maka diarahkan ke Kilo 9 Mega Mall untuk melanjutkan diskusi sambil makan di restoran. Maka Martinus dan temannya menuju ke Mega Mall bertemu wanita dengan seorang pria yang memekang Camera Handican  dan mengajak mereka makan, sambil makan diskusi. Sebelum melanjutkan diskusi kalimat pertama ungkapan wanita itu dikutip dari pengawal Martinus pada waktu itu “kami di Jakarta dengar, katanya KNPB itu separatis” kata wanita itu kepada Martinus dengan pengawal. Selama proses diskusi berjalan seorang pria itu merekam pembicaraan dari awal diskusi sampai dengan selesai diskusi itu dia pandamkan Handican, rekam semua pembicaraan mereka disaat itu.



Setelah munculnya pertanyaan dari wanita itu, Martinus menjelaskan tentang profil KNPB kepada wanita itu, dan pernyataan terkait kedatangan SBY di Papua menyampaikan kepada wanita dan pria, hal yang sama sampaikan kepada wartawan lain di depan Wali Kota Sorong. Mereka mengakhiri berbincangan, sebelum pulang wanita itu minta nomor telpon kepada Martinus. Nomor kontak hanphone Martinus sudah dimiliki, awalnya sebelum bertemu telponan untuk bertemu tetapi minta lagi, Martinus pun memberikan nomor kontaknya, dan janjian wanita itu kepada Martinus katanya “malam akan saya kontak untuk bertemu lagi” kata wanita itu sambil berpisah dari pertemuan.



Martinus Yohame pulang kembali ke Sekretariat KNPB, pada hari berikut tanggal 20 siang hari Martinus menghadiri undangan dari Mahasiwa Yalimo Acara Wisuda, di Asrama Kantrakan Pemerintah Kabupaten Yalimo di Malanu Kota Sorang, Papua Barat. Setela mengikuti acara tersebut, Martinus juga rencana bermalam di Asrama itu dengan rekan-rekan. Selanjutnya Martinus setelah mandi tidur di kamar, tetapi malam itu tepat pukul 12:00 WIT, ada panggilan telpon di hanphone Martinus. Dia jawab telpon itu dan sambil komunikasi dengan penelpon dia memilih keluar. Saat Martinus keluar salah satu anak dari Asrama mengikuti dia dan bertanya kepada Martinus “kemana kaka saya bisa ikut ?” tetapi jawab Martinus “ kamu anak kecil kamu tinggal”, kata dia kepada saudara itu sambil komunikasi menujuh keluar di jalan raya.



Setelah beberapa jam kemudian, karena Martinus belum pulang ke Asrama. Salah satu senior di Asrama itu menelpon Martinus bertanya “kamu dimana” via telpon, jawab Martinus “saya ada di sekretariat” lanjut martinus “tapi sementar saya akan keluar dengan kaka perempuan mereka” kata dia via telpon.



Senior Asrama telpon kepada Martinus merupakan komunikasi terakhir, setelah satu jam kemudian telpon Martinus nomor kontak sudah tidak aktif sampai dengan hari penemuan mayat. Pada tanggal 21 mulai pencarian Martinus di setiap Asrama dan komplek di Sorong Kota sampai tidak temukan.



Pada tanggal 21 sampai tanggal 23 orang orang baru di Asrama Kontrakan Pemerintah Yalimo dan Sekretariat KNPB banyak masuk keluar pantau, orang-orang diantaranya orang pendatang di luar Papua di Indonesia dan orang asli Papua, yang merupakan Intelejen negara. Mereka bertanya-tanya “dimana Martinus”, pada tanggal 22 Intelejen Kodim 1704 Sorong Kota, yang mengaku namanya Arif ke Sekretariat KNPB. Arif bertanya kepada Wakil Ketua KNPB Sorong, “ada Martinus ka” jawab Wakil Ketua KNPB itu “bagaimana” lanjut Arif  “ saya ada bawa titipan dari Jakarta untuk Martinus” sambil menunjukan amplop warna coklat. Amplop yang berisi uang tunai Rp: 2. 000, 000;- (dua juta rupiah). Wakil ketua KNPB menyampaikan kepada Arif, “titip saja uangnya saya akan kasih dia kalau dia datang” tetapi jawab Arif “tidak bisa mewakil” kata Arif. Selanjutnya Arif menelpon Kepala Suku pegunungan tengah, menyampaikan hal yang sama “dimana Martinus, ada titipan dari Jakarta” tanya Arif via telpon.



Selain Arif intelejen yang bekunjung ke Sekretariat KNPB yang datang tanya Martinus setelah hilang sebelum temukan mayat, antara lain Tobias Bonsabya dan Lukas Yesnat. Nama-nama yang datang ke sekretariat KNPB tersebut pada tanggal 21 dan tanggal 22 di Asrama Kontrakan Pemerintah Kabupaten Yalimo di Sorong. Selama pencarian Martinus Yohame dari tanggal 21 sampai 22 di seluruh kota Sorong, Lukas dan Tobias ikut terus selama pencarian. Pada tanggal 23 keluarga Martinus lapor tentang kehilangan Martius di Polresta Sorong Kota, pada waktu itu Lukas, Arif dan Tobias ikut masuk ke Polresta saat keluarga lapor berita kehilangan Martinus Yohame.



Tanggapan Intelkam menjelaskan kepada keluarga Martinus “kami mau kontak Martinus tetapi nomor kontak tidak aktif” lanjut intelkam Polresta “kami mau kordinasi, untuk kedatangan kepala Negara tidak boleh palang jalan” sambung Intelkam “jangan sampai dia ikut kegiatan kedatangan Presiden di Waisai” kata intelkam Polresta Sorong Kota.



Sampai belum mendapatkan titik trang tentang keberadaan Martinus Yohame, Keluarga menuju ke Kodim 1704 Sorong Kota. Keluarga tiba di Kantor, menyampaikan “kami sedang cari Martinus hilang sejak tanggal 20 Agustus sampai hari ini belum ada jadi kami datang cek” jawab salah satu anggota TNI dari Kodim 1704 “kami sementara ini juga cari Martinus, untuk kasih titipan dari Jakarta”  lanjut anggota TNI itu, “kami juga belum tau dia ada dimana sekarang” kata dia. Selama pembicaraan itu dengan anggota TNI di Kodim, Arif tiba lagi di Kodim dan tunjukan amplop coklat itu kepada keluarga dan anggota TNI sambil mengatakan “ini titipan untuk Martinus, kami juga masih cari” kata Arif. Keluarga Martinus kembali pulang, belum dapat informasi kepastian tentang keberadaan Martinus juga sampai pada tanggal 23 Agustus.



Keluarga dan anggota KNPB wilayah Sorong masih berusaha cari Martinus Yohame. Pada tanggal 24 dan 25 mulai pencarian di pinggiran kota di tanjung-tanjung, daratan dan pembuangan sampa. Namun belum dapat ketahui keberadaan Martinus Yohame sampai tanggal 26 pagi dan siang masih dalam upayah pencarian, sampai belum dapat.



Jasad korban ditemukan oleh seorang nelayan di pesisir Pulau Nana,  pada Selasa pagi 26 Agustus 2014 sekitar pukul 07.00 WIT. Ketika jasad korban terapung di laut, tidak jauh dari Kawasan Pulau Dom, Distrik Sorong, Kepulauan Kota Sorong. Kepolisian Sorong Kota mengamankan jasad korban secara diam-diam di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sorong di kamar mayat.



Setelah aparat Kepolisian antar jasad di rumah sakit, petugas RSUD Sorong membersikan mayat, itu tanpa tahu idenditas korban. Setelah membersikan seorang suster telah mendapat infomasih tentang kehilangan Martinus Yohame. Kemudian seorang suster itu diberitahu oleh petugas rumah sakit bahwa ada satu mayat tanpa idenditas, disitulah dapat dipastikan bahwa, informasi yang telah dapat tentang kehilangan itu, mungkin dia mayatnya. Akhirnya mulai komunikasi kepada pihak keluarga dan KNPB untuk datang ke rumah RSUD memastikan apakah itu mayat Martinus Yohame atau orang lain. Ternyata setelah keluarga ke rumah sakit melihat benar itu jasad Martinus Yohame, mukanya sudah tidak bentuk lagi muka akibat pukulan benda, hidung rata dengan pipi.



Sebelum keluarga tahu mayat Martinus ada di RSUD, Polisi tidak beritahu informasi tentang mayatnya ada di RSUD. Padahal sebelumnya pada tanggal 23 keluarga Martinus sudah lapor bahwa Martinus telah hilang belum ditemukan masih dalam pencarian. Namun informasi ini diamkan, kemudian sebelum keluarga korban tahu dan pastikan Mayat Martinus di RSUD, Polisi lebih dulu siapkan Peti Mayat. Keluarga Korban mengambil mayat di RSUD pada pukul: 03: 30 WIT, selanjutnya bawa mayat di Sekretariat KNPB Malanu Kampung Sorong.



Keluarga membawa mayat Martinus ke rumah duka Sekretariat KNPB, namun aparat kepolisian Polresta Sorong Kota meminta harus visum dokter, tetapi KNPB dan keluarga menolak permintaan Polisi untuk visum. Pada tubuh korban ada dua tusukan benda tajam di bagian dada kiri dan pinggang kanan dengan kedalaman 60 cm, menurut keterangan dokter kepada keluarga. Selain itu mayat ditemukan dalam keadaan kaki dan tangan diikat dengan tali penikam warna kuning.



Keluarga bersama KNPB pusatkan duka Nasional di Sekretariat KNPB Sorong, selain itu seluruh KNPB wilayah Se-tanah Papua turut berduka. Mayat disemayambakan tanggal 27 Agustus 2014 pukul: 17:00 WIT,  di tempat pemakaman umum kilo 10 Sorong Kota.



Kepolisian Polresta Sorong Kota, masih menuntut penyelidikan, dan mendesak keluarga bersama KNPB melalui kepala suku Pegunungan Tengah, untuk lakukan visum, tetapi tidak jadi visum dokter. Maka catatan Polisi apabila tidak visum keluarga dan KNPB harus tandatangan berita acara tentang penculikan ketua KNPB Sorong atas nama Martinus Yohame. Namun hingga saat kronologi ini ditulis KNPB dan Keluarga masih menolak permintaan Polisi dan Polisi masih menuntut KNPB dan Keluarga untuk tanda tangan Berita Acara Penculikan ketua KNPB Sorong.



Jayapura Papua, 31 Agustus 2014



Share:

2 komentar:

  1. […] baru ditemukan tanggal 26 Agustus 2014 dengan kondisi yang mengenaskan dan sulit dikenali oleh Anggota KNPB Sorong dan […]

    BalasHapus
  2. […] Sumber: http://independenceinfo.wordpress.com/2014/08/31/kronologi-lengkap-aparat-keamanan-negara-menculik-k… […]

    BalasHapus

Entri Populer

Label

Recent Posts

Featured Post

Papua Merdeka Atau Tidak, Pasti akan Merdek!

Cepat atau lambat Papua pasti merdeka, oleh karena itu komentar murahan yang di sampaikan olh BIN, BAIS, INTELJEN dan orang yang menjadi kak...

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.